KERAJAAN Inggris sangat luas. Dimulai dengan beberapa koloni semasa Ratu Elizabeth I, hingga abad ke-17 dan ke-18. Luas wilayahnya mengalami penyusutan tahun 1776 ketika beberapa koloni Amerika Utara memutuskan melepaskan diri.
Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Irlandia secara efektif menjadi negara merdeka antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II.
Tren ini terus berlanjut setelah Perang Dunia II, karena India dan banyak negara Afrika serta Asia memperoleh kemerdekaan. Menjelang akhir 1960-an, hanya tersisa sedikit koloni Inggris.
Sebagian besar wilayah luar adalah pulau-pulau dan banyak dari mereka memiliki cerita yang menakjubkan. Berikut beberapa pulau yang pernah menjadi koloni kerajaan Inggris:
1. Tristan da Cunha
Tristan da Cunha adalah gugusan kepulauan terpencil dan tak berpenghuni di dunia. Terletak di selatan Samudra Atlantik, 2.816 km dari Afrika Selatan dan 3.360 km dari Amerika Selatan.
Kepulauan ini merupakan suatu wilayah di seberang laut Britania Raya, bersama dengan Saint Helena dan Ascension.
Kepulauan ini pertama kali ditemukan penjelajah Portugis pada tahun 1506 bernama Tristão da Cunha, walaupun kondisi laut pada waktu itu tidak memungkinkannya untuk berlabuh.
Kemudian dia memberi nama pulau utama dalam gugus kepulauan itu dengan menggunakan namanya sendiri, Ilha de Tristão da Cunha, yang kemudian berubah menjadi Tristan da Cunha.
2. Diego García
Tempat ini adalah karang atol dan pulau terbesar di Kepulauan Chagos. Pulau ini termasuk wilayah Teritori Samudra Hindia Britania.
Terletak di Samudra Hindia, sekitar 1.600 km (1.000 mil) sebelah selatan pesisir selatan India. Negara terdekat pulau ini adalah Sri Lanka dan Maladewa.
Bangsa Portugis merupakan orang Eropa pertama yang mencapai dan melakukan penjelajahan Pulau Diego Garcia. Penjelajah Pêro de Mascarenhas dianggap sebagai penemu ketika berlayar di bawah kepemimpinan Dom Garcia de Noronha pada tahun 1512-1513.
Pada tahun 1960, Kepulauan Chagos secara rahasia disewakan kepada Inggris, lepas dari Mauritius dengan maksud mengusir seluruh penduduknya dan mendirikan pos militer.
Tahun 1971, Britania Raya dan AS menyetujui perjanjian di mana kelak pulau ini akan didirikan pos militer.
Sejak itu, Britania Raya menerapkan depopulasi Diego Garcia yang sangat kontroversi, mendeportasi keseluruhan 2.000 penduduk pulau ini, keturunan budak Afrika dan pekerja Hindu yang dibawa ke pulau ini oleh Prancis pada abad ke-18, ke pulau-pulau sekitarnya, termasuk Mauritius, yang berjarak 1.200 mil.
3. Pitcairn
Kepulauan Pitcairn merupakan guguasan dari lima pulau, di mana hanya Pulau Pitcairn yang dihuni, terletak di selatan Samudra Pasifik, satu-satunya koloni Inggris di Pasifik.
Kepulauan ini terkenal terutama karena penghuni aslinya ialah para pembajak kapal HMAV Bounty, serta warga Tahiti yang turut dibawa para pembajak, seperti yang diceritakan di novel Mutiny on the Bounty, yang menjadi tema beberapa film.
Pemukim pertama di Kepulauan Pitcairn adalah orang Polinesia. Mereka tampaknya telah tinggal di P. Pitcairn dan P. Henderson, serta P. Mangareva 400 kilometer (250 mil) di barat laut, selama beberapa abad.
Meskipun sebagian arkeolog percaya bahwa orang Polinesia tinggal di Pitcairn hingga akhir abad ke-15, pulau-pulau tersebut tidak berpenghuni ketika mereka ditemukan kembali oleh orang Eropa.
4. Montserrat
Montserrat adalah sebuah pulau di Laut Karibia yang berstatus wilayah luar negeri Britania Raya. Christopher Columbus menamakan pulau ini "Montserrat", berdasarkan sebuah gunung dengan nama yang sama di Spanyol.
Plymouth adalah ibukota Montserrat, sebuah pulau di Karibia milik Britania, yang diluluhlantakkan gunung berapi pada tahun 1995-1997. (Foto abu vulkanik setinggi lampu jalan)
5. Saint Helena
Saint Helene adalah sebuah pulau di sebelah selatan Samudra Atlantik, 2.800 km sebelah barat pesisir Angola.
Pulau Saint Helena termasyhur karena Napoleon Bonaparte pernah dibuang di sini. Dia berada di pulau ini antara tahun 1816 dan meninggal pada tahun 1821. Jumlah penduduk St. Helena tercatat pada 1 September 2006 sebesar 3.926 jiwa.
6. Pulau Ascension
Terletak di tengah Samudera Atlantik, pulau ini dioperasikan sebagai pangkalan Angkatan Laut Kerajaan Inggris dari tahun 1815. Pada saat ini, pulau itu tidak memiliki pohon dan sedikit vegetasi sejenis.
Secara geologis, pulau itu terbentuk sekitar satu juta tahun lalu dari magma panas dari gunung berapi bawah laut sepanjang Mid-Atlantic Ridge. Dan sampai tahun 1850,pulau itu menjadi pulau tandus. (wkp/listvs/es)

Diego García














