Gubernur Sumbar, H Mahyeldi SP, berbincang akrab dengan jemaat GPIB Immanuel Medan. Tampak Buya Mahyeldi diapit oleh Ketua II Majelis Sinode GPIB, Pendeta (Pdt) Drs Semuel A Zacharias Karinda MSi; Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Immanuel Medan, Pdt Salmon (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), H Mahyeldi SP, memberikan apresiasi kepada jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Medan yang berkunjung ke Padang, Sumatra Barat (Sumbar).
Hal itu disampaikan Buya Mahyeldi, saat bertemu dengan jemaat GPIB Immanuel Medan, Sabtu (30/5/2026), di Rumah Dinas Gubernur.
Para jemaat GPIB Immanuel Medan yang berjumlah sekitar 51 orang tersebut didampingi oleh Ketua II Majelis Sinode GPIB, Pendeta (Pdt) Drs Semuel A Zacharias Karinda MSi; Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Immanuel Medan, Pdt Salmon Leatemia; KMJ GPIB Efrata Medan, Pdt Immanuel Nugroho serta jajaran pengurus gereja lainnya.
Buya Mahyeldi dalam kesempatan itu menyapa satu per satu jemaat GPIB Immanuel Medan dengan ramah. Sapaan ramah dari Buya dijawab dengan antusias oleh para jemaat.
"Selamat datang di Kota Padang yang kita cintai ini. Bagaimana kondisi Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian? Semoga dalam keadaan sehat walaupun sudah menempuh perjalanan yang cukup jauh dari Kota Medan," ujarnya.
Buya juga mengajak para jemaat untuk mengunjungi berbagai objek wisata yang ada di Sumatra Barat. Seperti kawasan Mandeh yang dijuluki sebagai "Raja Ampat Sumatra". Kemudian Ngarai Sianok di Kota Bukittinggi dan Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota. Kedua objek wisata ini dikenal sebagai Grand Canyon-nya Indonesia.
Tak lupa dalam kesempatan itu, Buya Mahyeldi juga menceritakan berbagai program yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, diantaranya pembangunan yang berwawasan lingkungan dan ekonomi hijau. Termasuk menjelaskan potensi panas bumi yang dimiliki Sumbar cukup besar dan saat ini tengah dikembangkan.
Buya Mahyeldi juga memberikan apresiasi atas kerja sama dan dukungan yang telah terjalin antara GPIB Efrata Padang, pemerintah daerah setempat dan masyarakat selama ini. Terutama ketika Pdt Salmon Leatemia menjabat sebagai Ketua Majelis Jemaat GPIB Efrata Padang, kerja sama tersebut berjalan dengan sangat intensif dan erat.
Perbincangan antara Buya Mahyeldi dengan jemaat GPIB Immanuel Medan berlangsung akrab dan antusias. Namun karena ada tugas yang harus dilakukan , Buya Mahyeldi undur diri. "Mohon maaf sekali saya harus mengakhiri pertemuan ini karena ada tugas yang harus dilakukan di Solok," jelasnya.
Kunjungan Kasih
Adapun kunjungan yang diadakan tersebut merupakan program Kunjungan Doa dan Kasih Jemaat GPIB Immanuel Medan ke GPIB Efrata Padang.
Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Medan, Pdt Salmon Leatemia, mengatakan, bahwa kegiatan yang dilakukan tersebut dinamakan Kunjungan Doa dan Kasih Jemaat GPIB Immanuel Medan ke GPIB Efrata Padang 2026.
"Kunjungan ini diikuti sebanyak 51 jemaat GPIB Immanuel Medan dan berlangsung dari tanggal 29 Mei hingga 31 Mei 2026. Kunjungan ini juga merupakan balasan atas kegiatan yang sama dimana jemaat GPIB Efrata Padang berkunjung ke GPIB Immanuel Medan pada tahun 2024 lalu," jelasnya.
Pdt Salmon Leatemia juga mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara jemaat GPIB Immanuel Medan dengan GPIB Efrata Padang.
Pdt Salmon Leatemia mengatakan, GPIB Efrata Padang terus mendukung berbagai program yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat. "Misalnya dibidang kebersihan. GPIB Efrata Padang menyediakan sarana dan prasarana kebersihan di berbagai lokasi, seperti pantai dan tempat-tempat lain. Begitu juga dalam bentuk dukungan lainnya," tuturnya.
(NAI/NAI)











