Waspadai Karsinogen di Sekitar Anda

Oleh: Dinda Asa Ayukhaliza

BISA dikatakan kanker adalah pe­nyakit terkenal pe­nyebab kematian yang sangat ditakuti masyarakat. Ma­ka tak heran jika masyarakat merasa ‘ngeri’ ketika mem­bi­carakan atau h­a­nya sekedar mendengarkannya.

Bagaimana tidak, orang yang men­derita kanker bia­sanya akan menjalani se­­rang­kaian pengobatan yang cu­kup kom­pleks dan efek yang ditimbulkan dari pengobatan tersebutpun bukan main. Ma­ka untuk menghindari pe­nya­kit kanker, Anda sebaiknya mema­ha­mi tentang karsino­gen terlebih dahulu.

Anda pasti pernah mende­ngar isti­lah ‘karsinogen’. Bahkan tak jarang orang me­nyebutkan makanan atau mi­numan tertentu mengandung karsi­no­gen, se­hingga Anda akan disarankan agar me­ngu­­rangi atau menghentikan kon­sum­sinya untuk menghindari pe­nyakit kan­ker. Namun, ta­hukah And­a yang sebe­narnya tentang kar­sinogen? Untuk lebih jelasnya, simak penje­las­an berikut ini.

Karsinogen tidak semata-mata berasal dari makanan dan minuman yang Anda kon­sumsi. Ternyata ba­nyak hal di sekitar kita yang ber­hubu­ngan dengan karsino­gen. Karsinogen adalah sega­la hal yang dapat menye­bab­­kan kanker, baik dalam ben­tuk zat kimia, virus, atau bah­kan obat-obatan dan radiasi yang digunakan untuk me­ng­obati kanker itu sendiri. Kar­sinogen me­nyebabkan kan­ker dengan me­ngubah asam deoksiribonukleat (DNA) da­lam sel-sel tubuh, dan hal ini meng­ganggu proses-pro­ses biologis.

Banyak orang berpikir bah­wa zat-zat karsinogen bia­sanya terdapat di ling­kung­­an-lingkungan yang berbaha­ya layaknya pada pabrik ki­mia saja. Padahal, tanpa kita sadari, lingkungan yang de­kat dengan tempat tinggal ki­ta, khususnya yang ada di ko­ta besar juga memiliki ting­kat kebersihan yang cende­rung sangat buruk sehingga bisa memunculkan zat karsi­nogen.

Sejumlah pakar kesehatan menye­but­kan bahwa asap ken­daraan ber­motor di kota-kota besar menyum­bang­k­an sangat banyak zat karsinogen yang dapat memicu kanker. Asap ken­daraan bermotor, khususnya yang meng­guna­kan mesin diesel seperti bus kota, truk, generator, bah­kan mesin-mesin pabrik sangat mudah mencapai lingkungan yang dekat dengan tempat tinggal kita.

Selain itu, asap rokok yang me­mang sangat mudah ditemui di ling­ku­ngan dekat dengan tempat tinggal pasti akan membuat kita menjadi pero­kok pasif sehingga pada akhirnya akan mening­katkan resiko terkena penyakit kan­ker. Yang menjadi masalah adalah, asap-asap ini tidak akan mudah dihin­dari meski­pun kita sudah memakai mas­ker.

Zat karsinogen lain yang bisa dite­mukan dekat dengan lingkungan tem­pat tinggal ki­ta adalah beberapa bahan kimia. Tak perlu jauh-jauh, ji­ka kita memakai atap yang terbuat dari bahan asbes, ma­ka paparan kimia dari bahan asbes bisa menyebabkan kita be­re­siko terkena kanker. Se­lain itu, ba­han kimia yang di­pakai pada produk-produk rumah tangga layaknya pro­duk pembersih atau bahkan produk ke­can­tikan juga dite­ngarai bisa mening­kat­kan re­siko kita terkena kanker.

Selain yang telah disebut­kan di atas, ada pula beberapa kebiasaan yang perlu Anda hindari untuk menjauhkan diri Anda dari kanker. Ke­bia­saan tersebut adalah kebia­sa­an-kebiasan kecil yang Anda anggap tidak berba­haya na­mun ternyata efek yang di­timbulkan jika kebiasaan ter­sebut terus di lakukan bisa sa­ngat mempe­nga­ruhi kese­hatan tubuh Anda.

1. Bekas Botol Air Minum

dalam Kemasan

Minuman dalam botol plastik akan memberikan ke­san ‘simple’ dan mu­dah diba­wa ke mana saja. Desain bo­tol yang unik dan minimalis tak jarang membuat para pe­minumnya ingin kembali menggunakan botol tersebut. Untuk menghilangkan aroma dan rasa, biasanya mereka akan mencuci botol tersebut terlebih dahulu sebelum digu­nakan kembali.

