TERLETAK 90 km dari ibukota negara bagian Shillong, di negara bagian Meghalaya terdapat desa Mawlynnong. Desa ini dijuluki sebagai Pirdaus karena kecantikan alam dan kebersihannya yang luar biasa.
Desa Mawlynnong berada pada ketinggian sekitar 490 kaki di atas permukaan laut. Cara terbaik mencapai Mawlynnong adalah dengan menyewa taksi baik pereorangan maupun carteran.
Desa Mawlynnong Meghalaya mendapat predikat desa paling bersih di dunia. Sebab, desa ini banyak ditumbuhi tanaman dan bunga-bunga cantik di sekitarnya. Tak ada tumpukan ataupun sampah yang bertebaran di jalan-jalan di desa itu.
Di setiap sudut jalan disediakan tempat sampah yang terbuat dari bambu. Di sejumlah ruas jalan di desa itu juga dipasangi papan peringatan berukuran besar yang melarang masyarakat membuang sampah sembarangan.
Selain memang peduli lingkungan, warga dan para relawan sangat rajin menyapu jalanan secara rutin hingga desa berpenduduk 500 jiwa itu senantiasa bersih.
Ternyata, budaya hidup bersih sudah diterapkan sejak 130 tahun silam di desa tersebut ketika wabah kolera melanda.
Seorang pendeta mengatakan pada nenek moyang para warga bahwa menjaga kebersihan badan, makanan, rumah, dan lingkungan bisa melindungi diri mereka dari kolera.
Sejak itulah mereka benar-benar menjaga kebersihan dan bahkan melarang wisatawan datang ke wilayah mereka. Barulah pada tahun 2003 larangan tersebut dihapus.
Hidup dalam lingkungan bersih dan asri tentu menjadi idaman setiap orang. Namun, tidak semua orang punya kesadaran dalam menjaga kebersihan itu.
Kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat yang berdomisili di sekitarnya.
Biasanya, lingkungan bersih dan asri identik dengan desa. Lain halnya dengan kehidupan di kota yang banyak polusi, baik sampah maupun udara yang bikin orang sumpek.
Satu lagi desa yang terkenal paling bersih adalah desa Gietboorn. Desa yang terletak di Overijssel, Belanda ini dikenal sangat asri lantaran bebas asap kendaraan bermotor. Hal itu sangat beralasan karena tidak ada jalan raya di desa ini.
Hanya ada kanal-kanal dan jalan setapak yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Akses utama transportasi di desa ini yakni sebuah kanal sepanjang empat kilometer.
Saking asri dengan pepohonan rindangnya, desa berpenduduk 2.620 jiwa itu mendapat julukan ‘Venesia dari Belanda’. Tak pelak desa ini menjadi salah satu objek wisata terpopuler di negeri kincir angin itu. (bmbc/amp/lot/es)











