Jadi Korban Kekerasan Suami, Ibu dan Lima Anaknya Mencari Suaka ke Dinsos Asahan

Jadi Korban Kekerasan Suami, Ibu dan Lima Anaknya Mencari Suaka ke Dinsos Asahan
Rinawati dan anak-anaknya saat meminta suaka ke Kantor Dinas Sosial Asahan (Analisadaily/Awaluddin)

Analisadaily.com, Kisaran - Seorang ibu rumah tangga bersama lima orang anaknya yang masih di bawah umur mendatangi Kantor Dinas Sosial Kabupaten Asahan, Rabu (21/8).

Ibu rumah tangga tersebut bernama Rinawati (30) bersama anaknya RA (14), BL (12), IS (9) ISy (6) dan AW (3) mengaku jadi korban kekerasan oleh suaminya yang bernama Surya Bakti (42).

"Kami selalu mengalami tindakan kekerasan, disuruh berbuat jahat, dan bila tidak mengikuti perintah, kami akan disiksa," ungkap Rinawati di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Asahan.

Rinawati yang didampingi keluarga, Mulyadi, seorang nelayan yang tinggal di Bagan Asahan dan Syahril Sirait warga Pasar Banjar, mengaku selama ini tinggal tidak menetap di perkebunan sawit. Bahkan dirinya tidak mengetahui tempatnya secara pasti.

"Kami pernah tinggal di Palembang, Ujung Batu Sosa, Madina dan Gunung Tua," ungkapnya yang tidak mengetahui secara pasti lokasinya.

Rinawati menuturkan, suaminya sengaja membawa mereka berpindah-pindah untuk menghindari kejaran polisi. Sebab selama ini suaminya terlibat beberapa kasus penggelapan mobil.

Selain itu mereka terkadang harus berganti-ganti nama, termasuk keempat anaknya.

"Mungkin untuk mengelabui orang," sebut perempuan itu.

Mulyadi menambahkan, dengan modus merental mobil, Surya Bakti berhasil menggelapkan mobil milik warga Kota Tanjungbalai. Kasus inipun sudah diadukan ke polisi.

"Sepengetahuan kami ada dua kasus penggelapan mobil berasal dari Kota Tanjungbalai dengan modus rental mobil," ungkapnya.

Bahkan dirinya bersama keluarga yang memiliki iktikad baik untuk menyelamatkan keponakannya itu nyaris menjadi korban pembegalan.

"Niat baik untuk menyelamatkan keluarga ini nyaris menjadi petaka bagi kami," jelas Mulyadi.

Mulyadi yang merupakan paman Rinawati dihubungi oleh keponakannya yang sudah tidak tahan dengan perilaku sang suami sehingga minta dijemput dari Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara.

"Kami jemput, namun setelah diketahui, putranya yang paling tua mendapat perintah dari ayahnya untuk berbuat jahat dengan kami," ungkapnya.

RA pun tidak membantah keterangan kakeknya itu.

"Aku disuruh orang tuaku, terkadang tidak mampu menolak perintah itu," ungkap RA yang terbata-bata.

Ini juga yang menyebabkan Mulyadi bersama keluarga sepakat untuk menitipkan mereka ke Dinas Sosial karena khawatir terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

"Tadi malam saja, rumah kamu pukul 03.00 WIB digedor orang tidak dikenal. Mungkin ini rangkaian karena kami menyelamatkan keluarga ini," ujar Mulyadi.

Sementara itu dua orang Pekerja Sosial (Peksos) yang menampung aspirasi warga Bagan Asahan tersebut menyarankan agar membuat pengaduan sesuai dengan kartu identitasnya.

"Mereka ini memiliki Kartu Keluarga (KK) yang dikeluarkan Pemerintah Kota Tanjungbalai, maka kami sarankan agar membuat pengaduan ke Polres Tanjungbalai atas dugaan penelantaran. Apalagi anak-anaknya tidak mengenyam pendidikan padahal usia pendidikan," ungkap Dewi sembari mengatakan pihaknya akan mencoba memfasilitasi mereka ke Kota Medan.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Asahan, Awaluddin, sangat menyayangkan sikap orang tua yang menelantarkan anak-anaknya. Apalagi melibatkan mereka ke dalam situasi yang tidak baik.

"Semoga semua pihak yang mendengar cerita ini bisa berempati dan menyelamatkan mereka dari situasi yang tidak baik," harap Awaluddin.

(ALN/EAL)

Baca Juga

Rekomendasi