Binjai, (Analisa). Sebanyak delapan rumah semipermanen di Barak Sinabung Asrama TNI eks 121/Kebunlada, Jalan Askela, Lingkungan IX, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai terbakar, Senin (1/7) malam.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam musibah itu. Namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 1 miliar, karena tidak satu pun barang berharga dan perkakas para penghuni rumah dapat terselamatkan.
Informasi dihimpun wartawan di lokasi kejadian, musibah kebakaran itu diperkirakan terjadi pukul 20.00 WIB. Kobaran api diketahui muncul pertama kali dari rumah di posisi paling ujung barak.
Namun, karena kondisi rumah yang sebagian besar terbuat dari material kayu dan dibangun saling menempel satu sama lain, menyebabkan kobaran api dengan mudah menjalar dan membakar rumah lainnya.
“Selesai salat Isya tadi, saya dapat informasi kebakaran. Segera saja saya pulang. Tapi kobaran api sudah membesar. Sehingga saya tak sempat lagi selamatkan barang-barang. Untungnya istri, anak dan cucu, sudah berada di luar rumah,” ujar Suriyono, salah satu korban.
Pascaperistiwa itu dilaporkan, sebanyak tujuh unit armada pemadam api dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai didatangkan ke lokasi kejadian. Mereka turut dibantu puluhan warga sekitar dan prajurit TNI dari Koramil 16/Binjai Utara.
Beruntung sekira satu jam setelah upaya pendinginan dilakukan petugas, kobaran api pada akhirnya dapat dipadamkan. Namun upaya itu tetap tidak mampu menyelamatkan sebagian besar harta benda milik para korban.
“Situasi sudah aman. Namun warga tetap dilarang mendekat pada radius 100 meter melewati garis polisi, untuk mencegah kerusakan barang bukti,” ujar Kanit Reskrim Polsek Binjai Utara, Iptu Rubenta Tarigan.
Tak disengaja
Polres Binjai menyebut, ada indikasi kecelakaan tak disengaja terkait musibah kebakaran yang menghanguskan delapan rumah di Barak Sinabung Asrama TNI eks 121/Kebunlada, Kota Binjai.
“Menurut beberapa saksi mata, sempat terjadi ledakan sebelum kebakaran terjadi. Diduga ledakan itu dipicu kebocoran gas di salah satu rumah,” kata (PS) Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting.
Dijelaskannya, berdasarkan informasi dihimpun petugas kepolisian di lapangan, kobaran api pertama kali muncul dari rumah paling ujung barak yang dihuni Rahim, purnawirawan TNI, bersama istrinya, Sri Rahayu Darmawanti.
Hanya saja, saat terjadi ledakan, Rahim diketahui berjualan bakso di sekitar kawasan Pasar Malam Asrama TNI eks 121/Kebunlada.
“Sebelum terjadi ledakan, memang istri Rahim, yakni ibu Sri Rahayu Darmawanti, sedang memasak di dapur menggunakan kompor gas. Tidak lama setelah itu, tiba-tiba sudah muncul api,” ungkap Siswanto.
Namun karena penghuni rumah panik akibat ledakan itu, dia justru berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan meminta bantuan warga, tanpa berupaya melakukan langkah pemadaman awal.
Akibatnya, kobaran api yang berasal dari semburan gas dengan cepat merambat ke seluruh bagian bangunan, hingga membakar dan menghanguskan tujuh rumah lain di dekatnya.
“Memang sempat ada upaya pemadaman dan penyelamatan harta benda dilakukan warga. Namun karena suhu udara sudah terlalu panas, upaya itu tidak optimal. Sehingga para korban harus merelakan rumah mereka hangus terbakar,” terang Siswanto.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai mencatat, 43 warga kehilangan tempat tinggal akibat musibah kebakaran yang menghanguskan delapan rumah di Barak Sinabung Asrama TNI eks 121/Kebunlada, Kota Binjai.
“Secara keseluruhan, terdapat 43 jiwa yang kehilangan tempat tinggal,” ungkap Manajer Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Binjai, Supardi Tamba, didampingi Kasi Log, Kartina, dan Kepling IX Kelurahan Pahlawan, Lilik, Selasa (2/7) pagi.
Dikatakan Supardi, 43 warga yang kehilangan tempat tinggal berasal dari 13 keluarga. Mereka antara lain, Mukti, Suryani, Reno, Haris Kesuma alias Ais, Suriyono Kaslan, Yuda Bagus, Imai, Budiman, Priyatna, Saidah, Rahim, Rojali, dan Nyonya Joko.
Dapur umum
Mengenai penanganan pasca bencana, diakuinya, BPBD Kota Binjai sudah membangun dapur umum, distribusi bantuan sandang-pangan dan air bersih, serta mendirikan tenda pengungsian sementara, dengan masa tanggap darurat selama satu pekan.
“Dalam waktu dekat, kita akan menyalurkan bantuan kepada para korban berupa peralatan makan, perlengkapan belajar, barang-barang kebutuhan MCK, dan logistik pendukung lainnya,” kata Supardi.
Pascamusibah kebakaran yang menghanguskan delapan rumah di Barak Sinabung Asrama TNI eks 121/Kebunlada, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, ratusan warga masih memadati sekitar lokasi kejadian, Selasa (2/7) siang.
Selain untuk menyaksikan secara kondisi rumah yang terbakar, beberapa warga juga sengaja hadir mengunjungi sanak-saudara dan kerabat mereka yang menjadi korban.
“Saya masih bingung. Karena tempat tinggal dan seluruh harta benda saya habis tak tersisa,” ungkap Saidah, istri purnawirawan TNI, yang turut menjadi korban dalam musibah kebakaran itu.
Membantu korban
Petugas gabungan dari personel TNI-Polri, petugas BPBD, petugas Satpol PP, aparatur pemerintah daerah setempat, dan tim medis, masih bersiaga di lokasi, guna membantu para korban dan penanganan pasca bencana.
Sebaliknya, puluhan relawan dari masyarakat dan anggota Ormas FKPPI turut mengumpulkan donasi dan sumbangan sukarela dari para pengendara yang melintasi Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Tengku Amir Hamzah.
“Hingga siang, aliran listrik di lingkungan Asrama TNI eks 121/Kebunlada masih padam, karena petugas instalasi dari PT PLN (Persero) Area Binjai, masih melakukan perbaikan,” kata Camat Binjai Utara, Adri Rivanto
“Bahkan sejak tadi malam setelah peristiwa kebakaran itu, saya juga sudah instruksikan lurah dan kepling agar standby di lokasi. Sehingga penanganan korban bisa optimal,” imbuhnya.
Dandim 0203/Langkat, Letkol Inf Syamsul Alam, enggan berkomentar terkait penanganan para korban dalam musibah ini. “Nanti dulu ya. Saya masih ada kegiatan,” ujarnya. (wa)











