“Bak seorang petani yang berharap dapatkan hasil panennya, seorang guru harus sigap mencegah dan memberantas hama yang ada. Demikian pula terhadap gulma yang sering ikut menjelma. Pestisida harus siap sedia. Formula tata tertib pun diramu pula”. (hal. 111)
Seorang guru sejatinya tidak hanya bertugas mantransfer ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada siswa hanya dengan indikator pencapaian dari tidak bisa menjadi bisa. Seorang guru juga dituntut untuk mengenali karakter setiap perbedaan karakter setiap siswa agar segala permasalahan yang terjadi didalam lingkunga sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.
Dalam buku ini penulis mengisahkan berbagai kasus yang terjadi dalam dunia persekolahan. Baik itu bolos, tidur dikelas, tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru, selalu dating terlambat, mem-bully, perkalian antar kelas bahkan antar sekolah, nilep uang sekolah, rebutan pacar, melawan guru, dan masih banyak lagi daftar kisah kasus yang terjadi disekolah.
Kisah-kisah yang dituangkan dalam buku ini adalah kisah yang dialami penulis selama beliau mengabdikan dirinya sebagai pengajar. Bagaimana menghadapi berbagai masalah yang bukan hanya semata-samata dibuat oleh para siswa, namun juga dari para orang tua siswa dan belum lagi masalah dengan sesama rekan kerja sebagai guru yang menguras tenaga juga menguji kesabaran. Menjadikan seorang anak memiliki masa depan yang baik bukan hanyalah tugas dari para guru yang mengajarkan mereka disekolah, perguruan tinggi, atau lembaga-lembaga les lainnya. Tetapi pentingnya peran dari orang tua dan lingkungan sekitar juga dapat mempengaruhi perkembangan seorang anak. Hal yang paling penting adalah mananamkan ilmu agama yang kokoh kepada anak sehingga dapat menuntunnya kejalan yang baik.
Bahasa yang digunakan cukup sederhana mampu membuat pembaca mudah memahami pesan yang ingin disampaikan dalam buku tersebut. Meskipun tidak semua kisah dapat dituliskan didalamnya dan tidak semua kasus yang dialami dapat diselesaikan masalahnya. Namun penulis - Raihana Rasyid yang merupakan guru di di SMAN 14 Medan dan SMP Budisatrya ini - telah berupaya untuk menyampaikan berbagai aspek yang mempengaruhi tumbuh kembang seorang siswa.
Buku ini sangat baik dibaca bagi para orangtua, para guru dan para pelajar. Karena buku ini seperti mengajak semua aspek untuk saling bekerja sama sehingga dapat melahirkan anak-anak yang membanggakan, baik itu orang tua, sekolah maupun bangsa dan negara. Namun yang menjadi pertanyaan? Apa memang masih ada guru sebaik dalam kisah-kisah ini, karena sepertinya terlalu sempurna. Jawabannya: Mudah-mudahan saja ada.
Peresensi, Khoiriyah Chaniago, Staf jurnal Syariah & Hukum, UIN SU Medan