Kebiasaan ini adalah ke­biasaan buruk yang harus se­gera dihindari. Me­ngapa kita disarankan tidak meng­guna­kan botol air minum dalam ke­masan secara berulang-ulang? Karena bahannya me­ngandung karsinogen yang dapat menyebabkan penyakit kanker. Ada standar kese­hat­an yang harus dipenuhi pro­dusen air minum dalam ke­masan. Stan­dar ini bertujuan meminimalkan bakteri yang ada di dalam kemasan. Jika se­gelnya sudah dibuka, hen­daknya botol tidak dipakai lagi. Sebab, botol air minum dalam kemasan dibuat dari bahan Polyethylene Terephthalate atau PET yang me­ngandung karsinogen (pe­nyebab kanker). Zat itu mem­bahayakan kese­hatan tubuh bila terminum.

Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plas­tik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke dalam air yang kita minum. Terutama bila dila­kukan dalam jangka panjang. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik.

2. Kegemaran Makan

Ma­kanan Bakar/Panggang

Makanan yang dibakar da­pat me­nye­babkan kanker, benarkah? Me­nurut beberapa penelitian, ada dua je­nis se­nyawa penyebab kanker yang da­pat terbentuk selama pro­ses pe­mang­­­gangan makanan, yaitu hid­rokarbon polisiklik aromatik (PAH) dan amino heterosiklik (HCA).

PAH (terutama benzopi­ren) ter­bentuk di dalam asap dan ditemukan di permukaan daging, namun bisa de­ngan mudah dilenyapkan dengan pe­ngerikan bagian permu­ka­an makanan yang dipang­gang atau dibakar.

HCA ditemukan di dalam daging. HCA disebabkan bi­la daging dimasak dalam su­hu tinggi, yang bisa terjadi bi­la makanan digoreng, di­panggang, maupun dibakar. Sedangkan mengu­kus, mere­bus, daging secara perlahan, sa­ma sekali tidak menghasil­kan HCA. se­hingga makanan yang diproses dengan cara mengukus atau merebus re­latif lebih sehat bagi tubuh. 

3. Mie Instan

Mie instan yang beredar saat ini, ternyata cukup mem­bahayakan. Telah diketahui bahwa permukaan mie instan dilapisi oleh lilin, inilah ke­napa mie tidak pernah leng­ket satu sama lain. Lilin ini sangat membahayakan kese­hatan tubuh, karena tubuh kita butuh waktu lama untuk mencerna lilin ini, yakni se­kitar dua hari. Jika zat ini te­rus menumpuk dalam tubuh, kemung­kinan kita untuk ter­kena penyakit kan­ker sa­ngat­lah tinggi. Misalnya, kanker hati, usus, atau leukimia.

4. Bahaya di Balik

Ke­mas­an Makanan

Kemasan makanan meru­pakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita kon­sumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya seka­dar bungkus ma­kanan dan cenderung diang­gap sebagai "pelindung" ma­kanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis ba­han kemasan.

Sebaiknya mulai sekarang Anda cer­mat memilik ke­mas­an makanan. Ke­masan pa­da makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawet­an, kemu­dahan, penyera­gam­an, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pe­ngemas primer pada makan­an, yaitu kemasan yang ber­sentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makan­an yang dikemasnya.

Karsinogen-karsinogen ti­dak pasti dapat menye­bab­kan kanker pada se­mua orang yang terpaparnya. Kemam­­pu­an karsinogen dalam me­nyebabkan kanker antar in­dividu berbeda-beda, ter­gan­tung dari jumlah paparan, lama­nya paparan, kesehatan individu yang terpapar, dan faktor lainnya. Keren­tanan tiap orang yang terpapar kar­sino­gen dalam menyebab­kan kanker juga tergantung dari faktor keturunan. Fak­tor ke­turunan memainkan peranan penting sebagai penyebab kanker. Dalam banyak kasus, kejadian kanker disebabkan karena banyak faktor yang bekerja sama.

Untuk menghindari ter­ke­na pe­nyakit kanker, selain menjauhkan diri dari karsi­nogen, seimbangkan pula po­la makan Anda dengan me­ngonsumsi sayur dan buah-buahan.  Sayur dan buah da­pat mengurangi tingkat keru­sakan DNA dan oksidasi dari senyawa kars­inogen, se­hing­ga dapat mengu­rangi risiko Anda terkena kanker.

(Penulis adalah mahasiswi Universitas Islam Negeri Su­matera Utara, Fakultas Kese­hatan Masyarakat, Program Studi Ilmu Kesehatan Ma­sya­rakat, Angkatan II Tahun 2016)

()

Baca Juga

Rekomendasi