Serius Perbaiki Sungai dan Irigasi, Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut Apresiasi Gubsu Wujudkan Astacita

Serius Perbaiki Sungai dan Irigasi, Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut Apresiasi Gubsu Wujudkan Astacita
Serius Perbaiki Sungai dan Irigasi, Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut Apresiasi Gubsu Wujudkan Astacita (Analisadaily/zulnaidi)

Analisadaily.com, Medan - Upaya mendorong kemajuan sektor pertanian di Sumut khususnya di Kabupaten Batu Bara terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Ketua Fraksi PAN DPRD Sumatera Utara, Yahdi Khoir Harahap, menyampaikan apresiasi terhadap langkah konkret Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang dinilai semakin serius memperhatikan pembangunan infrastruktur sumber daya air di wilayah tersebut.

Perhatian itu terlihat dari sejumlah proyek strategis yang digulirkan sepanjang tahun ini, mulai dari normalisasi sungai, pembangunan dan perkuatan tebing, hingga rehabilitasi bendung dan peningkatan jaringan irigasi. Program-program ini menyasar berbagai kecamatan penting seperti Air Putih, Sei Balai, Medang Deras, hingga Sei Suka—wilayah yang selama ini menjadi penopang utama aktivitas pertanian masyarakat Batu Bara.
Menurut Yahdi, pembangunan infrastruktur air bukan sekadar proyek fisik semata, melainkan investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Selama ini, persoalan klasik seperti banjir, sedimentasi sungai, Sedimentasi saluran daerah irigasi baik primer sekunder maupun pembuangan,
hingga kerusakan bendung dan saluran irigasi kerap menjadi hambatan serius bagi produktivitas pertanian. Karena itu, kehadiran proyek-proyek ini dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan yang telah lama diperjuangkan.
“Langkah yang dilakukan pemerintah provinsi hari ini menyentuh titik-titik krusial yang memang sangat dibutuhkan masyarakat. Jika dikerjakan dengan baik, dampaknya akan sangat besar, tidak hanya dalam meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga melindungi lahan warga dari ancaman banjir,” ujar Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut ini, Kamis (23/4/2026) di DPRDSU.
Beberapa proyek yang tengah berjalan di antaranya normalisasi Sungai Tanjung di Kecamatan Air Putih, pembangunan perkuatan tebing Sungai Dalu-dalu, serta peningkatan tanggul di Sungai Suka sebagai bagian dari penanganan pascabencana. Selain itu, rehabilitasi sejumlah bendung penting seperti DI Tanjung Muda, DI Simodong, serta DI Cinta Maju/Cinta Damai menjadi bagian dari upaya besar memperkuat sistem irigasi yang selama ini menjadi urat nadi pertanian di Batu Bara. Soalnya, fi Batubara luas areal persawahannya mencapai hampir 12 ribu hektare.
Tak hanya itu, peningkatan saluran irigasi di DI Purwodadi dan berbagai kegiatan perkuatan tebing sungai lainnya juga memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan air yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Dia menambahkan, salah satu yang sangat prioritas dan yang sangat diharap harapkan masyarakat petani adalah perbaikan bendung DI Cinta Maju/Cinta Dame di Sei Dalu dalu, Kec. Air Putih dengan anggaran 20 miliar. Dimana program sudah dianggarkan pada APBD 2025 tapi terjadi pergeseran sehingga dianggarkan kembali di 2026 setelah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution turun langsung meninjau kondisi bendung tersebut ke lapangan pada bulan Juni 2025 dan akhirnya dianggarkan kembali di 2026 berkat respon positip Gubernur. Yahdi sangat mengapresiasi respons positif ini karena masyarakat sangat mengharapkan perbaikan bendung ini segera dilakukan.
Yahdi menilai, apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara saat ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan sektor pangan sebagai prioritas utama. Program ini, kata dia, merupakan bentuk dukungan nyata terhadap visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional, sebagaimana yg tertuang daam Astacita kedua.
“Ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan infrastruktur dasar yang memadai. Air adalah kunci utama. Ketika irigasi baik, hasil pertanian meningkat, dan kesejahteraan petani pun ikut terangkat,” tambahnya.
Meski demikian, ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan dan kualitas pelaksanaan proyek. DPRD, khususnya Fraksi PAN, berkomitmen untuk terus mengawal agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ke depan, kesinambungan program menjadi hal yang tidak kalah penting. Pembangunan yang dilakukan saat ini diharapkan tidak berhenti sebagai proyek tahunan semata, melainkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem pertanian yang kuat, modern, dan berdaya saing.
Menurutnya, dengan sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat, Batu Bara memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu lumbung pangan unggulan di Sumatera Utara. Di tengah berbagai tantangan, langkah-langkah nyata seperti ini menjadi harapan baru—bahwa pertanian tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan menginspirasi.
(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi