Tim rekanan dari kementerian ESDM berdiskusi dengan wartawan di salah satu tempat warkop di Kisaran, Kamis (21/5/2026). (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Kisaran - Di sela aktivitas warga Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kisaran Barat, suara mesin las terdengar sejak akhir April lalu. Di sanalah kegiatan first welding proyek pipa transmisi gas Dumai-Sei Mangkei atau Dusem dimulai. Bagi sebagian warga Asahan, proyek sepanjang 541,8 kilometer ini bukan sekadar jaringan pipa di bawah tanah, tapi harapan baru bagi ekonomi daerah.
Proyek strategis nasional yang melintasi Sumatera Utara dan Riau itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat khususnya masyarakat Asahan yang dapat perlintasan pipas gas. Banyak yang menaruh harapan agar kehadiran pipa gas ini membawa manfaat langsung, bukan hanya untuk industri besar.
"Kalau memang bisa membuka lapangan kerja dan harga gas jadi lebih murah, tentu kami sangat mendukung. Yang penting masyarakat di sekitar proyek juga ikut merasakan manfaatnya," kata Rahmat (38) warga sekitar warga Kisaran Barat saat ditemui, Minggu (24/5/2026).
Harapan serupa juga disampaikan praktisi energi dan ekonomi Hazlansyah Ramelan. Menurutnya, proyek Dusem punya peran penting dalam menekan biaya logistik energi di Sumatera sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Dia menilai dampaknya akan terasa luas.
"Proyek seperti Dusem ini sangat penting karena akan menciptakan efisiensi distribusi energi. Dampaknya beberapa tahun akan datang bukan hanya ke industri, tetapi juga ke masyarakat luas melalui stabilitas harga dan peluang ekonomi baru," katanya.
Hazlansyah, yang merupakan kandidat doktor Universitas Muhammadiyah Malang, menambahkan bahwa pemanfaatan gas bumi domestik bisa mengurangi ketergantungan pada impor energi. Dengan infrastruktur gas yang terhubung dari Sumatera Utara hingga Riau, kawasan industri seperti KEK Sei Mangkei dan Belawan dinilai akan lebih menarik bagi investor.
"Jika pasokan energi stabil dan lebih murah, maka investor akan lebih percaya diri masuk ke Sumatera Utara. Ini akan membuka lapangan kerja baru," katanya.
Dari sisi pelaksana proyek, komitmen penggunaan produk dalam negeri menjadi salah satu poin penting. Humas proyek Erwin Syafari mengatakan, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) proyek ini mencapai 60,9 persen. Seluruh pipa baja diproduksi oleh industri nasional, termasuk PT Krakatau Steel.
"Ini bentuk nyata dukungan terhadap penggunaan produk, material, peralatan, serta jasa dalam negeri guna memperkuat industri nasional," ujar Erwin saat diskusi dengan Analisadaily.com di warkop Kisaran, Kamis (21/5/2026)
Ewin menyebut respons masyarakat Asahan sejauh ini positif. Selain membuka peluang kerja, proyek ini diharapkan bisa menekan beban subsidi impor elpiji melalui pemanfaatan gas bumi domestik.
Dengan nilai investasi sekitar Rp6,5 triliun, pipa gas Dusem menghubungkan 11 kabupaten/kota dari Sumatera Utara hingga Riau. Selain memperkuat pasokan energi untuk industri, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menuju energi yang lebih bersih dan efisien.
Bagi warga Kabupaten Asahan, harapan itu sederhana, proyek berjalan lancar, lapangan kerja terbuka, dan harga gas di rumah bisa lebih bersahabat.
(ARI/DEL)