Garuda Buka Rute Penerbangan Umrah dari Banda Aceh

Garuda Buka Rute Penerbangan Umrah dari Banda Aceh
Garuda Buka Rute Penerbangan Umrah dari Banda Aceh (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Banda Aceh - Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, didampingi Direktur Teknik Garuda Indonesia, Rahmat Hanafi, melepas penerbangan umrah perdana Garuda Indonesia dari Banda Aceh ke Jeddah dan Madinah di Gedung VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Kamis (3/8).

Pelepasan penerbangan perdana 308 jemaah umrah langsung Banda Aceh Madinah, ditandai dengan pengguntingan pita oleh Pj Gubernur Aceh, didampingi Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal.

Prosesi pelepasan jemaah Umrah juga ditandai penyerahan bingkisan oleh Pj Gubernur Aceh kepada perwakilan yang akan berangkat. Achmad Marzuki mengapresiasi Maskapai Garuda Indonesia yang telah membuka rute penerbangan Umrah langsung dari Aceh ke Jeddah, Arab Saudi.

“Terima kasih, apresiasi kami pada Maskapai Garuda Indonesia atas pembukaan rute umrah langsung dari Aceh ke Jeddah. Karena jika kita melihat waktu tempuh yang hanya 7 jam, penerbangan Umrah dari Aceh ini tentu lebih efektif dan efisien,” ujar Pj Gubernur usai melakukan pengguntingan pita, sebagai pertanda dimulainya pelayanan penerbangan perdana jamaaah umrah dari Aceh.

Pada kesempatan tersebut, GM Garuda Indonesia Cabang Aceh, Nano Setiawan, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pj Gubernur Aceh selaku Kepala Pemerintahan Aceh yang telah mendukung Garuda Indonesia, hingga rute penerbangan Umrah langsung Banda Aceh-Jedah bisa terlaksana.

“Terima kasih atas dukungan Pak Pj Gubernur selama ini serta kesediaan Bapak untuk melepas keberangkatan perdana Jama’ah Umrah. Mulai hari ini, penerbangan langsung bagi Jama’ah Umrah akan rutin kita lakukan seminggu sekali,” ujar Nano.

Nano menambahkan, pesawat berbadan besar GA 914 dari Maskapai Garuda Indonesia akan berangkat dalam keadaan kosong dari Jakarta ke Aceh, untuk selanjutnya menjemput jamaah umrah dan langsung berangkat menuju Jeddah.

Sedangkan rute kembali pesawat ini melalui Madinah ke Aceh. Dan, dari Aceh ke Jakarta pesawat akan kembali terbang dalam keadaan kosong.

Menanggapi hal tersebut, Pj Gubernur menyarankan agar penerbangan GA 914 dari Jakarta-Aceh tidak dalam keadaan kosong.

“Jika memang flight Jakarta-Banda Aceh dan Banda Aceh-Jakarta kosong, kan bisa digunakan untuk penerbangan komersil biasa. Kan bagus ada penerbangan komersil dengan pesawat berbadan besar di Bandara SIM, daripada kosong,” ujar Gubernur memberi saran.

Menanggapi saran Pj Gubernur Aceh, Nano Setiawan berjanji akan menyampaikan hal tersebut kepada pimpinan Garuda Indonesia di Jakarta. “Siap Pak, saran Bapak akan kami tindaklanjuti,” ujar Nano.

Nano Setiawan menjelaskan, Banda Aceh menjadi salah satu dari 5 kota besar di Indonesia yang dilayani penerbangan umrah langsung ke Tanah Suci oleh Garuda Indonesia.

“Aceh dipilih karena waktu penerbangannya paling singkat ke Arab Saudi, sekitar 7 jam setengah, lalu potensi market di sini cukup besar, dan kita ingin ekonomi masyarakat di sini bisa hidup karena penerbangannya langsung dari Banda Aceh,” ujar Nano.

Penerbangan Umrah ini menggunakan pesawat Boeing 777-300 ER ini, akan berlangsung sekali dalam 2 minggu dari Banda Aceh ke Jeddah dan Madinah.

“Kita berangkat dari Banda Aceh ke Jeddah, keluar melalui Madinah. Nanti per 10 hari kita berangkat lagi dari Banda Aceh ke Madinah, keluar dari Jeddah,” ujarnya.

Nano berharap dukungan dari seluruh pihak agar penerbangan umrah dengan pesawat Garuda Indonesia dari Banda Aceh bisa terus berlanjut.

Selain itu, ia juga berharap dengan adanya penerbangan langsung bisa memberi dampak yang lebih besar bagi Aceh, termasuk meningkatnya aktivitas ekspor impor dengan transportasi udara.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal menyampaikan Pemerintah Aceh sangat mendukung dan mengapresiasi manajemen Garuda Indonesia yang telah membuka penerbangan umrah langsung dari Banda Aceh.

“Penerbangan langsung dari Banda Aceh memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Aceh karena cukup menghemat waktu dan biaya ke tanah suci,” ungkap Teuku Faisal.

Kadishub Aceh berharap frekuensi penerbangan umrah dari Bandara SIM ke depannya bisa bertambah, karena animo masyarakat Aceh yang hendak berumrah ke Tanah Suci cukup tinggi.

Pada penerbangan Umrah Perdana Banda Aceh Jeddah Maskapai Garuda Indonesia Airways, salah seorang Ulama Kharismatik Aceh Tgk H Nuruzzahri, selaku pimpinan Dayah Ummul Ayman atau yang akrab disapa Waled Nu, turut dalam rombongan.

(MHD/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi