A.M Saleem Abdul Majeed vokalis Iklim, band rock asal Malysia, meninggal dunia pada usia 57 tahun. Kabar duka itu dipublikasikan Universal Music Malaysia melalui Instagram, Minggu (14/10).
“Al- Fatihah, seorang penyanyi legenda, Saleem Iklim, telah meninggalkan kita semua pagi tadi. Takziah kami ucapkan kepada seluruh ahli keluarga beliau. Sama-sama kita berdoa agar beliau senantiasa ditempatkan di kalangan orang-orang yang beriman. Semoga roh beliau dicucuri rahmat.”
Postingan Universal tersebut sempat diunggah kembali penyanyi ternama Malaysia, Siti Nurhaliza. “Takziah buat seluruh ahli keluarga dan semoga arwah ditempatkan bersama insan-insan terpilih di sana. Alfatihah,” tulis Siti dalam unggahannya.
Melansir MStar, Saleem mengembuskan napas terakhirnya di Pusat Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia (PPUKM), Kuala Lumpur, Minggu (14/10), sekitar pukul 06.00 pagi (05.00 WIB). Gee Fakhira, anak tiri Saleem mengamini berita duka itu. Dia berharap, semua pihak berkenan mendoakan mendiang sang ayah.
Seperti diketahui, sebulan terakhir Saleem mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut setelah terlibat kecelakaan nahas di Bandar Mahkota Cheras, 12 September 2018. Saleem yang menunggangi sepeda motor diketahui ditabrak sebuah mobil dari belakang saat dalam perjalanan menuju sebuah supermarket di dekat rumahnya.
Akibat kecelakaan itu, 12 tulang rusuknya patah dan patahan tersebut menembus paru-paru sang rocker. Sebelum dipindahkan ke Pusat Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia, Saleem yang dalam keadaan koma sempat mendapat perawatan pertama di Ruang Perawatan Intensif Hospital Kajang.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Saleem dikuburkan di tempat pemakaman Islam Bandar Tun Hussein Onn Cheras, setelah salat zuhur sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau 12.00 WIB. Jenazahnya telah disalatkan di Masjid As-Syakirin, Bukit Mahkota Cheras, Kuala Lumpur.
Saleem dikenal sebagai vokalis Iklim, band rock asal Malaysia yang sempat populer pada era ‘90-an. Di bawah naungan SCS Record, Iklim resmi merilis album perdananya bertajuk ‘Satu Kesan Abadi’. Beberapa lagu dalam album tersebut sempat begitu populer, seperti Suci dalam Debu, Hakikat sebuah Cinta, dan Satu Kesan Abadi.
Tak hanya di Malaysia, lagu Suci dalam Debu itu membuat Iklim dikenal sampai Indonesia dan Singapura. Sepanjang kariernya bersama Iklim, Saleem merilis delapan album studio yakni ‘Satu Kesan Abadi’ (1990), ‘Bulan Jatuh ke Riba’ (1991), ‘Budi’ (1992), ‘Iklim’ (1994), ‘Bukan Niatku’ (1995), ‘Salam Perpisahan’ (1996), ‘Pergimu Satu Tanda’ (1998), ‘Bunga Emas’ (2003). (oz)










