Gunakan Teknologi TMS, Pasien Stroke dan Psikiatri Kini Lebih Gampang Ditangani di RS Adam Malik Tanpa Operasi (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Pasien yang terserang stroke, gangguan bicara, kelemahan anggota gerak hingga gangguan fungsi kognitif kini tidak perlu lagi kuatir akan menjalani serangkaian operasi untuk mendapatkan kesembuhan.
Kini semua penyakit tersebut dapat ditangani dengan gampang dengan menggunakan teknologi modern bernama Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) yang telah hadir di Rumah Sakit Adam Malik.
Alat canggih ini bisa menjadi harapan baru untuk penanganan dan pemulihan pasien neurologi, termasuk juga psikiatri.
Dokter spesialis neurologi RS Adam Malik, dr. Suska Lara Br Ginting, M.Ked(Neu), Sp.N menjelaskan, TMS merupakan teknologi modern yang digunakan melalui metode terapi non-invasif. Dengan memanfaatkan energi magnet untuk membantu penanganan berbagai gangguan pada pasien neurologi dan psikiatri.
“TMS ini alat stimulasi dengan menggunakan energi magnet. Alat ini aman, dan juga non-invasif, sehingga tidak membutuhkan tindakan operasi,” ujarnya.
TMS tersebut, lanjut dr Suska, dapat digunakan pada pasien dengan berbagai kondisi, seperti pasien stroke dengan gangguan bicara, kelemahan anggota gerak, hingga gangguan fungsi kognitif. Selain itu, TMS juga efektif mengatasi nyeri kronis seperti migrain, dan nyeri neuropati pada pasien neurologi atau penyakit saraf.
“Di bidang psikiatri, TMS digunakan membantu pasien dengan gangguan kecemasan dan depresi. Alat ini juga sudah banyak dimanfaatkan untuk menangani pasien dengan ketergantungan rokok maupun adiksi vape,” papar dr. Suska.
Manfaat TMS ini pun sudah dirasakan langsung oleh pasien rumah sakit milik Kementerian Kesehatan tersebut. Hardianto (38 tahun), pasien pasca stroke iskemik akut ini mengaku merasakan perubahan positif setelah menjalani terapi TMS.
Menurutnya, saraf-saraf pada bagian tubuh yang sebelumnya lemah dan mengalami penurunan gangguan kecemasan kini mulai memberikan respons.
“Saya merasakan kedutan saraf di bagian tangan yang lemah, dan gangguan cemas yang saya alami setelah stroke berangsur pulih. Kualitas hidup saya menjadi lebih baik,” ujar Hardianto saat ditemui setelah menjalani terapi TMS di Gedung Paviliun RS Adam Malik belum lama ini.
Hal serupa juga disampaikan Palti Siregar (63), yang mengalami stroke ringan sejak lima tahun lalu. Ia merasakan peningkatan signifikan pada kekuatan tangan kanannya setelah menjalani terapi TMS.
“Setelah beberapa kali terapi, kekuatan tangan saya meningkat. Dulu hanya mampu membawa beban dalam jarak sekitar 200 meter. Sekarang bisa hingga sekitar 2 kilometer. Ini sangat membantu proses pemulihan saya,” ungkapnya.
Menurut Palti, TMS sudah memberikan manfaat yang lebih terasa dibandingkan terapi lain yang pernah dijalaninya. Ia pun mengapresiasi upaya RS Adam Malik dan pemerintah untuk menghadirkan layanan ini bagi masyarakat. Palti berharap pasien lain dengan keluhan serupa juga bisa memanfaatkan alat TMS yang tersedia di RS Adam Malik ini.
Teknologi TMS ini sendiri diharapkan dapat melengkapi kemampuan layanan Neurologi di RS Adam Malik. Apalagi, layanan neuro science saat ini menjadi salah satu layanan unggulan bersama dengan layanan kardiologi (jantung) dan layanan onkologi (kanker) di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini.
(MC/RZD)