Lagu Baku Kele dari Maluku Keluar sebagai Pemenang LCLDN 2023

Lagu Baku Kele dari Maluku Keluar sebagai Pemenang LCLDN 2023
Lagu Baku Kele dari Maluku Keluar sebagai Pemenang LCLDN 2023 (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Jakarta - Freitsana Sopaheluwakan asal Ambon, Maluku dengan lagu Baku Kele keluar sebagai pemenang ajang Lomba Cipta Lagu Daerah Nasional (LCLDN) 2023 menyuisihkan 11 peserta lainnya dalam grand final di Jakarta.

LCLDN yang digagas Prof. Dr. Sapta Nirwandar ini telah memasuki tahun ketujuh, dan telah menghasilkan ratusan lagu-lagu daerah.

“LCLDN sebagai upaya membangkitkan nasionalisme musik dari Kebhinekaan Indonesia, berkarya dengan tradisi, bahasa dan karakter kebangsaan,” papar Sapta Nirwandar, Jumat (22/12).

Mantan Wamen Parekraf ini mengatakan, musik tidak hanya memiliki fungsi hiburan dan ekonomi saja, musik juga memiliki keterkaitan erat untuk menjaga persatuan nasional dan gerakan kebangsaan.

Di Indonesia yang memiliki keragaman budaya, jelas Sapta, musik ditandai dengan tumbuhnya semangat berkarya membuat komposisi musik dan laginyang sesuai dengan tradisi, bahasa dan karakteristik kebangsaan mereka.

“Dapat dikatakan, musik menjadi identitas kolektif yang menjadi sarana ekspresi budaya bangsa,” papar Sapta.

LCLDN yang secara rutin digelar tiap tahun, ungkap Sapta, bagian dari semangat menjadikan musik berbahasa daerah nusantara sebagai media untuk memperkuat semangat kebangsaan generasi bangsa. Di samping itu, terkait dengan ekonomi kreatif, Sapta berharap, hal ini menjadi lokomotif bagi industri musik Indonesia untuk bersaing di pentas dunia.

Ke depan, Sapta berharap, kegiatan ini menjadi cita-cita luhur seluruh anak bangsa, bahwa kearifan lokal nusantara, kekayaan bahsa dan keberagaman musikalitasnya lebih mendapat perhatian serius dari semua pohak.

“Sangat takjub dan senang animo pencipta lagi berbagai daerah Indonesia ini sangat antusias terbukti dengan jumlah peserta yang meningkat tajam,” ungkap Sapta.

Direktur Program dan Produksi LPP RRI Mistam mengatakan, RRI sangat berperan dalam penyampaian informasi, penyambung aspirasi masyarakat, serta sebagai sabuk pengaman ketahanan budaya bangsa.

Ia mengatakan, RRI sangat mendukung penyelenggaraan LCLDN ini karena memiliki visi yang sama terutama dalam mengangkat kebhinekaan Indonesia melalui musik.

“LCLDN ini mewakili kearifan lokal Nusantara, baik kelayaan bahasa daerahnya maupun kelayaan musiknya,” papar Mistam.

Produser & Direktur Musik Dwiki Dharmawan mengatakan, tahun ini karya yang diterima panitia mencapai 184 peserta, dan setelah dilakukan penilaian oleh dewan juri, maka hanya 12 lagu yang masuk grand final.

LCLDN bertujuan untuk melestarikan bahasa-bahasa Nusantara melalui musik dan lagu. Dengan harapan generasi muda kembali bangga dan memberikan apresiasinya terhadap bahasa darrah. Dan paling penting, mereka tetap mau menggunakannya sebagai bahsa sehari-hari.

Berikut para pemenang LCLDN : Freitsna Sopaheluwakan asal Ambon, Maluku, Ambon – dengan lagu ciptaannya ‘Baku Kele, Eutimirius Lodha ~ ‘Papa Modhe’ – Ngada, NTT, Stephen Irianto Wally — ‘Mahi Mahi Nebei Be M’Bai’ – Sentani, Papua, Daniel Yohansen Martin, – ‘Arta Ta’ – Batak, Sumatera Utara, Ferdinand Soputan – ‘Si Tou Timou Tumou Tou’ – Minahasa, Sulawesi Utara, I Gde Sudipta Chandanatha – ‘Pakeling’, Bali, Rizki Abdullah — ‘Sakentang Sakentung’ – Tegal, Jawa Tengah.

(TRY/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi