Masih Muda, Sukses Bangun Bisnis Digital

PENGUSAHA muda Antho­ny Leong, sukses mela­koni bisnisnya dengan modal strategi digital. Pria berusia 24 tahun asal Me­dan ini mempunyai semangat juang yang dapat menginspirasi anak muda tanah air.

Ia ke Jakarta setelah berta­hun tinggal di Medan. Diakui­nya, hijrah me­mang bukan perkara mudah. Ia dituntut un­tuk cepat bera­dap­tasi dengan lingkungan baru. “Namanya merantau tentu perlu per­juang­an, Kalau semangat perantau kan berbeda,” kata pria kelahiran tahun 1992 ini.

Perkenalannya pada dunia digital dan sosial media nyata­nya mampu menga­sah kreati­vitasnya. Ia awalnya ha­nya meng­gunakan sosial me­dia sebagai hiburan. Namun, ia melihat peluang lain dari trend tek­nologi saat ini.

“Karena sering menggu­na­kan sosial media, kemudian saya berpikir bagai­mana sosial media dan dunia digital ini bisa melahirkan ide-ide kreatif dan strategis untuk men­­dukung kampanye. Tek­no­logi harus bisa membe­rikan manfaat untuk bisnis atau ke­hidupan manusia sehari-hari,” ujarnya.

Pemikiran itulah yang meng­giring­nya untuk mene­kuni bisnis digital mar­keting secara profesional. Memba­ngun bisnis dengan modal minim justru menantangnya untuk terus berpikir kreatif demi memberikan solusi strategis untuk klien.

“Kadang kita harus ber­pe­ri­laku seperti anak kecil yang selalu mencoba hal baru tanpa memikirkan kemung­kinan kesalahan atau risiko. Karena buat saya, ketika seseorang sudah punya keahlian dan ilmu, take a step and do lebih penting. Kesalahan dan kega­galan hanyalah proses belajar dan pende­wasaan. Setiap fase kehidupan harus kita nikmati,” tuturnya.

Pada 2012 silam, Anthony mendiri­kan Mulia Creative House, sebuah agensi digital terintegrasi di bawah naungan PT Mulia Bestari Media. Ia pun mengembangkan sayap bisnisnya dengan mendirikan portal berita BisnisPost.com

Tak puas dengan bisnis­nya, ia pun mengembangkan perusahaan konsultan ber­sama rekannya, Menara Digi­tal Enterprise di bawah PT Indo Menara Digital, konsultan digital marketing yang berfo­kus pada layanan real-time brand communication dengan menye­dia­kan solusi digital marketing terpadu.

Kemudian, awal 2016 ber­sa­ma sejumlah rekannya men­di­ri­kan startup yang ber­ba­sis portal e-commerce untuk diskon merchant yang fokus pada pariwisata dan kuliner di bawah naungan PT Belanja PIK Indonesia.

Strategi

Dalam menjalankan bisnis digital marketing-nya, ia fokus pada strategi search engine optimization (SEO), branding, dan iklan digital. Melalui stra­te­gi ini, suatu situs dapat di tempatkan di halaman perta­ma mesin pencari seperti Google. Strategi ini diyakini­nya dapat membantu mening­katkan pema­saran jasa atau produk. “Kami memaha­mi algorit­ma Google sehingga menun­tut kami sebagai tim digital marketing untuk terus bera­dap­tasi dengan perubah­an al­go­ritma mesin pencari,” ujarnya.

Dari strategi SEO ini pula­lah ia mendapat banyak calon pelanggan, dan mendapat kon­taknya dari mesin pencari. Anthony memang tak main-main menjalankan bisnisnya. Di tangannya, timnya telah ber­hasil memberikan solusi digital marketing untuk klien-klien dari berbagai industri, se­­perti layanan transportasi, teks­til, hotel, kontraktor, ke­ma­s­an makanan, dan sebagai­nya.

Belum lagi layanan perso­nal bran­ding dan strategi kam­panye politik yang ia berikan untuk sejumlah kandidat pe­milihan kepala daerah (Pilka­da), pim­pinan organisasi profe­si, hingga salah satu kandidat calon presiden Indonesia.

Namun, saat ditanya soal pro­fit, ia enggan mengutara­kannya. “Bisnis kan enggak cu­ma soal profit dan deretan nama klien,” tukasnya.

Buka Peluang Bisnis

Ia berhasil membuktikan diri dengan membuka peluang bisnis bagi teman-temannya, serta aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang rutin ia gelar.

Dalam kesibukan memba­ngun bisnis, Ia pun memiliki kon­tribusi yang besar pada dunia or­ga­nisasi kepemu­daan Indo­nesia. Ia pun turut aktif dalam menjadi bagian dari organisasi kepe­mudaan internasional yang terafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bernama Junior Chamber Interna­tional (JCI). Bahkan menjabat sebagai Wakil Presiden JCI Jakarta.

Selain JCI, ia juga turut aktif di organisasi pengusaha muda ter­besar dan tertua di Asia Teng­gara yakni Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan juga Ketua Bidang Pember­daya­an Startup & Inkubator Perhim­punan Jasa Kantor Bersama Indonesia (PERJAKBI).

Ia berharap, industri yang ia geluti dapat berkembang lebih baik dengan du­kungan pemerin­tah. “Pemerintah harus memfasi­litasi industri kreatif digital untuk kemudian bisa memba­ngun sistem dalam mendukung UKM (usaha kecil menengah) di Indo­nesia. Ini penting supaya ekono­mi kita bisa maju dan bersaing di pasar bebas,” ujarnya.

Meski layanan bisnis dan pemiki­rannya telah memberikan kontribusi posi­tif, Anthony tak henti berjuang untuk membawa mimpinya lebih tinggi. “Iba­ratnya, proses mewujudkan mim­pi itu seperti naik elevator. Kita tahu lantai yang kita tuju. Entah lift tersebut rusak di tengah jalan, penuh sesak, korsleting, atau bahkan kita meninggal di dalamnya, kita akan tetap sampai di lantai yang kita ingin­kan. Fokus adalah kuncinya,” tegasnya. (vn)

()

Baca Juga

Rekomendasi