Tragedi di Lae Markelang: Keluar Malam Naik Motor, Lansia Ditemukan Tewas di Dasar Sungai (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sidikalang – Niat hati ingin melepas rindu ke kampung halaman orang tua berujung duka mendalam.
Jonner Sihotang (60), seorang pria lansia, ditemukan tewas mengenaskan di dasar sungai Dusun 3 Barisan Sihotang, Desa Lae Markelang, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi, Minggu (24/5).
Korban diduga mengalami kecelakaan tunggal hingga sepeda motor yang dikendarainya terjun bebas ke dalam jurang berarus sungai.
Kabar pilu tersebut dibenarkan oleh Camat Siempat Nempu Hilir, Mida Deliana Rajagukguk. Ia menceritakan bahwa korban sebenarnya bukan penduduk asli desa setempat, melainkan warga perantauan yang sedang berkunjung.
“Benar, telah ditemukan satu orang dalam kondisi tak bernyawa di dalam jurang yang dialiri sungai. Sepeda motor dan jasad korban ditemukan bersamaan di dasar sungai,” ujar Mida saat dikonfirmasi, Senin (25/5).
Petaka ini bermula pada Sabtu (23/5) malam. Saat itu, Jonner pamit keluar rumah orang tuanya dengan mengendarai sepeda motor. Namun hingga larut malam, pria paruh baya tersebut tak kunjung kembali, membuat pihak keluarga cemas dan melakukan pencarian.
Misteri hilangnya Jonner akhirnya terjawab keesokan harinya. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang anak setempat yang hendak mandi di sungai tersebut. Melihat ada tubuh pria dan sepeda motor di dasar air, anak tersebut langsung berlari melaporkan temuannya kepada warga dan perangkat desa.
Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa dan personel Polsek setempat langsung bergerak cepat ke lokasi untuk mengevakuasi jasad korban serta mengangkat sepeda motornya dari dasar sungai.
Di tempat terpisah, Anggota DPRD Dairi asal Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Juangga Siaban, turut menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah ini. Ia membeberkan bahwa Jonner baru saja pulang merantau dari Pekanbaru, Riau.
Tragedi ini terasa kian menyayat hati lantaran korban diketahui baru saja kehilangan pendamping hidupnya beberapa bulan lalu.
"Beliau baru pulang dari Pekanbaru. Statusnya duda, karena istrinya baru saja wafat sekitar empat bulan yang lalu," ungkap Juangga lirih.
Kini jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka untuk disemayamkan.
Pihak kepolisian pun mengimbau warga dan pengendara untuk ekstra hati-hati saat berkendara pada malam hari, terutama di jalur-jalur yang minim penerangan dan dekat dengan kawasan jurang atau sungai.
(SSR/RZD)