Paluta, (Analisa). Ribuan warga Gunung Tua dan sekitarnya, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) memadati Sungai Batang Pane di Desa Gunung Tua Tonga, Minggu (5/6).
Selain tempat pemandian itu, tempat pemandian yang ada di berbagai wilayah se Paluta juga dipadati warga untuk ritual "marpangir" yang telah menjadi rutinitas setiap jelang Ramadan dan berlangsung secara turun temurun bagi masyarakat.
Para warga yang didominasi kaum ibu dan muda-mudi ini mulai memadati sungai sejak pagi hingga sore dengan beragam jenis kendaraan.
Tak hanya dari Gunung Tua, pengunjung juga datang dari luar daerah Paluta termasuk dari Kota Padangsidimpuan, Padang Lawas (Palas), Langgapayung, Labuhanbatu Selatan bahkan dari Tapsel.
Tondi (19), warga Binanga, Kabupaten Padang Lawas (Palas) yang datang bersama keluarga mengaku sampai di sudut pinggiran sungai batangpane di desa Gunungtua Tonga hanya untuk menikmati pemandangan dan melihat warga "marpangir" sambil bakar ikan.
“Suasana sungai di sini lebih nyaman dan asri, makanya kami sengaja datang ke Gunung Tua Tonga ini,” ungkapnya.
Senada disampaikan Indah Siregar (32). Ia telah jauh hari sudah merencanakan untuk “marpangir” di lokasi Sungai Batang Pane. Apalagi saat ini dalam suasana liburan sangat cocok membawa keluarga.
Ibu yang telah memiliki anak tiga ini menambahkan kebiasaan setiap tahun menjelang Ramadan tradisi Marpangir telah dilakukannya bersama keluarga. Tidak ada harapan yang aneh-aneh kecuali untuk membersihkan diri menyambut datangnya Ramadan.
"Intinya kami hanya makan dan berkumpul bersama keluarga, karena sudah tradisi setiap tahun," ungkapnya.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Gunung Tua Tonga, Tongku Banua Sadesa Harahap menyebutkan, sudah menjadi tradisi di wilayahnya, sungai Batang Pane dipadati warga jelang Ramadan.
Menurutnya, sejumlah pengunjung berasal dari berbagai daerah dan lokal sejak pagi sudah memadati sungai. Ditambah lagi cuaca nampak cerah, bahkan sejumlah pedagang juga memadati lokasi untuk berjualan hingga sore.
Situasi ini menyebabkan arus lalulintas menuju Desa Gunung Tua Tonga dari dua arah padat. Meski menjadi perdebatan bagi sejumlah kalangan tradisi marpangir dan mandi ini telah menjadi semacam motivasi sebagai kesiapan diri melaksanakan ibadah.
Pemandangan serupa juga terlihat di Aek Batang Galoga, Aek Sungai Durian, Aek Panantanan dan Irigasi Batang Ilung. (ong)











