GAMKI Taput Apresiasi BPODT, Caldera Toba Tingkatkan Ekonomi Lokal (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Tapanuli Utara - Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Edi Siburian, menilai Toba Caldera Resort merupakan salah satu destinasi wisata yang mengintegrasikan nilai geologi, ekologi, dan budaya yang mampu meningkatkan ekonomi lokal.
"Meningkatkan ekonomi lokal dalam kesatuan pembangunan kawasan wisata berbasis perlindungan (konservasi)," ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Dia menilai kehadiran Toba Caldera Resort ini menunjukkan tren peningkatan wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang datang ke Sumut.
Menurutnya, peningkatan tren wisatawan ini tidak terlepas dari campur tangan yang dilakukan oleh Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT)) di bawah kepemimpinan, Jimmy Panjaitan.
"Sebab kita lihat Direktur Utama BPODT terus mendorong peningkatan aksebilitas antara lain melalui penambahan rute penerbangan ke Bandara Sisingamangaraja XII dan digitalisasi penyeberangan di Danau Toba," ungkapnya.
Selain itu BPODT juga selalu melakukan berbagai promosi wisata Danau Toba melalui kerjasama produksi film bertema budaya dan pariwisata Danau Toba.
"Sudah ada 3 film yang diproduksi, antara lain, Harta Tahta Boru Ni Raja, Antara Mama Cinta dan Sorga, dan Wasiat Warisan," katanya.
"Film terakhir bahkan sempat menempati posisi teratas dalam Top 10 Movies in Indonesia di Netflix, platform video OTT terbesar di dunia, pada hari pertama penayangannya," tambahnya.
Dia juga mengatakan, saat ini sudah ada beberapa investor yang terlibat di Toba Caldera Resort.
"Yakni Labersa Group, Agung Concern Group, Tobanta Nauli Indah, Dunia Outbond, serta NIMO Group," tambahnya.
Menurutnya, seluruh perkembangan dan kemajuan ini tidak terlepas dari Tata Kelola Kelembagaan yang baik dilakukan Jimmy Panjaitan.
Dia mengatakan Jimmy memiliki kemampuan manajerial pariwisata dan pemahaman terhadap geopark sebagai sistem pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan berkelanjutan.
"Memadukan lingkungan, kehutanan, pariwisata, infrastruktur, kearifan lokal dan pemerintah; sebagai wujud dari konservasi Kawasan Danau Toba. Dimana masyarakat lokal turut berperan di dalamnya," imbuhnya.
(CAN/RZD)