Beasiswa Peduli Orangutan: Investasi Jangka Panjang Mencetak Pemimpin Konservasi

Beasiswa Peduli Orangutan: Investasi Jangka Panjang Mencetak Pemimpin Konservasi
Beasiswa Peduli Orangutan: Investasi Jangka Panjang Mencetak Pemimpin Konservasi (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan – Selama 21 tahun berkiprah, Beasiswa Peduli Orangutan terus menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi muda untuk memimpin kerja-kerja konservasi di masa depan.

Hingga 2026, program yang diinisiasi Yayasan Orangutan Sumatera Lestari–Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) bersama Orangutan Republik Foundation (OURF) ini telah mendukung 213 mahasiswa, dengan 175 alumni yang telah menyelesaikan pendidikan.

Kini, banyak di antaranya berkarier di berbagai Lembaga konservasi, instansi pemerintah, maupun melanjutkan studi ke jenjang magister.

Education and Awareness Coordinator YOSL-OIC, Darsimah Siahaan, menuturkan bahwa keberhasilan para alumni menjadi bukti bahwa beasiswa ini tidak hanya membantu pendidikan, tetapi juga melahirkan generasi baru yang berkomitmen menjaga orangutan dan keanekaragaman hayati.

"Selama 21 tahun, kami melihat banyak alumni yang kini mengabdikan diri di dunia konservasi, bekerja di NGO, instansi pemerintah, hingga melanjutkan studi. Bagi kami, inilah dampak terbesar dari Beasiswa Peduli Orangutan, yaitu melahirkan generasi yang berkontribusi untuk kerja-kerja konservasi,” ucapnya, Jumat (3/7/2026).

Melanjutkan estafet tersebut, tahun ini 12 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatra Utara dan Aceh resmi menerima Beasiswa Peduli Orangutan 2026. Mereka menandatangani kontrak beasiswa pada 3 Juli 2026 di Convention Hall Lantai 3, Gedung Biro Rektor Universitas Medan Area.

Founder dan Chair Person YOSL-OIC, Panut Hadisiswoyo, mengatakan bahwa konservasi tidak hanya dilakukan melalui perlindungan hutan, tetapi juga dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang akan melanjutkan perjuangan tersebut.

"Melalui Beasiswa Peduli Orangutan, kami ingin membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mendalami ilmu pengetahuan tentang konservasi. Komitmen itu harus dibangun sejak hari ini agar mereka mampu menjadi penerus upaya pelestarian orangutan dan habitatnya. Investasi pada pendidikan adalah investasi bagi masa depan konservasi,” Panut menuturkan.

Sejak diinisiasi pada 2006, Beasiswa Peduli Orangutan mendorong lahirnya generasi intelektual yang peduli terhadap perlindungan orangutan sumatra, orangutan tapanuli, dan habitatnya.

Selain dukungan biaya pendidikan hingga lulus, penerima juga memperoleh bantuan penelitian, termasuk tambahan biaya koas bagi mahasiswa kedokteran hewan.

Presiden Orangutan Republik Foundation (OURF), Gary L. Shapiro, menegaskan bahwa beasiswa merupakan investasi untuk masa depan Indonesia.

"Setiap penerima Beasiswa Peduli Orangutan adalah investasi untuk masa depan Indonesia. Dunia konservasi membutuhkan lebih banyak peneliti, akademisi, pegiat lingkungan, dan pemimpin yang mampu menginspirasi perubahan. Karena itu, kami memfokuskan dukungan di Aceh dan Sumatera Utara, dua provinsi yang masih menjadi rumah bagi orangutan sumatra dan tapanuli. Kami berharap para penerima beasiswa kelak menjadi bagian dari solusi, membawa ilmu yang mereka miliki untuk melindungi orangutan, hutan hujan tropis, dan keanekaragaman hayati Indonesia,” tutup Gary.

Selama lebih dari dua dekade, Beasiswa Peduli Orangutan telah membuktikan bahwa pendidikan merupakan salah satu strategi konservasi yang memberikan dampak jangka panjang.

Dengan membangun kapasitas generasi muda, program ini tidak hanya mencetak lulusan perguruan tinggi, tetapi juga melahirkan para profesional yang terus berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan orangutan dan hutan Indonesia.

(DEL)

Baca Juga

Rekomendasi