BADAN pengawas keamanan makanan India menemukan bahwa produk mi instan Nestle India "tidak aman dan berbahaya setelah dilakukan pengujian secara teliti.
Otoritas Keamanan dan Standar Makanan India menuduh Nestle tidak memenuhi peraturan keamanan makanan India.
Nestle menarik mi instan merek Maggi dari toko-toko, setelah regulator menemukan tingkat timbal yang lebih tinggi daripada yang diizinkan di dalam sejumlah bungkusan.
Ketua eksekutif global Nestle berjanji akan mengembalikan Maggi ke toko-toko.
Paul Bulcke mengatakan kepada para wartawan di New Delhi, "Saya yakin kami akan kembali lagi segera."
Bulcke juga sudah meminta untuk melihat hasil tes laboratorium.
Sejumlah negara bagian juga telah menguji kadar monosodium glutamat, atau yang biasa dikenal sebagai MSG, dalam mi instan ini.
Membingungkan
Nestle mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat pekan lalu bahwa mie Maggi seratus persen aman.
Namun "perkembangan baru-baru ini serta kekhawatiran yang tidak beralasan mengenai produk ini menyebabkan bingungnya para konsumen", ujar pernyataan itu.
Perusahaan ini mengatakan kebingungan itu berkembang sedemian rupa "sehingga kami memutuskan menarik produk dari toko, walaupun produk ini aman," tetapi menjanjikan bahwa mie instan itu akan kembali ke pasar sesegera masalah yang ada saat ini ditangani.
Mahasiswa dan pegiat India membakar mi instan Maggi setelah pengujian menyatakan produk itu tidak aman.
Mie Maggi sudah dilarang selama 15 hari di ibu kota, Delhi, dan negara bagian Gujarat.
Namun, negara bagian lain memandang mi itu sebagai produk yang aman.
Kekhawatiran mengenai keamanan produk ini terus menyebar pada hari Jumat, dengan otoritas pangan Singapura menyatakan bahwa mereka juga mengambil sampel dari dari mie instan Maggi yang diproduksi di India untuk tes keamanan.
"(Kami sudah) menasihatkan para impoter untuk menahan penjualannya sampai pengujian selesai," jelas juru bicara Agri-Food.
Afrika Tarik Mie Instan Maggi
Mie instan tersebut telah ditarik dari rak-rak supermarket di Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda dan Sudan Selatan.
Jaringan waralaba supermarket terbesar di kawasan Afrika Timur memutuskan untuk tidak lagi menjual mi instan Maggi dari Nestle setelah muncul kekhawatiran akan bahaya pangan.
Jaringan waralaba Nakumatt menyatakan mi instan tersebut telah ditarik dari rak-rak supermarket di Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda dan Sudan Selatan menyusul tuntutan dari kelompok pelindung konsumen di Kenya (Cofek)
Kelompok itu menyerukan agar pihak penjual lebih memperhatikan kesehatan konsumen mengingat mie instan Maggi telah dilarang di India lantaran mengandung timbal yang lebih tinggi daripada yang diizinkan di dalam sejumlah bungkusan.
Sejak seruan itu dilontarkan, Cofek mengatakan jaringan supermarket Tuskys dan Naivas sepakat untuk tidak lagi menjual mi instan Maggi. Bahkan, Biro Standar Kenya telah mengeluarkan seruan secara lisan untuk menarik produk tersebut.
Sementara itu, Nestle berkeras bahwa produk mi instan Maggi benar-benar aman untuk dikonsumsi.Sejak kekhawatiran mengenai timbal di bungkusan mie instan Maggi, Nestle mengaku telah menguji 1.000 bungkus mie instan tersebut dan menemukan kadar timbal berada dalam batas yang diperbolehkan aturan pangan. (bbc/rt/es)











