Tahun 2025-2026 RS Adam Malik Lakukan DSA Terhadap 454 Pasien Stroke

Tahun 2025-2026 RS Adam Malik Lakukan DSA Terhadap 454 Pasien Stroke
Dr. dr Iskandar Nasution MKM, SpS (K), FINS (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Sejak tahun 2025 hingga 2026 RS Adam Malik Medan telah melakukan tindakan Digital Subtraction Angiography (DSA) terhadap 454 pasien yang mengalami stroke. Dari jumlah tersebut, pasien anak tercatat sebanyak 7 orang, dewasa 417 orang.

Dr. dr Iskandar Nasution MKM, SpS (K), FINS yang merupakan Dokter spesialis Neurologi di RS Adam Malik yang juga Ketua Unit Fungsional Pendidikan RS Adam Malik tersebut menyampaikan, dari jumlah pasien yang ditangani untuk tindakan DSA didominasi oleh pasien dewasa dan yang terserang stroke iskemik (penyumbatan). Kalau pada anak jumlahnya masih sedikit.

"Kalau kasus pada anak yang dilakukan tindakan DSA ini sering karena malformasi, karena kelainan pembuluh darah di otak, seperti AVM (Arteriovenous Malformation), atau seperti terserang Moya-Moya, terjadi peradangan pembuluh darah," jelasnya kepada Analisadaily.com, Jumat (22/5/2026).

Diakuinya, dirinya lebih banyak menangani pasien dewasa daripada anak. Kalau pun pernah dilakukan hanya menangani pasien yang mengalami nyeri kepala yang sangat hebat.

"Jika curiga karena ada kelainan, misalnya ada aneurisma kemudian atau adanya Cerebral Venous Sinus Thrombosis (CVST) yang merupakan jenis stroke langka yang terjadi akibat pembekuan darah di sinus vena otak yang menghalangi aliran darah keluar dari kepala. Tetapi CVST ini pun lebih banyak menyerang remaja, kita diagnosa dengan DSA," papar Iskandar.

Biasanya, lanjutnya, pasien tiba-tiba mengalami nyeri kepala kemudian di-DSA ketemu gambaran ada trombus di daerah Sinus atau Vena nya. Ini juga bisa terjadi pada anak selain malformasi.

"Jadi kalau pada anak yang kita curiga untuk melakukan tindakan DSA itu, yakni, malformasi pembuluh darah serebral kemudian kecurigaan adanya aneurisma struktur yang pecah karena riwayat nyeri kepala hebat pada anak, atau nyeri kepala yang kaitannya dengan CVST, ini yang banyak kita temukan," papar Iskandar.

Dari jumlah kasus yang ditangani di RS milik pemerintah pusat itu Iskandar mengakui pihaknya banyak menangani pasien Stroke Iskemik. Pada stroke ini, DSA ini yang pertama pada kasus hiperakut. Hiperakut ini begitu baru kena, dilakukan trombolisis kemudian lanjut ke Trombektomi (prosedur medis minimal invasif untuk mengangkat bekuan darah (trombus) yang menyumbat pembuluh darah arteri atau vena).

Sebelum Trombektomi ini, lanjut Iskandar, kita lakukan DSA untuk melihat sumbatannya terjadi di mana. Apakah sumbatan di pembuluh darah besar qta pembuluh halus atau kecil. Jika pembuluh darah kecil tidak bisa dilakukan mechanical thrombectomy. Kita skrining dulu sebelum melakukan tindakan mechanical thrombectomy. Itu DSA pada Stroke Iskemik yang akut.

Kemudian ada juga pada Stroke Iskemik yang berulang (Recurrent Ischemic Stroke). Atau serangan stroke yang sepintas (Transient Ischemic Attack). Nah, itu indikasi kita lakukan DSA untuk melihat kelainan pembuluh darahnya. Kenapa bisa berulang? Berarti ada penyempitan pembuluh darah yang berpotensi terjadi total sumbat. Jadi untuk mengetahui mendiagnosaada stenosis yang sudah kritis, kitall lakukan DSA. Jika ada penyempitan baru dilakukan tindakan selanjutnya, apakah operasi atau dilebarkan pembuluh darah dengan balon atau sten. Ini untuk stroke yang berulang Iskemik.

Untuk stroke Hemoragik terutama pada kasus pendarahan Subarachnoid hemorrhage (perdarahan subaraknoid) paling banyak disebabkan karena pecahnya aneurisma. Sekitar 80 persen disebabkan oleh aneurisma (kelainan dinding pembuluh darah, dimana dinding pembuluh darah mengalami pelebaran, menonjol, karena lemah dindingnya, ada tekanan darah yang masuk tinggi, pecah, terjadilah perdarahan).

Jika tidak dilakukan penutupan maka pembuluhnya akan pecah lagi. Makanya kita lakukan DSA untuk melihat apakah ada aneurisma ini. Lalu di mana lokasinya, apakah memungkinkan untuk melakukan tindakan operasi coiling atau dengan dijepit. Jika memungkinkan untuk dilakukan tindakan maka kita lakukan coiling, kapan dilakukan, harus sesegera mungkin.

Untuk stroke perdarahan yang intraselebral tidak ada gejala namun pecah pembuluh darahnya, apalagi yang terserang usia muda, indikasi DSA untuk melihat apakah ada gambaran malformasi di situ. Apakah AVM atau Fistula arteriovenosa (AV). Jika ini ada makanya dilakukan penutupan arteri vider agar nedusnya tidak mendapat asupan arteri agar mengecil sehingga resiko pendarahan bisa dihindari untuk ke depannya.

(MC/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi