Teknik Pertambangan ITM Terakreditasi B

teknik-pertambangan-itm-terakreditasi-b

PENDIDIKAN ahli pertam­bangan Institut Teknologi Medan (ITM) meru­pakan pendidikan yang menyiap­kan sumber daya lulusan yang mampu me­ngelola usaha pertambangan mulai dari tahap eksplorasi sumber daya alam.

Rektor ITM Dr Mahrizal Mas­ri MT melalui Kabiro Badum yang juga Kahumas M Vivahmi SH MSi kepada wartawan baru-baru ini merasa bangga atas kinerja dan hasil semua pihak yang telah membantu program studi teknik pertambangan ITM mendapat­kan akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Per­guruan Tinggi (BAN-PT) tahun 2019 ini.

Menurut Vivahmi, program pendi­dikan difokuskan pada penguasaan ilmu dan teknologi penambangan de­ngan perim­bangan muatan teoritis dan praktek lapangan sesuai kebu­tuhan dan kompetensinya, se­hing­ga alumni tek­nik pertam­bangan ini mampu bersaing dalam era globalisasi saat ini.

Adapun program pendidikan ahli pertambangan menyiapkan para lulus­an mampu menguasai keilmuan di bidang minat dan bakat seperti, eksplo­rasi sumber daya bumi baik mineral, batu­bara, air tanah dan panas bumi. Teknologi penambangan sum­ber daya bumi, geomekanika, geo­teknik dan teknik pemberaian batuan, peren­cana­an dan peran­cangan tam­bang, hidro­geologi dan penirisan tambang serta pengelolaan lingkungan pertam­bangan.

“Kita harapkan teknik per­tam­bangan ITM ini menjadi pusat unggul­an yang tangguh dan berkompeten di bidang pen­didikan ilmu pertambangan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Menyinggung kompetensi lu­lusan tambah Vivahmi yang juga kandidat doktor (S3) dari Malaysia ini menam­bahkan, lulusan teknik pertambangan diharapkan mampu dalam perencanaan dan perancangan penambangan pada sistem tambang terbuka maupun tambang bawah tanah. Lulusan ini juga mampu Teknik Pertam­bangan ITM Terakreditasi B

Sedangkan ruang lingkupnya salah satu disiplin ilmu ketek­nikan yang mencakup praktek, teori, sains, tek­nologi dan aplikasi dalam pencarian, pe­nambangan (penggalian), pe­ngo­lahan, dan pemanfaatan bahan galian (mineral). Teknik pertam­bangan juga mencakup pemro­sesan mineral untuk mening­katkan nilai tambah.

Dia mengatakan, ekstraksi mineral juga penting dalam masyarakat modern. Aktivitas penambangan seringkali me­nimbulkan gangguan ling­kungan di dalam dan di sekitar area tam­bang. “Insinyur pertam­bangan harus peduli terha­dap mitigasi kerusakan ling­kungan sebagai akibat dari produk­si dan pemrosesan bahan tambang,” ujarnya.

Negara Indonesia yang me­mi­liki kekayaan alam sangat luas, mestinya mampu menge­lola pertambangan cukup ba­nyak, namun nyatanya hanya sebagian yang dapat dikelola ini sangat memprihatinkan. Oleh karena itu menyangkut perma­salahan tersebut adanya kema­uan para pihak misalnya peme­rintah, pengusaha dan elemen-elemen terkait didalamnya.

Untuk menutupi kekurangan tenaga insfektur penambangan di tanah air, pemerintah terus memberikan kesem­patan kepada para alumni penam­bangan di Indonesia untuk bekerja.

"Minimnya tenaga penam­bangan dari pemerintah, me­rupakan peluang bagi sarjana pertambangan," katanya seraya mengharapkan dari jumlah tersebut ada alumni ITM yang diterima masuk di sana. 

Selanjutnya kata Vivahmi, didalam prinsip reklamasi pasca tambang maka perlunya ada perlindungan kualitas air per­mukaan, air tanah,air laut, tanah dan udara, perlindungan keane­kara­gaman hayati, stabi­litas dan keamanan timbunan batuan penutup tailing, lahan bekas tambang, pemanfaatan lahan, bekas tambang dan peng­hormatan atas nilai sosial dan nilai budaya setempat. (rel/bardansyah)

()

Baca Juga

Rekomendasi