SPBUN Aceh Selatan Diresmikan, Buah Kesabaran dan Darah Perjuangan Nelayan Kecil

SPBUN Aceh Selatan Diresmikan, Buah Kesabaran dan Darah Perjuangan Nelayan Kecil
SPBUN Aceh Selatan Diresmikan, Buah Kesabaran dan Darah Perjuangan Nelayan Kecil (Analisadaily/Reza Perdana)

Analisadaily.com, Aceh Selatan – Perjuangan panjang nelayan tradisional di Kabupaten Aceh Selatan akhirnya mencapai puncaknya. Di bawah guyuran semangat dan konsistensi yang tak goyah, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) resmi mengoperasikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) ke-9 yang dikelola langsung oleh koperasi nelayan setempat, Selasa (28/4/2026).

Ketua Umum DPP KNTI, Dani Setiawan, tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat memberikan sambutan. Baginya, berdirinya SPBUN ini bukan sekadar urusan bisnis, melainkan simbol kemenangan atas hak-hak nelayan kecil.

Dani menyebut proses hadirnya akses BBM bersubsidi ini sebagai "rel panjang" yang penuh dengan tantangan berat. Ia mengapresiasi para pengurus koperasi di Aceh Selatan yang tetap teguh meskipun harus melalui proses yang melelahkan.

“Ini bukan kerja pendek. Dengan berbagai kesabaran, darah, dan air mata, akhirnya hari ini kita menyaksikan buah dari konsistensi perjuangan membela nelayan kecil. Teman-teman koperasi berhasil menghadirkan apa yang diimpikan nelayan: akses mudah terhadap BBM untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujar Dani dengan penuh emosi.

Kebahagiaan Dani semakin lengkap dengan kehadiran Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan. Dani menyebut keduanya sebagai "pejabat pejuang" yang memiliki akar kuat dalam membela hak rakyat kecil.

SPBUN Aceh Selatan Diresmikan, Buah Kesabaran dan Darah Perjuangan Nelayan Kecil (Analisadaily/Reza Perdana)
Secara khusus, Dani mengenang sosok Menteri Ferry Juliantono yang bukunya berjudul "Tanah untuk Rakyat" telah menjadi inspirasi baginya sejak masih mahasiswa. "Buku itu menginspirasi saya untuk terus konsisten membela hak rakyat miskin, khususnya nelayan tradisional, baik di luar maupun di dalam pemerintahan," kenangnya.

Ia juga memuji sosok Wamen KKP yang menurutnya paham betul seluk-beluk masalah nelayan berkat pengalaman panjang di Angkatan Laut. Dani optimistis kolaborasi jajaran "pejuang" ini akan mempercepat kemandirian ekonomi rakyat sebagaimana mandat Presiden Prabowo Subianto.

SPBUN Aceh Selatan ini merupakan titik ke-9 yang dikelola secara mandiri oleh jaringan koperasi KNTI. Dani mengungkapkan bahwa ekspansi ini tidak akan berhenti di sini. Dengan dukungan penuh dari Pertamina, KNTI berencana meresmikan titik ke-10 di Kota Semarang dalam waktu dekat.

"Ini adalah bukti bahwa SPBUN bisa dikelola oleh nelayan tradisional sendiri, dikelola oleh perempuan pesisir, dan anak muda di daerah pesisir. Tujuannya satu: menyejahterakan masyarakat pesisir kita sendiri," tegas Dani.

SPBUN Aceh Selatan Diresmikan, Buah Kesabaran dan Darah Perjuangan Nelayan Kecil (Analisadaily/Reza Perdana)
Dani berharap SPBUN ini menjadi langkah awal bagi koperasi nelayan untuk merambah lini usaha lain, sehingga koperasi benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi nasional di sektor perikanan.

Kehadiran SPBUN bagi PT Pertamina (Persero) bukan sekadar membangun bangunan fisik, melainkan membangun ketahanan ekonomi nelayan kecil. Dengan BBM yang dekat dan pasti, nelayan bisa lebih tenang melaut, dan hasil tangkapan pun menjadi lebih bernilai karena biaya operasional yang jauh lebih rendah. Juga sebagai upaya pemerintah menhadirkan BBM Satu Harga di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) .

Pada peresmian SPBU Nelayan di Desa Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, dihadiri oleh Menteri Koperasi Indonesia, Ferry Juliantono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) Republik Indonesia, Laksdya TNI (Purn.) Didit Herdiawan Ashaf.

Turut hadir pula Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, EGM PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, Manager Retail PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, I Gusti Bagus Sutetia, Bupati Aceh Selatan, Mirwan, serta tamu penting lainnya.

(RZD/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi