8 Rumah Asrama TNI Kebunlada Terbakar

43 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

43-jiwa-kehilangan-tempat-tinggal

Binjai, (Analisa). Sebanyak delapan rumah semipermanen di Barak Sina­bung Asrama TNI eks 121/Ke­bunlada, Jalan Askela, Lingkungan IX, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai  terbakar, Senin (1/7) malam.

Tidak ada laporan  korban jiwa dalam musibah itu. Na­mun kerugian material ditak­sir mencapai Rp 1 miliar, ka­rena tidak satu pun barang ber­harga dan perkakas para peng­huni rumah dapat terselamat­kan.

Informasi dihimpun warta­wan di lokasi kejadian, musi­bah kebakaran itu diperki­rakan terjadi pukul 20.00 WIB. Kobaran api diketahui muncul pertama kali dari ru­mah di posisi paling ujung barak.

Namun, karena kondisi rumah yang sebagian besar  terbuat dari material kayu dan dibangun saling menempel satu sama lain, menyebabkan kobaran api dengan mudah menjalar dan membakar ru­mah lainnya.

“Selesai salat Isya tadi, saya dapat informasi kebakaran. Segera saja saya pulang. Tapi kobaran api sudah mem­besar. Sehingga saya tak sempat lagi selamatkan barang-barang. Untung­nya istri, anak dan cucu, sudah berada di luar ru­mah,” ujar Suriyono, sa­lah satu korban.

Pascaperistiwa itu dilapor­kan, seba­nyak tujuh unit armada pemadam api dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai  didatangkan ke lokasi kejadian. Mereka turut dibantu puluhan warga sekitar dan prajurit TNI dari Koramil 16/Binjai Utara.

 Beruntung sekira satu jam setelah upaya pendinginan dilakukan petugas, kobaran api pada akhirnya dapat dipa­damkan. Namun upaya itu te­tap tidak mampu menyela­matkan sebagian besar harta benda milik para korban.

“Situasi sudah aman. Na­mun warga tetap dilarang men­dekat pada radius 100 meter melewati garis polisi, untuk mencegah kerusakan barang bukti,” ujar Kanit Res­krim Polsek Binjai Utara, Iptu Rubenta Tarigan.

Tak disengaja

Polres Binjai  menyebut, ada indikasi kecelakaan tak di­sengaja terkait musibah ke­bakaran yang menghanguskan delapan rumah di Barak Sina­bung Asrama TNI eks 121/Kebunlada, Kota Binjai.

“Menurut beberapa saksi mata, sempat terjadi ledakan sebelum kebakaran terjadi. Diduga ledakan itu dipicu ke­bocoran gas di salah satu rumah,” kata (PS) Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Sis­wanto Ginting.

 Dijelaskannya, berdasar­kan informasi dihimpun petu­gas kepolisian di lapangan, ko­baran api pertama kali muncul dari rumah paling ujung barak yang dihuni Rahim, purnawi­rawan TNI, bersama istrinya, Sri Rahayu Darmawanti.

Hanya saja, saat terjadi ledakan, Rahim diketahui  berjualan bakso di sekitar kawasan Pasar Malam Asra­ma TNI eks 121/Kebunlada.

“Sebelum terjadi ledakan, memang istri Rahim, yakni ibu Sri Rahayu Darmawanti, sedang memasak di dapur menggunakan kompor gas. Tidak lama setelah itu, tiba-tiba sudah muncul api,” ung­kap Siswanto.

Namun karena penghuni rumah panik akibat ledakan itu, dia justru berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan meminta bantuan war­ga, tanpa berupaya melakukan langkah pemadaman awal.

Akibatnya, kobaran api yang berasal dari semburan gas dengan cepat meram­bat ke seluruh bagian bangunan, hingga membakar dan meng­ha­nguskan tujuh rumah lain di dekatnya.

“Memang sempat ada upa­ya pema­daman dan penye­lamatan harta benda dilakukan warga. Namun karena suhu udara sudah terlalu panas, upa­ya itu tidak optimal. Sehingga para korban harus merelakan rumah mereka hangus terba­kar,” terang Siswanto.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai mencatat, 43 warga kehilangan tempat ting­gal akibat musibah kebakaran yang menghangus­kan delapan rumah di Barak Sinabung Asrama TNI eks 121/Kebun­lada, Kota Binjai.

“Secara keseluruhan, terda­pat 43 jiwa yang kehilangan tempat tinggal,” ungkap Ma­na­jer Pusat Pengendali Ope­rasi (Pusdalops) BPBD Kota Binjai, Supardi Tamba, di­dam­pingi Kasi Log, Kartina, dan Kepling IX Kelurahan Pahlawan, Lilik, Selasa (2/7) pagi.

Dikatakan Supardi, 43 warga yang kehilangan tempat tinggal berasal dari 13 kelu­arga. Mereka antara lain, Mukti, Suryani, Reno, Haris Kesuma alias Ais, Suriyono Kaslan, Yuda Bagus, Imai, Budiman, Priyatna, Saidah, Ra­him, Rojali, dan Nyonya Joko.

Dapur umum

Mengenai penanganan pas­ca bencana, diakuinya, BPBD Kota Binjai sudah memba­ngun dapur umum, distribusi bantuan sandang-pangan dan air bersih, serta mendirikan tenda pengungsian sementara, dengan masa tanggap darurat selama satu pekan.

“Dalam waktu dekat, kita akan menyalurkan bantuan kepada para korban berupa peralatan makan, perlengka­pan belajar, barang-barang kebutuhan MCK, dan logistik pendukung lainnya,” kata Supardi.

 Pascamusibah kebakaran yang meng­hanguskan delapan rumah di Barak Sinabung Asrama TNI eks 121/Kebun­lada, Kecamatan Binjai Utara, Kota Bin­jai, ratusan warga masih memadati sekitar lokasi kejadian, Selasa (2/7) siang.

 Selain untuk menyaksikan secara kondisi ru­mah yang terbakar, beberapa warga juga sengaja hadir mengunjungi sanak-saudara dan kerabat mereka yang menjadi korban.

“Saya masih bingung. Ka­rena tempat tinggal dan selu­ruh harta benda saya habis tak tersisa,” ungkap Saidah,  istri purnawirawan TNI, yang turut menjadi korban dalam musi­bah kebakaran itu.

Membantu korban

Petugas gabungan dari personel TNI-Polri, petugas BPBD, petugas Satpol PP, aparatur pemerintah daerah se­tempat, dan tim medis, masih bersiaga di lokasi, guna membantu para korban dan penanganan pasca bencana.

 Sebaliknya, puluhan rela­wan dari masyarakat dan anggota Ormas FKPPI turut mengumpulkan donasi dan sumba­ngan sukarela dari para pengendara yang melintasi Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Tengku Amir Ham­zah.

“Hingga siang, aliran listrik di ling­kungan Asrama TNI eks 121/Kebunlada masih padam, karena petugas instalasi dari PT PLN (Persero) Area Binjai, masih melakukan perbaikan,” kata Camat Binjai Utara, Adri Rivanto

“Bahkan sejak tadi malam setelah peristiwa kebakaran itu, saya juga sudah instruk­sikan lurah dan kepling agar standby di lokasi. Sehingga penanganan korban bisa optimal,” imbuhnya.

Dandim 0203/Langkat, Letkol Inf Syamsul Alam, enggan berkomentar terk­ait penanganan para kor­ban dalam musibah ini. “Nanti dulu ya. Saya masih ada kegi­atan,” ujarnya. (wa)

()

Baca Juga

Rekomendasi