Selain Atlantis

Heracleion Termasuk Enam Kota Kuno Tenggelam

heracleion-termasuk-enam-kota-kuno-tenggelam

ATLANTIS adalah pulau le­gen­daris pertama yang disebut Plato dalam bukunya. Menurut mitos pulau ini tenggelam hanya dalam satu hari satu malam. Hingga kini keberadaannya ma­sih menjadi misteri.

Mirip kisah Atlantis yang mis­terius, ternyata di dunia ini me­mang benar terdapat kota-kota yang lokasinya ada di bawah laut. Kota bawah laut ini sudah berdiri sejak ratusan hingga ribuan tahun yang lalu. Tentu saja awalnya kota-kota ini terletak di daratan seperti ko­ta pada umumnya. Na­mun ka­rena suatu kejadian atau letaknya yang memung­kinkan, kota-kota ini akhirnya lenyap ditelan air.

Beberapa ada yang dijadikan wisata bawah laut. Para turis lokal mau­pun mancane­gara bisa me­ng­unjungi kota ini dengan cara me­nyelam atau melihatnya dari pera­hu. Ada juga yang dijadikan situs ku­no dilin­dungi UNESCO. Beri­kut beberapa kisah mis­terius kota-kota tenggelam yang bukan Atlantis:

1. Olous, Yunani

Jika kota bawa laut lain berada be­berapa meter agar dapat men­ca­pai lokasinya. Namun kota Olous ini bisa dilihat tanpa harus menye­lam jika air laut sedang su­rut. Oleh karena memang air pan­tainya yang bening. Sebuah din­ding bangunan kuno juga ka­dang muncul ke per­mukaan jika air pantai surut.

Olous disebut Kota Air Man­cur. Takut para perompak bisa men­­­­curi harta mereka, para pen­duduk di gunung-gunung di seki­tar­­nya dikatakan menggali 100 air mancur. Sumur di bawah 99 hanya berisi air, tetapi sumur terakhir berisi harta gabungan kota tua yang tidak pernah ditemukan.

Tidak ada yang tahu pasti pe­nye­­bab kehancuran Olous. Kota ini mungkin telah hancur akibat le­tu­san gunung berapi atau secara ber­tahap tenggelam akibat erosi alami.

2. Shicheng, Tiongkok

Kota ini dijuluki sebagai Atlan­tis dari timur oleh para wisatawan. Shicheng adalah ko­ta bawah laut yang megah nan misterius dari se­buah peradaban imperial Tiongkok.

Berdiri dengan arsitektur batu ketika Dinasti Ming dan Qing ber­kuasa pada 1368 sampai 1912, kota ini bersemayam di bawah Danau Qiando, Provinsi Zhe­ziang.

Tidak seperti mitos kota At­lan­tis, Shicheng yang berarti Kota Singa dalam bahasa Man­darin, se­ngaja ditenggelamkan pada 1959. Tujuannya untuk membuat jalan bagi bendungan Xin'an dan stasiun tenaga air yang ada di sana.

Demi suksesnya proyek terse­but, sekitar 300 ribu orang dire­lo­kasi. Beberapa di antara penduduk tersebut sebelumnya memiliki ke­luarga yang tinggal di kota itu se­­lama berabad-abad.

Walau berada jauh di dasar air, Shi­cheng tetap terjaga dengan baik. Lewat serangkaian ekspe­di­si dan foto-foto bawah laut ter­ung­­kap kota ini memiliki lima ger­bang masuk. Ada dua gerbang yang meng­hadap ke arah barat dan ger­bang di arah mata angin lainnya.

Kota Singa tersebut juga me­miliki jalan-jalan yang lebar de­ngan 265 gapura, yang menam­pil­kan batu-batu singa, naga, bu­rung naga, dan prasasti berseja­rah. Be­berapa di antaranya berasal dari 1777 sedangkan arsi­tektur tembok kota diyakini berasal dari abad ke-16.

3. Baiae, Italia

Kota hilang d ibawah air dari du­nia kuno selanjutnya adalah se­buah kota Romawi Kuno yang mi­rip dengan rumah liburan orang kaya dan luar biasa. Kota ini memi­liki sejumlah mata air pa­nas dan sum­ber air yang konstan yang se­ba­gian besar membuat kota ini sa­ngat populer.

Ketika air mulai naik, nasib kota Baiae menjadi tak terelakan. Para pengunjungnya menemukan kota-kota baru. Sejumlah besar mo­nu­men yang rusak ditemukan terma­suk vila Pisonian yang Kaisar Nero telah sita di abad pertama SM dari sebuah keluarga yang berencana untuk membu­nuh­nya.

4. Atlit-Yam. Israel

Sebuah pemukiman neolitik terletak di sepanjang Pantai Car­mel disebut Atlit-Yam adalah se­buah situs yang dibangun antara 7.550 - 8000 tahun yang lalu. Di­sana masih terdapat pondasi ru­mah, jalan dan sumur.

Kota ini mus­­nah ketika bencana tsunami datang disebabkan letusan gu­nung berapi yang menyapu seluruh kota.

Di tengah kota terdapat tempat ibadah dimana seharusnya roh air di­sembah. Sekitar 65 kerangka ma­nusiam, wanita dan anak-anak yang meninggal akibat tuberko­lo­sis yang diyakini sebagai salah satu penyakit massal paling me­matikan di zaman peradaban kuno.

5. Heracleion, Mesir

Thonis-Heracleion adalah ko­ta legendaris yang tenggelam di dasar Laut Mediterrania sekitar 1.200 ta­hun silam. Kota ini selama ber­abad-abad hanya menjadi le­genda, sebe­lum akhirnya dite­mu­kan pada 2000.

Kota ini ditemukan dalam se­buah survei di pantai utara Me­sir. Sejak awal abad ke-21, peneliti se­dikit demi sedikit menguak ba­gian demi bagian dari kota yang per­nah hilang tersebut.

Para arkeolog telah menemu­kan puing-puing lebih 64 kapal, koin emas, dan patung raksasa se­ting­gi 16 kaki atau sekitar 4 meter. Tak hanya itu, batu ber­tuliskan Yu­­nani kuno dan Mesir Kuno juga telah dibawa ke per­mukaan.

Sebelum menghilang, kota ini diperkirakan berada di mulut delta Sungai Nil. Hingga kini para ilmu­wan masih belum tahu pasti apa yang menyebabkan kota yang dibangun pada abad ke-8 Se­belum Masehi tersebut tengelam sekitar 1.200 tahun silam.

6. Bay of Cambay, India

Kota Dwarka terletak di negara ba­gian Gujarat di sebelah barat laut India. Dikutip laman New Indian Express, kota ini dulunya diang­gap se­bagai mitos belaka hing­ga akhir­nya para ilmuan kelau­tan dari India mene­mukan Kota Dwarka yang terletak di skitar Te­luk Khambhat di bagian pantai barat India.

Kota Dwarka diketahui berusia le­bih 9.000 tahun. Hal tersebut di­ke­tahui setelah para peneliti mela­kukan penanggalan karbon pada puing-puing yang ditemukan dari situs, termasuk bahan ba­ngunan, tembikar, bagian dinding, manik-manik, patung dan tulang serta gigi manusia, yang ditemu­kan di sana. (listvc/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi