Tradisi mandi air pangir atau mereka yang biasa menyebutnya marpangir, merupakan tradisi mandi sebelum tanggal 1 ramadan, yang menggunakan air rebusan khusus, setelah sebelumnya dicampur dengan rempah-rempah yang khas. Seperti diketahui marpangir sendiri merupakan tradisi mandi umat muslim di Tapanuli Selatan (batak Mandailing) seperti halnya tradisi mandi balimau mereka yang bersuku Melayu.
.Ardiyar (34) salah satu warga Jalan Sisingamangaraja ini mengatakan, tradisi mandi pangir sudah menjadi kegiatan rutin dirinya dan keluarganya dalam menyambut datangnya bulan ramadan tiap tahunnya. Menurut dia, tradisi mandi pangir itu telah turun temurun dilakukan orang tunya terdahulu dan hingga kini masih ia ikuti. "Mandi pangir sendiri dalam keluarga kami dilakukan hanya sebagai wujud rasa suka cita saja dalam menyambut Ramadan, karena ramuan pangir yang harum membuat tubuh terasa segar setelah mandi, dan bersiap melakukan ibadah puasa esok harinya, tetapi tetap niat iabadah yang utama dalam menjalankan puasa" ujar Ardiyar yang bersuku Jawa tersebut.
Terpisah, sejumlah pedagang ramuan pangir di Pasar Bakti Medan, menjadikan tradisi ini sebagai berkat rezeki tahunan bagi mereka. Siti salah satu pedagang mengaku dapat menjual sedikitnya 100-150 ikat pangir. Ramuan yang berisikan daun pandan wangi, serai, daun kalkausar dan beberapa rampah lainnya ia jual seharga Rp 3000 perikatnya. "Biasanya pembeli ramai pada H-1 sebelum puasa, hasil penjualannya pun lumayan dan menguntungkan," ungkap Siti.
Selain tradisi marpangir, ada pula tradisilainnya dalam menyambut datangnya Ramadan, yakni tradisi meugang. Mak meugang terkadang di Aceh bagian utara mereka menyebutnya, merupakan tradisi masyarakat Aceh memasak masakan daging bersama anggota keluarganya, tepatnya sehari sebelum 1 Ramadan. Zora (26) salah satu warga Aceh yang telah lama menetap di Medan, mengatakan tradisi meugang telah menjadi tradisi bagi keluarganya dalam menyambut datangnya 1 Ramadan. "Tidak harus masak daging lembu, namun bisa diganti dengan daging ayam. Hal in dapat diartikan sebagai sebuah makna, menyambut 1 Ramadan dengan memersiapkan menu makanan yang dapat menggugah selera, untuk disantap saat sahur pertama, agar puasanya lancar," terannya. (batu)











