Pemkab Bangun Rumah Sakit di Lhoksukon

pemkab-bangun-rumah-sakit-di-lhoksukon

Lhoksukon, (Analisa). Pemerintah Kabupaten Aceh Utara membangun rumah sakit di Desa Alue Mudem, Kecamatan Lhoksukon senilai Rp40,2 miliar.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hu­mas Setdakab Aceh Utara, Andree Prayuda di sela-sela kunjungan Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib melihat perkem­ba­ngan pembangunan Rumah Sakit (RS) Pra­tama Aceh Utara, di desa tersebut, Senin (25/11).

Kunjungan bupati itu dilakukan setelah menjadi inspektur upacara pada upacara bendera peringatan HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) di Lapangan Upacara Lhoksukon. Dalam peninjauan tersebut, Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Pipuk Firman Priyadi, kontrak­tor pelaksana, Kadis Kesehatan Aceh Utara dan sejumlah pejabat lainnya.

Bupati mengatakan, pembangunan RS Pratama tersebut merupakan salah satu prioritas dan program strategis yang telah tertuang dalam RPJM Pemkab Aceh Utara.

“Aceh Utara ini sangat luas, rumah sakit yang ada sekarang berada di wilayah Kota Lhokseumawe, kita butuh RS di wilayah timur Aceh Utara,” ujar bupati.

Selama ini warga di wilayah timur Aceh Utara cukup kesulitan saat harus berobat ke RS karena lokasinya cukup jauh. Misalnya, warga Kecamatan Langkahan harus ke RS di Lhokseumawe.

“Kalau ibu yang hendak melahirkan, bisa-bisa melahirkan di jalan karena jauhnya jarak tempuh dari Langkahan ke Lhokseumawe,” ujarnya.

Untuk mengoperasikan RS Pratama ini, lanjut bupati, memang akan terasa berat bagi pemerintah daerah. Akan tetapi, bagaimana pun, hal ini harus dilakukan dan diupayakan karena merupakan kebu­tuhan paling mendesak bagi warga Aceh Utara.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Aceh Utara selama ini telah memiliki satu unit RS yaitu RSUD Cut Meutia yang terletak di Jalan Medan–Banda Aceh, kawasan Buket Rata, Kota Lhokseumawe.

Menurut bupati, meskipun RS Pratama Lhoksukon telah beroperasi, RSUD Cut Meutia tetap berjalan seperti biasanya. Kedua RS tersebut akan diupayakan maksimal untuk melayani masyarakat daerah Bumi Malikussaleh ini.

Operasional RS Pratama Lhoksukon akan segera berjalan setelah pemba­ngunan­nya selesai dan dilanjutkan dengan penga­daan sarana dan prasarana medis. Untuk itu, pihaknya sangat mengharapkan jadwal penyelesaian pembangunannya tidak molor, harus tepat waktu.

PPK Pembangunan RS Pratama, Kusairi Ibrahim kepada wartawan mengatakan, pembangunan RS tersebut menggunakan sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019, dengan nilai kontrak sebesar Rp.40,2 miliar.

Perkembangan penyelesaiannya hingga 25 November 2019 telah mencapai 75 persen. Dikatakan, RS Pratama Lhoksukon yang lokasinya di belakang Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, di­bangun di atas areal seluas 8 hektare, dengan luas bangunan yang sedang dikerjakan sekitar 5.000 meter persegi.

Kusairi menyebutkan, rekanan pelak­sana yakni PT Murfido di bawah konsultan CV Citra Consultant. Dia optimis pem­bangunan RS Pratama Lhoksukon akan selesai sesuai dengan jadwal yang ada dalam kontrak.

Ditambahkan, dengan peninjauan bupati dan Kajari ke lapangan menambah motivasi bagi penanggungjawab dan rekanan untuk memacu pembangunan RS ini. (mar)

()

Baca Juga

Rekomendasi