Karo, (Analisa). Harga gabah kering masih murah di Kabupaten Karo, menyebabkan petani tidak menjual hasil panen. Lebih untung hasil panen dikonsumsi sendiri daripada dijual ke pengumpul.
“Dijualpun yang meraup untung para pengumpul, sebab gabah dibeli murah dari petani dijual ke pasar setelah jadi beras mahal harganya. Karenanya lebih untung hasil tanam padi dimakan sendiri daripada dijual,” ungkap Litna br Barus (50) kepada Analisa, Minggu (23/6).
Dia mengatakan, kualitas beras petani lokal cukup baik dibanding beras beli di pasar atau di toko, rasanya juga lebih enak. Diharapkan, Bulog bisa menyerap lebih banyak gabah hasil panen petani. Hal ini agar harga gabah di tingkat petani bisa membaik.
Mahlil Tarigan, petani mengatakan, saat ini harga gabah kering panen di Karo terbilang murah. Sudah di bawah harga pembelian pemerintah Rp4.000 per kilogram atau lebih. Karena itu, Bulog diminta melakukan penyerapan agar harga stabil di lapangan.
Harga di tingkat petani di Kabupaten Karo sekarang di bawah itu, ini yang membuat petani rugi.
Dinas Pertanian Kabupaten Karo diminta melakukan upaya untuk menangani harga gabah kering, yang masih murah di tingkat petani. (dik)










