Makanan Jajanan Pilihan yang Sehat dan Bergizi

Oleh: dr. Syamsul Bihar, MKed (Paru), Sp.P.

Pedagang, adapun pedagang kecil di kaki lima atau pedagang besar yang menjual segala, berusaha terus menerus untuk meningkatkan penghasilannya. Terkadang mereka lupa waktu, agar barang dagangannya bisa terjual dalam jumlah yang besar, agar penghasilannya bisa lebih baik dan lebih baik lagi.

Pekerja kantoran juga demikian. Para eksekutif yang merupakan pimpinan, selalu ingin meningkatkan prestasi pribadi dan juga penampilan perusahaan dan jawatannya. Kesibukan sedemikian menggeluti waktunya, sehingga kesempatan berada di rumah bersama dengan keluarganya akan semakin sedikit.

Pekerja rendahan di kantoran dan diperusahaan, lebih sibuk lagi. Untuk mencukupi pendapatannya yang sedikit, bahkan mungkin setiap bulannya harus berhutang kepada orang lain, mereka bekerja tidak mengenal lelah. Seusai pulang kantor, mereka mungkin harus bekerja sampingan lagi untuk menutupi kebutuhan rumah tangganya tadi.

Lain lagi anak sekolahan. Begitu padat waktu belajar disekolah sepanjang pagi sampai siang harinya, terkadang dibebani lagi dengan pelajaran tambahan disore hari. Malam hari mereka disibukkan pula dengan tugas yang harus selesai, karena akan diserahkan keesokan harinya. Orang tua anak-anak ini, selalu memacu putra dan putrinya, agar mereka tetap bisa berprestasi dan bisa menempati rangking yang baik dikelasnya.

Kondisi demikian sering kita semua hadapi, yang mau tidak mau akan menyebabkan orang terpaksa tidak bisa makan dirumah. Tidak makan dirumah, bisa tidak sempat sarapan pagi, karena terburu-buru harus berangkat kekantor atau ke sekolah. Tidak makan di rumah, bisa tidak makan pada siang harinya, walaupun sang isteri atau sang ibu menanti dengan makanan yang sudah susah payah disiapkannya, karena anak atau suami tidak dapat pulang pada siang harinya.

Dalam keadaan demikian untuk memenuhi kebutuhan perut yang tidak dapat ditunda, orang akan berusaha mencari makanan jajanan dikaki lima atau mencari makanan direstoran yang mewah. Ini tentunya tergantung dari keadaan keuangan masing-masing.

Beraneka ragam makanan jajanan

Pada kesempatan kali ini, kita tidak berceritera tentang makanan direstoran yang besar atau tempat jajanan di mal–mal yang mewah. Tetapi kita berceritera tentang makanan sederhana yang banyak dijual dikaki lima toko atau sekolahan, dijual ditempat–tempat keramaian, atau dijajakan dengan kereta sorong sepanjang jalan berkeliling kampung sampai ke pelosok yang terpencil.

Makanan seperti ini yang diproduksi dan dijual oleh pengusaha kecil sektor informal, dengan modal yang sangat terbatas, kita kenal sebagai makanan jajanan. Barangkali belum banyak peneliti yang mencoba membuat perhitungan berapa besar nilai ekonomi dari makanan jajanan ini. Tetapi rasanya tentu cukup besar, bisa saja nilai uang yang berputar disektor makanan jajanan ini sangat tidak kita duga-duga. Cobalah kita lihat pedagang makanan kecil dikaki lima atau dikantin-kantin sekolahan. Pada waktu istirahat, anak-anak menyerbu pedagang makanan jajanan ini. Anak-anak ini menikmati makanan kecil atau minuman ringan yang dijual oleh banyak pedagang disekolah tadi. Hampir semua sekolah dikampung atau dikota, dipenuhi oleh pedagang makanan jajanan itu.

Coba pula perhatikan pedagang jajanan di pasar atau dilorong kecil daerah pertokoan. Pada waktu istirahat dipagi hari, atau di waktu makan siang, pedagang makanan jajanan ini "diserbu" oleh pekerja kantoran atau pedagang kecil yang berjualan disekitarnya. Kesibukan sedemikian hebatnya pada waktutertentu, sehingga tidak ada tempat duduk lagi yang kosong. Kalau ini yang kita perhatikan, barangkali tidak salah taksiran  kita bahwa dikota Medan saja omset pedagang makanan jajanan ini barangkali jutaan rupiah setiap bulannya. Artinya pedagang jajanan ini, bukan saja dibutuhkan oleh mereka-mereka yang sibuk tadi, tetapi juga sebenarnya sektor makanan jajanan ini, merupakan sektor ekonomi yang potensial dan mampu menampung tenaga kerja dalam jumlah yang besar sekali.

