Miliki Potensi Besar, Medan Didorong Optimalkan Ekonomi Kreatif dan Digital

Miliki Potensi Besar, Medan Didorong Optimalkan Ekonomi Kreatif dan Digital
Renny Maisyarah (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Ibu kota Sumatera Utara, Kota Medan, didorong untuk mengadopsi ekonomi kreatif dan digital (creative and digital economy) karena memiliki potensi besa, di samping sebagai upaya perluasan pengembangan sektor ekonomi sehingga tidak hanya bergantung dari sektor manufaktur dan pertanian.

"Konsep ekonomi kreatif dan digital (creative and digital economy) saat ini sudah diadopsi oleh berbagai kota di penjuru dunia, khususnya Eropa," ujar dosen Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan, Dr Renny Maisyarah SE MSi Ak CA, kepada wartawan di ruangan kerjanya, Kamis (3/8).

Disampaikannya, tantangan dari ketidakseimbangan ekonomi antarkota dalam satu wilayah begitu besar. Untuk itu, kota membutuhkan pengembangan secara serius bukan hanya sektor manufaktur dan pertanian, tetapi juga sektor kreatif, teknologi dan kebudayaan.

Medan merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang saat ini fokus pada industri manufaktur dan pertanian. Di sisi lain, ada ancaman dan keterbatasan lahan dari sektor ini serta persaingan pasar global yang semakin ketat.

Sementara itu, kota-kota besar di berbagai belahan dunia terlihat bahwa kebudayaan menjadi penggerak pertumbuhan sumber daya manusia (SDM) dari sebuah bangsa yang mengikuti pertumbuhan ekonomi kreatif.

Pada saat bersamaan, inovasi teknologi informasi dan komunikasi membawa kita pada model ekonomi yang juga terus berkembang pesat, yaitu ekonomi digital. Perlahan teknologi informasi dan komunikasi mengubah perilaku sosial dan ekonomi masyarakat dunia.

Menurutnya, keterlambatan Kota Medan mengoptimalkan potensi budaya, kreativitas dan teknologi akan memperberat persaingan di era pasar bebas, khususnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang resmi berlaku saat ini.

Renny Maisyarah menyampaikan, definisi terminologi ekonomi kreatif pertama kali dipopulerkan oleh penulis Inggris, John Howkins, ada 2001. Dia membuat klasifikasi ekonomi kreatif ke dalam 15 subsektor ekonomi kreati, mulai kesenian hingga teknologi. Pada 2000 saja, John Howkins mengestimasi nilai ekonomi kreatif dunia mencapai 2,2 triliun dolar Amerika Serikat (AS) dan terus tumbuh lima persen setiap tahun.

"Institusi publik merupakan posisi strategis guna menciptakan hubungan kolaboratif, edukatif, dan prospektif bagi individu kreatif guna menghasilkan sinergi, pengalaman, inovasi dengan pihak manapun baik lokal maupun global untuk perkembangan Kota Medan," tukasnya.

Kolaborasi pemerintah-masyarakat

Dengan kondisi geografis yang berdekatan dengan kota-kota besar lainnya di Asia Tenggara, Medan harusnya dapat mengambil keuntungan dari hal tersebut. "Kita percaya jika bisa berperan aktif dalam perkembangan ekonomi kreatif regional, Medan bisa menjadi aktor penting karena memiliki akar kebudayaan yang mirip dan variatif," ulasnya.

Untuk mencapai cita-cita tersebut, menurutnya, pemerintah bersama masyarakat harus bersama-sama menciptakan program-program, dukungan bisnis, ruang publik, acara, promosi, hingga dukungan finansial kepada sektor ekonomi kreatif.

Pemerintah beserta masyarakat harus bisa menciptakan sebuah industri kreatif yang kuat. Sebab, industri kreatif bisa diartikan sebagai ketersediaan ekonomi kreatif kota. Ini bisa ditandai oleh adanya definisi bentuk-bentuk kreativitas yang diterima di ruang publik, aktivitas masyarakat, pendidikan, dan bisnis.

"Sehingga, industri kreatif berperan bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan tenaga kerja, keahlian-keahlian yang meningkat, dan kemunculan simbol-simbol kebudayaan yang memiliki nilai ekonomi," terangnya.

Dalam pengamatan Renny, saat ini sejumlah produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sudah dipasarkan lewat toko daring (online shop). Ini merupakan sebuah perkembangan positif dan sangat membantu peningkatan pasar UMKK.

"Para pelaku UMKM di Medan harus terus berinovasi memunculkan produk-produk baru dengan memanfaatkan tehnologi digital untuk eksistensi dan keberlanjutan usahanya sejalan berkembangnya usaha dan bertambahnya pendapatan UMKM tersebut seturut dengan besarnya potensi ekonomi kreatif dan digital di Medan, pungkas Renny Maisyarah.

(GAS/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi