Darah dalam Ritual Kepercayaan dan Kecantikan

BERADA di sebuah desa di Haiti utara yang selama dua hari setiap bulan Juli menjadi festival/perayaan para penganut agama Voodoo.

Ribuan warga Haiti menempuh perjala­nan ke Plaine-du-Nord dengan menum­pang bus atau naik kendaraan pribadi se­lama beberapa jam menuju Plaine-du-Nord tempat festival tahunan untuk me­rayakan sebuah agama yang merupakan bagian integral dari kehidupan bagi banyak orang di sana.

Para peziarah melakukan ri­tual mandi lumpur, menyalakan lilin dan membuat persembahan kepada roh-roh. Voodoo be­rasal dari Karibia dan dikembangkan pada masa Kekaisaran Perancis di abad ke-18 di antara budak Afrika Ba­rat ketika budak-budak Afrika dipaksa untuk masuk agama Kristen.

Vooodoo juga menggabungkan unsur-unsur dan simbolisme dari bangsa Afrika lainnya termasuk Yoruba dan Kongo, serta Taino keyakinan agama, Katolik Roma, dan spiritualitas Eropa termasuk mistisis­me, Freemasonry, dan pengaruh lainnya. Di Haiti, praktek ini dikecam dan me­reka menyebut festival ini sebagai pe­nyem­bah setan oleh hampir semua Protes­tan Haiti.

Seorang peziarah Voodoo berdoa sambil berjalan melangkah kaki mendaki gunung di Plaine-du-Nord, Haiti.

Peziarah membawa bunga, rum, lilin, daging dan melemparkannya ke dalam lum­pur sebagai persembahan

Melansir dari dailymail.co.uk Di Plaine-du-Nord, orang berdoa dan mem­buat persembahan di gereja Katolik St. James, yang dikenal sebagai Ogoun Ferail­le dan dihormati oleh pengikut Voodoo.

Mereka kemudian melakukan perja­lanan yang memakanan waktu sampai se­kitar tiga jam berjalan kaki ke puncak gunung yang di tempat itu terdapat benteng negara citadel yang di bangun pada abad 19, di mana St. James diyakini pernah muncul.

Ini adalah salah satu dari dua ritual penting penganut Voodoo yang terjadi pada bulan Juli di Haiti.

Adapun ritual lainnya adalah di air terjun yang mengalir dari Saut d'Eau di Haiti tengah, di mana orang berkumpul dan menggosok tubuh mereka dengan daun aromatik dan sabun.

Para penganut voodoo juga berkumpul di sebuah gereja Katolik terdekat untuk ber­doa kepada Bunda Maria.

Cantik

Soal penggunaan darah sebagai bagian dari kegiatan ritual ternyata juga ada di Amerika Serikat. Cuma ritual yang dimak­sud disini hanya dilakukan oleh segelintir orang saja.  Lihat saja ada seorang model cantik Amerika Serikat rela melakukan ritual aneh buat kecantikan yakni mandi dengan darah babi.

Menurutnya, inilah satu-satunya cara untuk mempertahankan penampilan mu­danya. Namanya Chanel, gadis 19 ta­hun asal california ini yang melakukan metode unik dan dirinya juga sebagai peng­anut vegetarian.

Ritual aneh mandi darah babi ini dila­ku­kan agar kulitnya semakin cerah dan berseri-seri se­hingga selalu terlihat awet muda. Chanel bukanlah wanita per­tama yang mencoba ritual unik ini, di­yakini prak­tek kecantikan menutupi tubuh de­ngan mandi keramas darah babi sudah berlangsung ribuan tahun sejak dari jaman nenek moyang.

Untuk itu, dalam episode ta­yangan terbaru MTV True Life yang berjudul I’m Obsessed With Staying Young channel membeberkan rahasia awet mudanya. Diri­nya berkomentar bahwa ia sangat takut kulitnya suatu hari akan keriput dan bagian lipatan kulit menjadi ekstra longgar.

Fenomena aneh mandi darah babi me­mang terdengar seperti cerita di abad ke 16 dimana terinspirasi dari kisah Elisabeth Bathory yang membunuh ratusan pe­rem­puan yang masih perawan, untuk diambil darahnya dan dipakai mandi agar tetap awet muda.

Padahal, mandi dari berbagai jenis susu pun yang sering dilakukan oleh salon kecantikan wanita belum terbukti secara ilmiah apalagi metoda anti penuaan (Aging) dengan mandi darah babi yang sangat tidak higienis dan sangat ren­tan akan penyakit menular.

Miris terdengar memang, sampai-sampai artis kaliber dunia Kim Kardas­hian, Ange­lina Jolie dan Lady Gaga mela­ku­kan pe­rawatan wajah (facial) dengan me­nyem­protkan darah trombosit yang diambil dari tangannya sendiri. (dmc/atc/kac/ar)

()

Baca Juga

Rekomendasi