Mengingatkan Bencana Alam Sekarang

Beberapa Fenomena Cuaca Teraneh Pernah Terjadi

beberapa-fenomena-cuaca-teraneh-pernah-terjadi

CUACA merupakan bentuk fenomena yang terjadi setiap saat di Bumi yang  kita huni. Namun terka­dang kita tidak menyadari­nya ke­cuali cuaca itu berubah men­jadi pe­ristiwa aneh yang me­nyebabkan keti­daknyamanan.

Akhir-akhir ini Bumi dilanda fe­nomena-fenomena aneh terkait cua­ca, seperti keke­ringan, gelom­bang pa­nas, badai yang disertai angin ken­cang dan masih banyak lagi.

Bahkan yang lebih menakut­kan­nya, alam sudah mulai tak bersa­habat dengan menampak­kan peristi­wa cuaca yang paling aneh dan tidak rasional. Berikut beberapa peristiwa alam teraneh pernah terjadi:

- Wabah belalang 1874

Pada musim panas 1874, para petani dan warga di Midwest Ame­rika dilanda kekhawatiran. Pasalnya langit tiba-tiba meng­hitam, namun itu bukan pertanda mendung melain­kan gerombolan belalang yang menutupi matahari.

Diperkirakan ada 124 miliar hing­ga 12,5 triliun belalang yang meng­hiasi langit. Belalang itu me­lintasi Midwest, menyerang ta­naman seluas 110 mil dan pan­jang 1.800 mil.

Musim panas yang melanda wilayah itu membuat padang rumput mengalami kekeringan, yang akhir­nya menciptakan kon­sentrasi gula, yang disukai belalang.

Nebraska State Historical Society mendokumentasikan wabah bela­lang itu dengan memperlihatkan ba­nyak keluarga di desa tersebut yang dilanda kri­sis pangan, karena trilu­nan belalang merusak industri perta­nian. Selain itu, mereka juga me­ma­kan kayu, pelana kulit, dan bahkan pakaian yang sedang dije­mur.

-  The Night of the Big Wind

Di Irlandia pada 6 Januari 1839, badai terburuk dalam sejarah  pernah menimpa negara tersebut, peristiwa itu disebut doozy. Negara itu dilanda angin dengan kecepatan hingga 115 mph, pagi hari pun selalu diseli­muti awan gelap.

Dinas meteorologi Irlandia, MET Eireann, mengumpulkan beberapa laporan dari saksi mata terkait peris­tiwa itu. Seperempat bangunan Du­blin rusak, dan dise­but sebagai "sacked city." Akibat kejadian itu, terjadilah kebakaran. Api dengan cepat menyebar ke seluruh County Longford diaki­batkan kecepatan angin yang tinggi. Ladang dibumi hanguskan, dan ratusan ribu pohon tumbang.

Dublin Evening Post mela­porkan bahwa seorang reporter melihat aurora borealis merah di atas kota, tetapi perkiraan dia salah, yang ia lihat adalah kebakaran.

-  Black Sunday

Dinas Cuaca Nasional menga­takan bahwa nama itu lahir setelah terjadi badai yang menyapu pa­dang rumput pada 14 April 1935. Badai itu terjadi di Oklahoma dan Texas sekitar pukul  16.00 sore. Badai itu merubah langit segelap malam, awan hitam itu adalah tanah yang terbawa angin berke­cepatan 60 mph.

Seorang saksi mengatakan kalau matahari menghilang selama ber­jam-jam, dan bebe­rapa hewan kecil seperti burung dan tikus bahkan mati.

Satu orang dilaporkan menjadi buta, dan banyak yang percaya itu adalah akhir zaman. Ada pu­luhan badai debu, tetapi dianggap tidak ada yang separah ini. Tanah dan debu memutar memenuhi udara yang lebarnya ratusan mil dan mem­bentang ribuan meter di udara.

-  Black Monday

Jika Anda pernah membaca The Merchant of Venice, mung­kin Anda  ingat kalau Shakes­peare menying­gung tentang Black Monday. Dilan­sir dari Historic UK, dia berbicara mengenai Senin Paskah pada 1360, yaitu selama terjadinya Hundred Years War (Perang Seratus Tahun.)

Pada saat itu, Edward III sudah menginjakkan kakinya di Paris dan dia berkemah ketika badai yang mematikan melanda kota. Malam harinya, hujan es yang disertai guntur dan kilat, serta angin kencang yang berkecamuk menewaskan ratusan orang dan ribuan kuda.

Edward menganggap badai itu sebagai peringatan dari Tuhan, yang pada akhirnya dia menan­datangani perjanjian perdamaian dengan Pran­cis beberapa minggu kemudian.

- Badai Setan

Menurut sejarawan cuaca, Bill Murray, saat itu suhu di Texas men­capai 70°F. Namun hanya dalam beberapa menit saja, suhu itu men­capai lebih 100° F. Me­nurut Layanan Cuaca Nasional, temperatur kembali melonjak sekitar 140° F, yang me­nyebab­kan pemadaman listrik.

Para petani mengatakan kalau beberapa ternak mereka mati karena kepanasan. Lebih parah lagi, ladang jagung mengering dan ladang kapas layu dan mati.

- Tornado super 1974 dan 2011

Bisakah Anda  bayangkan jika melihat 148 tornado sekaligus? Me­nurut Dinas Cuaca Nasional tornado tersebut hadir di 13 negara bagian pada 3 dan 4 April 1974. Pu­sat tor­nado itu berada di atas lem­bah Ohio dan menewaskan 335 orang. Busi­ness Insider me­laporkan bahwa ada 15 tornado selebar lima mil, yang secara ber­samaan mem­bantai wila­yah yang sama pada satu titik.

Dari 25-28 April 2011, Weather Channel mengumpulkan data bahwa wabah super lain yang melanda Deep South dan beran­jak ke Pennsylvania dan New York. Dari tiga tempat itu diterjang 349 tornado dan menye­bab­kan kerugian sekitar 10,8 miliar US dolar, serta menewaskan lebih 300 orang.

Beberapa tornado menghan­tam area yang sama berulang kali, di­kombi­nasikan dari udara hangat dan lembab di permukaan tanah, uda­ra dingin di atas, dan angin ken­cang di atmosfer.

- The Dark Day

The Dark Day menjadi bukti nyata kalau alam lebih menye­ramkan daripada apa pun yang bisa kita ba­yangkan. Dilansir dari Wired, hanya beberapa tahun setelah Revolusi Amerika, pada 19 Mei langit New England diselimuti awan gelap. Matahari berubah merah, tengah hari tiba-tiba gelap seperti malam hari.

- The Great Smog of London

Dikutip dari BBC, warga Lon­don dilanda cuaca hangat dan lembap yang disertai kabut asap. Kota itu terkenal dengan fenomena tersebut, berkat api batu bara dari industri berat dan industri rumah yang tak terhitung jumlahnya. Namun kali ini situasinya berbeda, siklon itu tetap bertahan selama lima hari, menim­bulkan polusi, dan memperburuk sistem perna­fasan warga London. (idntc/tst/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi