Hidup Berkelanjutan untuk Budaya Berkelanjutan Jadi Tema LTWF 2026

Hidup Berkelanjutan untuk Budaya Berkelanjutan Jadi Tema LTWF 2026
Hidup Berkelanjutan untuk Budaya Berkelanjutan Jadi Tema LTWF 2026 (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Lake Toba Writers Festival (LTWF), yang merupakan anggota Global Association of Literary Festivals, kembali digelar pada September 2026. Festival sastra internasional ini menjadi ajang pertemuan penulis, pembaca, pegiat budaya, akademisi, hingga pelajar.

Pendiri LTWF, Amol Titus, mengatakan tema yang diangkat tahun ini adalah Sustainable Living for Sustainable Culture atau Hidup Berkelanjutan untuk Budaya Berkelanjutan.

Menurutnya, budaya tidak berdiri sebagai sesuatu yang abstrak, melainkan lahir dari kebiasaan hidup, norma, dan tradisi yang membentuk sebuah masyarakat. Karena itu, budaya hanya dapat terus lestari jika manusia hidup selaras dengan alam, menghormati warisan leluhur, serta mampu memadukan nilai-nilai masa lalu dengan kehidupan modern.

"Arsitektur dan ornamen budaya Batak kuno menunjukkan bagaimana masyarakat hidup harmonis dengan alam. Saat itu belum terjadi penggundulan hutan secara besar-besaran maupun pencemaran Danau Toba akibat limbah, termasuk sampah plastik," ujar Amol, Sabtu (27/6/2026).

Dalam LTWF 2026, para penulis akan mengulas keterkaitan antara gaya hidup berkelanjutan dan pelestarian budaya. Mereka juga akan membacakan kutipan karya sastra berupa cerita pendek maupun puisi yang mengangkat isu lingkungan, budaya, dan kehidupan masyarakat.

Selain itu, akademisi, pakar, dan berbagai institusi akan memberikan perspektif dalam festival yang berlangsung selama tiga hari, yakni 9 September di Medan serta 11–12 September di Sibisa, Kabupaten Toba.

Berbeda dengan sejumlah festival sastra lain, LTWF mengusung konsep terbuka dan inklusif. Seluruh sesi akan menggunakan tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Batak, dan Bahasa Inggris, serta menghadirkan penulis dari Sumatera Utara, berbagai daerah di Indonesia, hingga mancanegara.

Festival ini juga mengintegrasikan program tanggung jawab sosial melalui penanaman pohon, pemberdayaan pelaku UMKM, penggalangan donasi buku, serta pelestarian seni tari dan musik tradisional.

Amol, yang juga terpilih sebagai anggota Komite Etika Pariwisata Dunia UN Tourism, mengatakan LTWF turut mendorong pariwisata berkelanjutan di Sumatera Utara dengan mengurangi penggunaan plastik, mengedukasi peserta terutama generasi muda mengenai kepedulian lingkungan, serta memperkuat interaksi dengan masyarakat lokal.

Ia menambahkan, para peserta dan penulis yang terlibat juga berkomitmen mendukung pelestarian Toba Caldera UNESCO Global Geopark.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, LTWF 2026 juga menggelar lomba penulisan kreatif bagi generasi muda Sumatera Utara. Pemenangnya akan diumumkan pada 9 September di UNIMED, yang menjadi lokasi pembukaan festival dan menampilkan kolaborasi tari, pembacaan puisi, serta pertunjukan musik.

(REL/WITA)

Baca Juga

Rekomendasi