Franky Simatupang Diberhentikan dari Anggota

DPD IPK Sumut Lakukan Pembenahan

Medan, (Analisa). Dewan Pimpinan Daerah Ika­tan Pemuda Karya (DPD IPK) Provinsi Sumatera Utara mela­ku­­kan pembenahan dan perom­bakan pada susu­nan komposisi ke­pengurusan da­lam rangka mencapai target dan tujuan orga­nisasi.

Demikian dikatakan Ketua DPD IPK Sumut, Basirun pada jum­pa pers di Sekre­tariat DPD IPK Provinsi Sumatera Utara Ja­lan Pabrik Tenun Medan, Rabu (2/9).

“Pembenahan dan konsoli­da­si organi­sasi tidak hanya dila­ku­kan pada kepengu­rusan kabupa­ten /kota, namun juga di tubuh ke­pengurusan provinsi. Hal ini untuk memper­cepat terwujudnya program konso­lidasi organisasi di Sumut,” terang Basirun.

Ditambahkannya, pergantian pengurus merupakan hal yang wajar di satu organi­sasi. Pem­be­na­han dan konsolidasi dilaku­kan untuk meningkatkan kinerja pe­ngurus dan organisasi agar da­pat lebih maju dan mampu mem­be­ri­kan sumbangsih nyata bagi ma­syarakat dan lingkungan di ma­na organisasi tersebut berkip­rah.

Menurut Basirun, ada pengu­rus DPD IPK Sumut yang sudah berkali-kali dinasehati untuk te­tap satu visi dan misi dalam men­ca­pai tujuan organisasi, namun yang bersang­kutan selalu acuh dengan tidak mengin­dah­kan na­se­hat-nasehat pimpinan. Ma­lah melakukan tindakan-tindakan di luar kebijak­an organisasi.

“Bila hal ini terus dibiarkan, ten­tunya akan merusak jalannya roda organisasi IPK Sumut seca­ra keseluruhan. Sehingga, kita am­­bil tindakan tegas dengan me­me­catnya dari kepengu­ru­san,” tan­das Basirun.

Dijelaskan, pengurus yang di­pecat dimak­sud adalah Franky Si­matupang, ST, yang menjabat wakil ketua pada kepengu­rusan pe­riode 2015-2020.

Kata Basirun, dirinya secara pri­badi sudah sering menasehati Fran­ky Simatupang, namun ia ti­dak mematuhi dan selalu melang­gar kebijakan-kebijakan yang dihasilkan oleh organisasi.

“Sehingga untuk tidak meng­ganggu kinerja organisasi dan ruang gerak pengurus lain, maka Franky Simatupang secara resmi kita berhentikan dari jabatan Wa­kil Ketua DPD IPK Sumut mau­pun sebagai anggota IPK,” jelas Basirun.

Cukup Memuaskan

Ba­si­run yang didampingi Sek­re­taris Ir.Andi Atmoko Pang­gabean dan Ben­da­ha­ra Kok Beng Mardi menyebutkan, kinerja IPK Sumut secara global saat ini meng­ala­mi dinamika yang cu­kup memuaskan. Namun, tidak me­miliki tempat bagi pengurus yang tidak dapat mengikuti ritme dan dinamika organisasi yang saat ini tengah bergerak cepat.

Sekretaris DPD IPK Sumut, Ir.Andi Atmoko Panggabean me­minta kepada instansi dan lem­baga, baik pemerintahan maupun swasta, organisasi kemasyaraka­tan, TNI/Polri, OKP dan berbagai pi­hak agar tidak melayani anggo­ta-anggota IPK yang sudah diber­hen­tikan.

“Tembusan surat pember­hen­­tian nantinya kami ki­rimkan kepada pihak-pihak ter­kait, sehingga memiliki pega­ngan untuk menolak kader atau pengurus IPK yang sudah diber­henti­kan tersebut dalam kerja­sa­ma dan kemitraan,” kata Moko Pang­­gabean.

Hal ini dilakukan, tambah mantan Ketua KNPI Kota Medan ini, supaya tidak ada lagi oknum-oknum yang mengatasnamakan IPK Sumut untuk kepentingan pri­badi atau bahkan merusak na­ma baik organisasi.

“Dengan dikeluarkannya dari kepengu­rusan, maka sejak itu sepak terjang dan tin­dak-tanduk saudara Franky Simatupang tidak lagi mewakili atau berhu­bungan dengan DPD IPK Pro­vinsi Suma­tera Utara maupun de­ngan organi­sasi Ikatan Pemuda Karya umum­nya,” tegas Moko Panggabean.

Di penghujung pertemuan, Ba­­si­­run seba­gai ketua meng­im­bau dan menginstruk­sikan jajaran kepengurusan IPK di Provinsi Sumatera Utara, kabupaten/kota un­tuk terus menjaga soliditas, loyalitas dan kesetiaka­wanan dalam membesarkan organisasi ser­ta tidak lagi memberikan ak­ses dan informasi internal kepada Franky Simatupang.

“Saudara Franky Simatu­pang, mulai saat ini bukan lagi ang­­­gota Ikatan Pe­mu­da Karya (IPK),” te­gas Basirun mengakhiri ke­tera­ngan. (rama)

()

Baca Juga

Rekomendasi