Rusak Papan Bunga, Kadis Satpol PP Dituntut Tanggung Jawab (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sidikalang - Pengusaha papan bunga Chece Florist beralamat di Kelurahan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang, Mira Manurung (37) mengancam akan membawa tindakan Kadis Satpol-PP ke ranah hukum.
Mira, Kamis (4/6) menyebut, penyapuan papan bunga di depan Kantor Bupati telah membuat barang-barang tersebut rusak.
“Saya minta, Kadis Sarpol-PP bertanggung jawab. Saya tunggu dalam tempo 24 jam sejak perlakuan,” kata Mira.
Diterangkan, pemasangan papan bunga dilaksanakan sesuai pesanan Aliansi Petani Untuk Keadilan (APUK). Dalam surat pemberitahuan ke Polres Dairi, APUK menerangkan adanya pemasangan papan bunga.
“APUK bikin pemberitahuan ke polisi. Dalam aksinya, juga pasang papan bunga,” kata Mira.
Ia kaget mendengar sumber pencariannya disapu. Itu barang mahal. Pria ini jual jasa demi membiayai hidup keluarga.
“Di papan bunga tertera nomor kontak. Kenapa langsung main sapu? Kan bisa dihubungi kalau memang dilarang. Biar kami pindahkan,” kata Mira.
Kami akan ajukan ke penegak hukum, tandas Mira. Diterangkan, dalam banyak kegiatan, papan bunga jamak dipajang di lintasan itu. Belum lama ini, ucapan suka cita dipampangkan di depan Kantor Kejaksaan Negeri Dairi untuk ukuran panjang.
“Bank-bank di Jalan Sisisngamangaraja sering diramaian papan bunga hingga menyeberang jalan. Kenapa tidak ditindak? Jangan karena isinya mengkritik pemerintah, terus digulung,” ujar Mira.
Mira menyebut, setiap Hari Senin dan agenda penting lainnya, Pemkab Dairi selalu mempergunakan jalan raya buat upacara. Itu telah berlangsung bertahun-tahun. Mengganggu masyarakat enggak?
“Apel setiap Senin dan Upacara Hari kebangkitan Nasional kemarin dilakukan di jalan raya di depan kantor Bupati. Apa ada ijinnya itu?” tanya Mira.
Sebelumnya, Kadis Satpol-PP, Horas Pardede menyebut, penindakan dilakukan lantaran pemasangan tidak punya ijin.
“Tidak ada ijinnya. Hari ini Menteri datang. Bisa saja mengganggu,” kata Horas.
Belasan papan bunga kemudian dipajangkan Satpol PP di lokasi itu berselang beberapa jam kemudian.
Pihak kepolisian menyebut, APUK mengajukan pemberitahuan aksi. Diketahui, menteri Kependudukan dan Pembangunan keluarga (Mendukbangga), DR Wihaji melakukan kunjungan kerja. Agenda dipusatkan di Balai Budaya Sidikalang.
(SSR/RZD)