Membangun Keluarga Qur’ani

membangun-keluarga-qurani

“Membangun Keluarga Qur’ani.” Itulah pesan penting yang diangkat penulis dalam buku motivasi Islami ini. Keluarga yang bahagia adalah keluarga yang selalu berpondasikan kepada Alquran dan hadis nabi. Artinya, segala aktivitas yang dilakukan sehari-hari oleh setiap anggota keluarga harus sesuai dengan ajaran Allah yang telah dijelaskan semuanya di dalam kitab suci Alquran tersebut.

Berbicara tentang keistimewaan Alquran, ada banyak sekali ayat-ayat yang menjelas­kannya. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Alquran adalah kitab suci yang menjadi petunjuk bagi umat ma­nusia di muka bumi ini. Ja­ngan­kan menga­malkan isi yang ter­kan­dung di dalam Alquran, bah­kan memba­canya saja sudah ter­masuk ibadah yang menuai pahala.

Salah satu keistimewaan Alquran adalah dapat menjadi penawar hati yang lara atau sedang terluka. Sebagaimana di­urai penulis dalam buku ini, bahwa Alquran adalah penawar bagi hati-hati gersang. Artinya, ketika kita mau merutinkan diri membacanya, maka akan mem­buat hati menjadi lebih tenang dan tenteram. Bahkan Alquran juga dapat menjadi obat yang mujarab bagi beragam penyakit.

Terkait hal ini, di dalam Alquran, Surat Al-Israa’ ayat 82 telah dijelaskan, “Dan Kami turun­kan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beri­man dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian,” (halaman 34).

Membaca dan memahami isi Alquran juga dapat menjadi semacam pengingat atau introspeksi diri agar kita tak terlalu mencintai dunia. Terkait hal ini, penulis menguraikan bahwa ibarat obat, Alquran memiliki komposisi yang tepat agar manusia terbebas dari rasa cinta dunia yang berlebihan sekaligus mencintai kehidupan akhirat tanpa mengabaikan kepentingan dunia. Alquran mengajarkan bagaimana menjadikan dunia sebagai sarana atau jalan menuju surga-Nya.

Pada hakikatnya, menjalani kehidupan di dunia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Yang mana ibadah tersebut kelak dapat menjadi pengantar menuju kehidupan akhirat yang abadi dan penuh kebahagiaan. Oleh karena­nya, isi Alquran telah mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, tanpa ada satu pun yang terlewatkan (tugas kita adalah mempelajari dan berusaha mengamalkannya terus mene­rus). Bagaimana kita harus bersikap atau ber­buat untuk setiap persoalan, maka Alquran telah memberikan penje­la­san atau jawabannya (halaman 79).

Ada sebuah hadis riwayat Bukhari, yang menjelaskan ten­tang pentingnya belajar Alquran dan kemudian mau menga­jarkannya kepada orang lain. Rasulullah Saw. bersabda, “Se­baik-baik kamu adalah orang yang belajar Alquran dan menga­jarkannya.” Sementara da­lam hadis lain riwayat Tirmizi, Rasulullah Saw. bersabda, “Pelajarilah Alquran dan baca­lah, karena perumpamaan Alqur’an bagi orang yang mem­pelajarinya kemudian memba­canya seperti kantong yang penuh dengan minyak wangi, di mana wanginya semerbak ke setiap tempat, dan perumpamaan orang yang mem­pela­jarinya kemudian tidur (tidak menga­mal­kannya) padahal Alquran ada di hatinya seperti kantong yang berisi minyak wangi akan tetapi terikat” (halaman 141).

Selain mengurai tentang keistimewaan Alquran, buku ini juga dilengkapi dengan kisah-kisah penuh hikmah yang dapat dijadikan sebagai inspirasi bagi pembaca. Misalnya, kisah tentang gadis bernama Dania yang memutuskan menjadi mualaf meskipun mendapat perten­tangan dari orangtuanya, kisah Hj. Irene Han­dono, mantan biarawati yang berasal dari etnis Tionghoa yang akhirnya memperoleh hidayah masuk Islam, dan lain sebagainya.

Peresensi: Sam Edy Yuswanto, penulis lepas mukim di Kebumen

()

Baca Juga

Rekomendasi