PERDATIN Sumut Sukses Gelar 2nd SA-NOTE & 3rd NSCEACC 2026, Hadirkan Puluhan Pakar Nasional dan Internasional

PERDATIN Sumut Sukses Gelar 2nd SA-NOTE & 3rd NSCEACC 2026, Hadirkan Puluhan Pakar Nasional dan Internasional
PERDATIN Sumut Sukses Gelar 2nd SA-NOTE & 3rd NSCEACC 2026, Hadirkan Puluhan Pakar Nasional dan Internasional (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Cabang Sumatera Utara, bekerja sama dengan Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU), sukses menyelenggarakan 2nd Sumatera Anesthesiology Update (SA-NOTE) in conjunction with 3rd North Sumatera Conference on Emergency, Anesthesia and Critical Care (NSCEACC) 2026 pada tanggal 8 - 12 April 2026 di Hotel Aryaduta Medan dan Hotel AIHO Medan.

Mengangkat tema “Advancing Excellence in Emergency, Anesthesia and Critical Care: Current Concepts and Future Directions”, kegiatan ini menjadi salah satu forum ilmiah terbesar di bidang anestesiologi dan terapi intensif di wilayah Sumatera Utara. Forum ini mempertemukan dokter spesialis, dokter umum, tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, hingga praktisi pelayanan kritis dari berbagai daerah di Indonesia.

Rangkaian acara dikemas dalam berbagai bentuk kegiatan, mulai dari workshop (8 - 9 April 2026), scientific symposium dan poster presentation (10 - 11 April 2026), hingga kegiatan pengabdian masyarakat berupa CPR Fun Run dan hospitality events pada 12 April 2026. Antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti dengan kehadiran total 368 peserta yang berasal dari berbagai institusi pelayanan kesehatan dan pendidikan kedokteran di Indonesia. Secara rinci, 168 peserta mengikuti sesi workshop dan 200 peserta menghadiri kegiatan scientific symposium.

Acara pembukaan secara resmi dihadiri oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Bapak Sulaiman Harahap, SH, M.SP, CGCAE yang mewakili Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Turut hadir Ketua III Pengurus Pusat PERDATIN, Dr. dr. Bambang Pujo Semedi, Sp.An-TI, Subsp.TI(K); Wakil Ketua IDI Wilayah Sumatera Utara, dr. Galdy Wafie, M.Ked(An), Sp.An-TI; serta Ketua PERDATIN Cabang Sumatera Utara sekaligus Ketua Panitia, dr. Andriamuri Primaputra Lubis, M.Ked(An), Sp.An-TI, Subsp.TI(K) beserta jajaran organisasi profesi, akademisi, dan pimpinan rumah sakit di Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi ini sebagai wujud komitmen tenaga kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di bidang anestesiologi, kegawatdaruratan, dan perawatan intensif.

“Perkembangan ilmu kedokteran, khususnya dalam penanganan pasien kritis dan emergensi, memerlukan pembaruan ilmu pengetahuan dan kolaborasi lintas profesi secara berkesinambungan. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan demi pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat,” ujar Sulaiman Harahap, Senin (22/6/2026).

Ketua Panitia, dr. Andriamuri Primaputra Lubis, menyampaikan bahwa konferensi ini menghadirkan berbagai topik terkini dan komprehensif bagi pelayanan pasien dalam bidang anestesiologi dan terapi intensif, mulai dari manajemen nyeri, penanganan trauma, resusitasi, hingga perkembangan modern critical care yang dibawakan oleh para ahli di bidangnya.

Untuk mengupas topik-topik tersebut, panitia menghadirkan sebanyak 45 pembicara nasional dari berbagai pusat pendidikan dan rumah sakit terkemuka di Indonesia. Selain itu, hadir pula empat narasumber internasional, yaitu Prof. Dr. Azarinah Binti Izaham dari Malaysia, Dr. Swapna Khanzode dari India, Dr. Nandita Divekar dari Inggris, dan dr. Anand Divekar dari Inggris.

Scientific symposium ini juga mencakup berbagai subspesialisasi/seminat dan perkembangan terkini di bidang anestesiologi dan terapi intensif, seperti: anestesi obstetri (kebidanan), neuroanestesi (saraf), anestesi pediatri, manajemen nyeri (pain management), perawatan kritis (critical care), anestesi jantung (cardiac anesthesia), ambulatory anesthesia, regional anesthesia, ophthalmic anesthesia, geriatric anesthesia, trauma dan emergency, serta perioperative medicine. Kehadiran topik-topik tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan peserta sekaligus meningkatkan kompetensi klinis sesuai perkembangan ilmu pengetahuan terkini.

Selain menjadi wadah pembaruan ilmu pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan jejaring akademik dan profesional antar sejawat, serta mendorong kolaborasi penelitian dan inovasi di bidang anestesiologi dan terapi intensif di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan 2nd SA-NOTE & 3rd NSCEACC 2026, PERDATIN Sumatera Utara berharap penyelenggaraan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya pada bidang anestesiologi dan terapi intensif. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, organisasi profesi, rumah sakit, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.

(REL/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi