Pangkas Jarak 10 Km, Kehadiran SPBUN di Bakongan Timur Aceh Selatan Jadi 'Napas Baru' Bagi Nelayan (Analisadaily/Reza Perdana)
Analisadaily.com, Aceh Selatan – Senyum semringah terpancar dari wajah Harmaini (50), seorang nelayan senior yang kini dipercaya menjabat sebagai Panglima Laut di Trumon Dalam, Kabupaten Aceh Selatan.
Bagi pria yang sudah melaut sejak kelas 6 SD ini, kehadiran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) baru di Desa Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, adalah jawaban atas doa panjang para nelayan kecil.
Selama puluhan tahun, tantangan terbesar nelayan di wilayah Samudera Hindia ini bukan hanya ombak besar, melainkan sulitnya mendapatkan akses Bahan Bakar Minyak (BBM).
Sebelum adanya SPBUN ini, Harmaini dan rekan-rekannya harus menempuh perjalanan darat yang sangat jauh hanya untuk mendapatkan jeriken minyak. Mereka terpaksa menuju SPBUN di Bakongan dengan jarak tempuh mencapai 40 kilometer dari Trumon.
Pangkas Jarak 10 Km, Kehadiran SPBUN di Bakongan Timur Aceh Selatan Jadi 'Napas Baru' Bagi Nelayan (Analisadaily/Reza Perdana)
"Jauh sekali memang, 40 kilometer kami harus jalan dari Trumon ke Bakongan (lama) sana. Tapi sejak ada SPBUN ini, jarak tempuh berkurang 10 kilometer. Walaupun kurangnya cuma sedikit, bagi kami nelayan kecil, itu sangat menguntungkan," ungkap Harmaini saat ditemui di lokasi, Selasa (28/4/2026).
Bagi Harmaini, penghematan jarak bukan satu-satunya keuntungan. Kepastian stok BBM jauh lebih berharga. Dahulu, para nelayan seringkali harus menelan pil pahit gagal melaut karena stok minyak di tempat pengisian yang jauh sering terputus atau habis.
"Dulu sering tidak jadi ke laut karena minyak tidak ada. Itu kendala besar bagi kami. Sekarang alhamdulillah, ekonomi lebih hemat dan tidak ada lagi kendala untuk berangkat. Minyak sudah dimudahkan dengan adanya kehadiran SPBU dari Pertamina ini," tambahnya.
Ayah dari orang anak ini menceritakan bahwa hidupnya memang sudah "berlimbangan" (menyatu) dengan laut. Sebagai Panglima Laut, ia bertanggung jawab atas ketertiban nelayan di wilayah Lhok (teluk) Trumon Dalam. Menurutnya, akses BBM yang mudah membuat kesejahteraan nelayan di Trumon Tengah hingga Trumon Timur ikut terangkat.
Pangkas Jarak 10 Km, Kehadiran SPBUN di Bakongan Timur Aceh Selatan Jadi 'Napas Baru' Bagi Nelayan (Analisadaily/Reza Perdana)
Kehadiran SPBUN ini diharapkan menjadi tonggak kemandirian ekonomi nelayan di Aceh Selatan. Dengan terpangkasnya biaya transportasi dan waktu pengambilan BBM, para nelayan kini bisa lebih fokus mencari rezeki di luasnya Samudera Hindia tanpa dihantui ketakutan kehabisan bahan bakar.
Kehadiran SPBUN bagi PT Pertamina Patra Niaga bukan sekadar membangun bangunan fisik, melainkan membangun ketahanan ekonomi nelayan kecil. Dengan BBM yang dekat dan pasti, nelayan bisa lebih tenang melaut, dan hasil tangkapan pun menjadi lebih bernilai karena biaya operasional yang jauh lebih rendah. Juga sebagai upaya pemerintah menhadirkan BBM Satu Harga di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)
Diketahui, pada peresmian SPBU Nelayan di Desa Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, dihadiri oleh Menteri Koperasi Indonesia, Ferry Juliantono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) Republik Indonesia, Laksdya TNI (Purn.) Didit Herdiawan Ashaf.
Turut hadir pula Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, EGM PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, Manager Retail PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, I Gusti Bagus Sutetia, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Dani Setiawan, Bupati Aceh Selatan, Mirwan, serta tamu penting lainnya.(RZD/RZD)