Sehatkah makanan jajanan anda ?

Makanan jajanan dapat berupa apa saja. Mungkin berupa minuman ringan panas ataupun dingin, bisa pula merupakan makanan kecil yang digoreng, direbus ataupun disajikan tanpa perlu pengolahan, atau mungkin juga dalam bentuk makanan yang mengenyangkan pengganjal perut yang lapar, seperti umpamanya nasi sayur, gado-gado, pecal, mie goreng dan banyak lagi.

Karenanya makanan jajanan ini berdasarkan bentuk hidangan yang  dijual dan disajikan bisa terdiri dari:

1. Minuman ringan, seperti es buah, es cendol, es campur, air kelapa muda, air jeruk atau sekedar teh manis, kopi manis dan susu coklat manis. Minuman ini bisa dingin atau juga bisa panas, tergantung dari kebutuhan peminatnya. Minuman ringan seperti ini, bukan saja disajikan dalam cangkir atau gelas, tetapi juga bisa diminta untuk dimasukkan kedalam kantongan plastik disertakan pula dengan pipet penyedotnya.

2. Makanan kecil, berupa makanan cemilan atau kudapan. Biasanya makanan seperti ini merupakan kue-kue kecil yang direbus, digoreng atau juga bisa disajikan dalam bentuknya yang belum diolah. Termasuklah di sini pisang rebus atau pisang goreng, ubi rebus atau ubi goreng, lepat dengan berbagai bentuk dan namanya, kue lapis, pastel dan lain sebagainya. Makanan kecil seperti ini yang selalu dinikmati pada saat-saat istirahat disekolah atau dikantoran, atau juga disajikan pada sore hari sambil bersantai dengan keluarga disertai dengan secangkir teh ataupun kopi manis.

3. Makanan yang mengenyangkan, pengganjal perut yang kosong, dipagi hari karena tidak sempat sarapan, atau di siang hari karena tidak mungkin pulang ke rumah. Termasuklah disini : lontong,  gado-gado, pecal, nasi goreng, nasi soto, nasi campur, nasi uduk dan bentuk yang lain lagi.

Kalau minuman dan makanan kecil biasanya diperdagangkan dikaki lima atau dibawa keliling dengan kereta sorong keluar masuk kampung, maka makanan yang mengenyangkan biasanya dijual diwarung-warung yang banyak dijumpai dipinggir jalan atau dikantin-kantin dan kedai kopi kecil yang sederhana disekolah, dikampus atau didaerah perdagangan dan perkantoran yang ramai.

Perhatikan makanan jajanan anda

Makanan jajanan ini baik dalam bentuk minuman atau makanan, jangan hanya dilihat dari segi penampilannya yang menarik atau warnanya yang merangsang atau rasanya yang menyenangkan saja. Lebih dari itu semua, walaupun makanan jajanan ini bukanlah makanan kita sehari-hari (kecuali bagi orang-orang tertentu, yang barangkali sudah sangat sibuk), harus diperhatikan benar nilai gizi dan segi kebersihannya yang banyak berkaitan dengan kesehatan kita.

Bahan makanan yang terbuat dari biji-bijian, umbi-umbian ataupun kacang-kacangan, serta bahan makanan jajanan yang banyak mengandung gula, biasanya mempunyai kadar yang tinggi dengan karbohidrat. Bahan makanan jajanan yang terbuat dari bahan daging, telur, susu, ikan dan juga kacang-kacangan banyak mengandung zat protein.

Bahan makanan yang digoreng, bersantan ataupun juga jenis kacang -kacangan biasanya mengandung kadar yang cukup banyak dengan lemak.

Kita sudah tahu bahwa karbohidrat, lemak dan protein ini merupakan bahan yang kita butuhkan sehari-hari, jadi harus didapatkan dalam makanan kita. Karbohidrat dan juga lemak diperlukan untuk menghasilkan energi atau tenaga, sedangkan protein dibutuhkan untuk memelihara, mengganti jaringan yang rusak serta untuk membangun jaringan tubuh lainnya.

Barangkali juga perlu diketahui bahwa makanan jajanan juga mengandung bahan mineral besi (yang penting  pada proses pembentukan sel-sel darah merah), seperti makanan yang mengandung bahan daging, hati, ikan termasuk sate ayam atau sate kambing. Demikian juga beberapa bahan sayur-sayuran seperti yang didapat dalam pecal ataupun gado-gado mengandung zat besi ini.

Bagi mereka yang harus setiap saat makan diluar, juga untuk makan siangnya, mau tidak mau harus memperhatikan keseimbangan bahan makanan yang dimakannya setiap hari.  

