Oleh: Sari Ramadhani
EKSPRESI gembira terpancar dari wajah Zainedi Syahputra. Kebahagiaannya membuncah karena tidak menyangka akan memiliki bayi kembar empat sekaligus. Tuhan memberinya dua pasang anak laki-laki dan perempuan. Ini menjadi rezeki tak terkira baginya dan keluarga.
Zainedi bercerita, istrinya, Silvia Arlin (33), pernah mendapat empat burung kecil dalam mimpinya. Namun, dia tidak terpikir sama sekali hal ini berkaitan dengan program inseminasi yang dijalankan bersama sang istri tahun lalu.
“Istri bermimpi seperti itu tiga minggu selama menjalani proses inseminasi di Rumah Sakit Ibu dan Anak Stella Maris dan kemudian dinyatakan hamil. Saya tidak menyangka anak kami sama dengan jumlah burung di mimpinya,” ungkap pria 34 tahun itu.
Kondisi kehamilan kembar empat baru diketahui pada rentang usia empat hingga enam bulan kehamilan. Dia mengaku besar kehamilan istrinya tidak seperti ibu hamil pada umumnya dalam usia kandungan yang sama.
“Perut istri saya besarnya tidak seperti mengandung satu bayi saja. Dia juga susah jalan dan kebanyakan rebahan di rumah,” ujarnya.
Saat usia kandungan mencapai 33 minggu, dokter menyarankan Silvia untuk melahirkan. Bayi dengan kondisi kembar empat sangat rentan jika harus menunggu dilahirkan hingga usia kehamilan 36 sampai 40 minggu.
Bayi pertama dari kembar empat anak pasangan Zainedi-Silvia lahir Selasa (14/3), pukul 06.14 WIB. Kemudian menyusul tiga bayi lainnya. Jarak kelahiran antarbayi sekitar satu menit.
Mendapat empat anak sekaligus memang tidak disangka-sangka Zainedi. Karena, pria yang bekerja sebagai personel Propam Polres Binjai ini sempat tidak memiliki anak hingga enam tahun usia pernikahannya dengan Silvia.
Sekarang, dengan memiliki empat anak, dua pasang sekaligus, dia masih percaya dengan pepatah lama “Banyak anak banyak rezeki”.
“Saya enam tahun tidak mempunyai anak. Saya sudah melakukan berbagai cara, termasuk program inseminasi.
Jadi, berapa pun Allah SWT memberikan saya anak, saya berjanji akan menyanggupinya karena ini ‘kan rezeki dan titipan dari Tuhan,” tutur warga Sunggal itu.
Operasi caesar
Keempat bayi mungil itu lahir dengan proses operasi caesar. Dua bayi pertama berjenis kelamin perempuan dengan masing-masing berat badan 1.625 gram dan 1.535 gram. Kemudian dua bayi selanjutnya laki-laki dengan berat badan 1.650 gram dan 1.765 gram. Empat bayi kembarnya lahir prematur dengan panjang badan masing-masing 42 cm, 40 cm, 42 cm dan 42 cm.
Sebelum memiliki bayi kembar empat, dia juga pernah memiliki seorang putri melalui program inseminasi. Namun, anak satu-satunya tersebut meninggal karena diduga terjangkit demam berdarah. Anak pertamanya hanya mampu bertahan hidup hingga usia dua tahun empat bulan.
Dengan adanya empat bayi ini, kesedihannya karena kehilangan anak pertama bisa sedikit terobati. Meskipun ia mengaku masih belum memikirkan ke depan untuk perawatan bayi-bayinya yang lucu.
“Untuk perawatannya, saya dan istri belum tahu akan menggunakan jasa baby sitter atau tidak. Kami masih fokus perawatan di rumah sakit. Setelah keluar dari sini akan dipikirkan,” tutur pria beralis tebal tersebut.
Dia berjanji akan merawat keempat anaknya dengan penuh kasih sayang. Zainedi dan istri juga sudah memberi nama untuk keempat bayi mungilnya. Sesuai urutannya, nama tersebut adalah Raline Shakinah, Innayah Shakinah, Imam Al Rasyid dan Muhammad Azka.
Dia percaya, nama adalah doa serta harapan orangtua kepada buah hatinya.
Ahli kandungan, Dr dr Binarwan Halim MKed (OG) SpOG(K) FICS (Obgyn) menambahkan, manajemen RSIA Medan sangat senang menyambut kelahiran bayi kembar empat tersebut. Saat ini, kondisi ibu dari bayi-bayi itu stabil dan sedang dalam tahap pemulihan di ruang rawat inap.
“Pasangan ini sudah bersama kami sejak anak pertama program inseminasi. Putri pertamanya lahir pada 2013 dengan berat 4,3 kg,” katanya.
Dikatakannya, tiga tahun setelah anak pertamanya, pasangan suami istri ini akhirnya menjalani program inseminasi lagi. Mereka mendapatkan rezeki bayi kembar empat. Kehamilan seperti ini umumnya tidak sampai usia 40 minggu. Ibunya melahirkan pada umur 33 minggu.
“Saat ini, keempat bayi kembar itu dalam keadaan sehat dan masih dirawat di ruangan Neonatal Intensive Care Unit Baby,” pungkasnya.










