Para peserta lomba lari dengan ostrich saat diberikan sertifikat (Analisadaily/nirwansyah sukartara)
Analisadaily.com, Malaysia - Di tengah suasana pedesaan yang masih basah oleh hujan, Minggu 19 April 2026 sore, suasana di Ostrich Farm yang berada di Lot 1419, Jalan Perdana 4, Batu 9, 71050 Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia begitu asri.
Aroma tanah basah berpadu dengan suara riuh hewan, kambing mengembik, ayam berkokok, dan langkah-langkah berat burung unta yang sesekali berlari melintasi arena. Suatu pengalaman yang menyenangkan kami diajak tim Tourism Malaysia bisa berkunjung ke sini.
Di tempat inilah, pengalaman wisata tak sekadar melihat, tetapi juga merasakan langsung interaksi unik antara manusia dan satwa.
Di kawasan Negeri Sembilan yang dikenal dengan lanskap hijaunya, peternakan ini dulunya bukan sekadar objek wisata. Berdiri sejak 1989, tempat ini pernah menjadi salah satu pusat peternakan burung unta terbesar di Malaysia, dengan populasi mencapai 300 ekor.
Pada masa itu, aktivitas utama adalah produksi daging burung unta yang didistribusikan ke berbagai wilayah. Proses pemotongan hingga pengolahan dilakukan langsung di lokasi.
Foto bersama Ostrich yang bernama putri
Namun, perubahan arah terjadi setelah tahun 2000. Peternakan ini bertransformasi menjadi destinasi wisata edukatif, membuka pintu bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat burung unta dan berbagai hewan lainnya. Kini, jumlah burung unta memang tak lagi sebanyak dulu, tersisa sekitar 15 ekor, namun daya tariknya justru semakin kuat karena pengalaman yang ditawarkan lebih personal dan interaktif.
Salah satu bintang utama di sini adalah Kuntum, burung unta jantan berusia 19 tahun. Kuntum bukan sekadar penghuni, melainkan “atlet” andalan dari Ostrich Farm. Pengunjung dapat mengikuti lomba lari melawan Kuntum, sebuah aktivitas yang memancing tawa sekaligus rasa penasaran.
Meski peserta manusia datang dengan penuh percaya diri, hasilnya hampir selalu sama: Kuntum melesat dan menang. Sebagai kenang-kenangan, peserta tetap mendapatkan sertifikat, seolah mengabadikan momen langka berkompetisi dengan satwa eksotis.
Kerangka ostrich sebagai bagian dari edukasi ke pengunjung
Tak jauh dari arena lomba, ada Putri, burung unta betina berusia tujuh tahun yang lebih bersahabat. Putri menjadi favorit bagi pengunjung yang ingin berfoto atau memberi makan langsung. Interaksi ini memberikan pengalaman yang jarang ditemui, terutama bagi anak-anak yang biasanya hanya mengenal hewan melalui buku atau layar.
Selain burung unta, kawasan ini juga dihuni berbagai satwa lain seperti kambing, domba, ayam Brahma, hingga hewan kecil seperti hamster. Beberapa di antaranya juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi tempat ini, dijual baik dalam bentuk hidup maupun daging segar untuk aqiqah. Pengunjung dapat melihat langsung proses peternakan yang autentik, memberikan gambaran nyata tentang kehidupan agrikultur.
Lari bareng Ostrich
Menariknya, edukasi di sini tidak hanya berhenti pada interaksi dengan hewan hidup. Di beberapa sudut, terdapat kerangka burung unta yang dipajang sebagai media pembelajaran, serta telur-telur burung unta yang diolah menjadi kerajinan, seperti lampu hias. Elemen ini memperkaya pengalaman, menggabungkan pengetahuan ilmiah dengan sentuhan kreativitas.
Bagi pecinta kuliner, pengalaman di tempat ini semakin lengkap. Restoran di dalam kawasan menawarkan hidangan berbahan dasar burung unta, mulai dari burger, sate, hingga steak. “Untuk kulinernya sekarang jadinya kami yang beli burung unta dari tempat lain, mengingat di sini sudah tidak ada lagi menyembelih burung unta,” kata Mr Chris petugas di Ostrich Farm.
Daging burung unta dikenal lebih rendah lemak dibandingkan daging merah lainnya, sehingga menarik bagi mereka yang ingin mencoba alternatif yang lebih sehat.
Mr. Chris juga menjelaskan bahwa menu-menu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mencicipi sesuatu yang berbeda.
Tak hanya itu, fasilitas penunjang seperti arena bermain anak turut menjadikan tempat ini ramah keluarga. Di bawah langit yang cerah setelah hujan, anak-anak berlarian, sementara orang dewasa menikmati suasana tenang pedesaan yang walaupun keluar dari Farm kita sudah melihat kembali suasana perkotaan.
Kereta bermain anak yang disediakan di lokasi
Lebih dari sekadar tempat wisata, Ostrich Farm menghadirkan perpaduan antara edukasi, hiburan, dan pengalaman kuliner dalam satu ruang. Di sini, pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga belajar, merasakan, dan membawa pulang cerita.
Penulis: Nirwansyah Sukartara
Editor: Nirwansyah Sukartara