Yakinkan makanan jajanan yang bersih

Disamping memperhatikan gizi yang didapati dalam makanan jajanan tadi, tentunya salah satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah faktor kebersihan dari makanan tersebut. Makanan yang bersih, yang diolah dengan baik, yang disimpan dengan sempurna dan disajikan dengan cara-cara yang baik pula, akan bebas dari kuman penyakit dan bahan lainnya yang berbahaya bagi kesehatan. Di antara kuman-kuman penyakit yang bisa mencemari bahan makanan, termasuk makanan jajanan, antara lain :

1. Golongan parasit

Termasuk dalam golongan ini adalah amuba dan bermacam cacing perut. Amuba  bisa menyebabkan penyakit disentri amuba,  sedangkan cacing perut bisa menimbulkan penyakit cacingan yang sebagian sudah kita kenal dengan baik. Penyakit Cacingan sering didapatkan karena bahan makanan sudah dicemari dengan telur cacing ini.

2. Golongan mikro-organisme

Bakteri Shigella, yang didapati dalam bahan makanan yang kurang bersih bisa menyebabkan penyakit disentri basiler. Sementara itu bakteri Salmonella, bisa menimbulkan penyakit tipus ataupun beberapa jenis penyakit para-tipus. Bakteri Streptokokus yang bisa juga didapati dalam makanan yang tidak bersih bisa menyebabkan demam dan gangguan saluran pernafasan. Disamping bakteri, mikro-organisme lain yang disebut sebagai virus, bisa pula menimbulkan penyakit kuning atau Hepatitis dan penyakit yang lainnya, kalau-kalau virus ini terdapat dalam makanan.

Bukan saja bahan makanan harus bebas dari kuman-kuman penyakit,  tetapi juga harus bebas dari berbagai bahan lainnya  yang berbahaya.

Bahan-bahan tersebut bisa merupakan:

1. Bahan Kimia

Ini bisa terjadi akibat kelalaian dari penjual makanan jajanan ketika mengolah bahan makanan yang dijualnya. Misalnya karena meletakkan insektisida (bahan pembasmi serangga) yang berdekatan dengan berbagai bumbu dapur. Pembungkus bahan makanan yang dibuat dari bahan logam, bisa juga menyebabkan keracunan bahan makanan dengan bahan logam tadi. Zat-zat kimia yang sering mencemari bahan makanan jajanan, antara lain : antimonium, arsen, kadmium, tembaga, sianida, timah hitam dan seng.

2. Bahan Toksin (racun)

Toksin atau racun dalam bahan makanan bisa:

a. Dihasilkan oleh mikro-organisme yang hidup dan berada dalam bahan makanan. Yang meracuni bahan makanan tersebut bukanlah mikroorganismenya, tetapi bahan racun yang dihasilkan oleh mikroorganisme itu. Toksin ini misalnya yang berasal dari kuman botulisme, stafilokokkus dan klostridium. 

b. Bahan makanan itu sendiri memang beracun. Tumbuh–tumbuhan yang mengandung racun ini misalnya : beberapa jenis cendawan, berbagai jenis kentang, jenis kacang–kacangan tertentu dan umbi-umbian tertentu pula.

Jenis hewan yang terkadang juga mengandung bahan beracun ini, antara lain : kerang, ketam dan lain-lain.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu anda perhatikan jika anda selalu makan di luar, jika anda selalu makan makanan jajanan. Perhatikan dengan benar bagaimana cara pengolahan, cara penyimpanan dan cara menyajikan dari bahan makanan jajanan yang selalu anda nikmati.

Bagaimanapun tentunya kita tidak ingin jatuh sakit karena makanan jajanan yang sesekali atau sering kali kita santap, pada saat kita tidak sempat makan di rumah. Sebenarnya tentu ada yang lebih aman dari bahan makanan jajanan ini, yaitu dengan mempergunakan bahan makanan jajanan yang sudah disiapkan dalam kemasan plastik, botol ataupun kaleng. Asal saja bahan makanan atau minuman ini belum kedaluwarsa dan kemasannya tidak rusak, biasanya makanan dan minuman seperti ini lebih terjamin kebersihannya.

Begitupun kita juga harus berhati-hati tentang kemungkinan adanya penambahan bahan-bahan kimia berupa penyedap rasa, bahan pewarna ataupun bahan pengawet yang mungkin dipergunakan. Belum lagi biasanya makanan dalam kemasan ini harganya lebih mahal dari makanan jajanan yang dijual dikaki lima, di warung-warung pinggir jalan ataupun yang dijajakan dengan kereta sorong sampai jauh ke kampung.

()

Baca Juga

Rekomendasi