Bawomataluo Makin Informatif: Tim FPS Hadirkan Papan Interpretasi Wisata Budaya Berbasis Digital (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Nias - Tim Field Project Study (FPS) Desa Wisata Desa Wisata Bawomataluo dari Program Studi Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata Medan melaksanakan program pembuatan papan interpretasi potensi wisata budaya sebagai upaya penguatan informasi wisata dan edukasi bagi wisatawan yang berkunjung ke desa adat tersebut.
Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi pengembangan interpretasi destinasi wisata berbasis edukasi dan pelestarian budaya yang dirancang untuk mendukung pengalaman wisata yang lebih informatif, terarah, dan berkelanjutan di kawasan wisata budaya Bawomataluo.
Papan interpretasi yang dikembangkan memuat berbagai informasi penting mengenai potensi wisata budaya di Desa Wisata Bawomataluo. Dalam satu media interpretasi tersebut terdapat peta potensi wisata desa, identifikasi dan penjelasan mengenai 16 objek cagar budaya, informasi mengenai prinsip Sapta Pesona, aturan berkunjung ke desa wisata, serta barcode digital yang dapat dipindai oleh wisatawan untuk memperoleh informasi tambahan mengenai sejarah, budaya, dan daya tarik wisata di Bawomataluo secara lebih lengkap dan interaktif.
Kehadiran barcode digital tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi informasi dengan interpretasi wisata budaya sehingga memberikan pengalaman wisata yang lebih modern tanpa menghilangkan nilai tradisional desa adat.
Program pembuatan papan interpretasi ini merupakan salah satu program kerja utama Tim FPS Desa Wisata Bawomataluo yang telah direncanakan sejak awal pelaksanaan kegiatan FPS pada pertengahan April 2026.
Proses perencanaan dilakukan melalui observasi lapangan, identifikasi kebutuhan informasi wisatawan, diskusi bersama masyarakat desa, serta koordinasi dengan pemerintah daerah terkait.
Setelah melalui tahap perancangan dan penyusunan konten interpretasi, program tersebut kemudian direalisasikan pada awal Mei 2026 sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengembangan kualitas destinasi wisata budaya di Kabupaten Nias Selatan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mendapat pendampingan langsung dari dosen pembimbing, yaitu Bapak Muhammad Khadry dan Ibu Nova Bernedeta Sitorus. Pendampingan dilakukan mulai dari tahap penyusunan konsep interpretasi, validasi materi budaya, hingga penentuan lokasi pemasangan papan informasi.
Penempatan papan interpretasi dirancang secara strategis agar mudah diakses oleh wisatawan, namun tetap memperhatikan aspek konservasi sehingga tidak mengganggu keberadaan maupun visual objek cagar budaya yang ada di Desa Wisata Bawomataluo.
Keberadaan papan interpretasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan informasi wisata di Desa Wisata Bawomataluo. Selain memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai nilai sejarah dan budaya desa adat, media interpretasi tersebut juga berfungsi sebagai sarana edukasi wisata yang mendorong wisatawan untuk lebih menghargai warisan budaya lokal.
Informasi mengenai aturan berkunjung dan Sapta Pesona juga diharapkan mampu membangun kesadaran wisatawan untuk menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan selama melakukan aktivitas wisata di kawasan desa adat.
Pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Nias Selatan melalui Liberty Fau turut memberikan apresiasi terhadap produk interpretasi wisata budaya yang dihasilkan oleh Tim FPS Desa Wisata Bawomataluo.
“Papan interpretasi tersebut memiliki nilai informatif dan edukatif yang sangat baik serta berpotensi menjadi standar pengembangan media informasi wisata di desa-desa wisata lainnya di Kabupaten Nias Selatan,” sebutnya, dalam keterangan Jumat (29/5/2026).
Apresiasi ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat desa wisata dapat menghasilkan inovasi yang mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis budaya lokal.
(RZD)