FORBIDDEN City atau Kota Terlarang, sering disebut juga dengan "Istana Terlarang", terletak persis di tengah-tengah kota kuno Beijing, merupakan istana kerajaan selama periode Dinasti Ming dan Dinasti Qing.
Kota Terlarang, oleh UNESCO disebut merupakan koleksi terbesar struktur kayu kuno di dunia, dan terdaftar sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1987 sebagai "Istana Kerajaan Dinasti Ming dan Qing".
Lokasi istana kerajaan berada di utara dari lapangan Tiananmen dan dapat diakses dari lapangan tersebut melalui Gerbang Tiananmen dan dikelilingi oleh suatu wilayah luas yang disebut Kota Kerajaan.
Pada 20 Juli lalu, ibukota Negeri Panda itu diterjang hujan badai dahsyat sehingga banyak jalan terendam banjir. Cuaca ekstrem tadi telah merenggut korban jiwa dan hilang.
Pada tanggal itu, sebagian besar kota terdampak badai dahsyat, tapi pejabat istana Sina Weibo menyatakan, lokasi bersejarah itu merupakan salah satu dari beberapa area yang masih tetap beroperasi alias buka.
Kota Terlarang bersejarah di Tiongkok ini selamat dari amuk banjir yang melanda ibukota.
Ternyata karena bekas istana berumur 600 tahun yang sebelumnya menjadi tempat tinggal Kaisar Tiongkok itu, memiliki sistem drainase (pembuangan air) canggih yang memungkinkan tempat itu tetap kering dan bisa tetap terbuka bagi wisatawan.
“Sistem drainase kuno melindunginya saat hujan deras dan banjir besar baru-baru ini,” ujar pihak berwenang seperti dikutip dari BBC, Selasa.
Sekitar 30.000 turis mengunjungi Istana Terlarang selama badai,” demikian menurut informasi yang diposting di Weibo.
Tenaga Manusia
Pihak istana juga menerbitkan serangkaian gambar pada Weibo, menunjukkan banjir besar di halaman bangunan kuno itu. Tak menjadi masalah besar karena sistem drainase terlihat menyedot air.
Media pemerintah mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya menyatakan, kombinasi cerdik dari halaman yang miring, bangunan dan saluran air bawah tanah membuat air bisa surut dalam 20 menit.
Tiongkok telah berjuang mengatasi banjir parah sepanjang sejarah dan perancang Kota Terlarang telah menyadari perlunya untuk membangun pertahanan penangkal air bah.
Terletak di jantung Kota Beijing, Tiongkok, Kota Terlarang menjadi kediaman para Kaisar Tiongkok selama hampir 500 tahun.
Dari Dinasti Ming dan Qing. Istana megah itu dibangun sejak 1406, terdiri dari 980 bangunan dan luasnya 720 ribu meter persegi. Butuh waktu 14 tahun dan keringat jutaan pekerja untuk mewujudkannya.
Meski kekaisaran telah runtuh, keberadaan kaum bangsawan tinggal masa lalu, istana tersebut tetap kokoh berdiri hingga kini. Tempat bersejarah itu menjadi ciri khas (ikon) Beijing sekaligus destinasi wisata populer.
Kompleks raksasa itu dibangun tanpa campur tangan magis, apalagi jin, kecuali tenaga manusia. Pada masa itu, material pembangunnya berupa batu-batu besar berukuran panjang 9,5 meter dan berat 135 ton dipindahkan dengan cara ditarik di permukaan lapisan es selama musim dingin.
Para ilmuwan mengkalkulasi, dengan cara itu hanya dibutuhkan tenaga kerja berjumlah 46 orang untuk menarik batu seberat 123 ton dari tambang ke Forbidden City. (chd/shg/bbc/es)











