ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Asahan, Anda Rambe sedang berbicara dengan wakil kepala sekolah MTsN 1 Asahan, Jumari, Rabu (15/7/2026). (Analisadaily/arifin)
Analisadaily.com, Kisaran - Geger! Ratusan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Asahan resmi kehilangan jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak hari pertama masuk sekolah pada ajaran baru. Sebanyak 400-an siswa terancam gizi buruk setelah pihak sekolah nekat memutuskan kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 02 Rawang Lama secara sepihak.
Keputusan kontroversial itu terungkap usai Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Asahan, Anda Suhendra Rambe, mendatangi sekolah tersebut, Rabu (15/7/2026). Ia menyebut Kepala MTsN 1 Asahan di Kecamatan Rawang Panca Arga menolak mentah-mentah MBG dari dapur SPPG 02 Rawang Lama masuk ke sekolah.
"Ini merupakan preseden buruk bagi sekolah. Sekolah lain juga akan mengikuti langkah MTsN 1 Asahan. Yang paling dirugikan ya siswa yang menerima manfaat MBG," tegas Anda Suhendra Rambe.
Anda Rambe menuding sikap kepala sekolah yang sulit ditemui dan tidak bisa dihubungi sebagai bentuk arogansi dan penolakan terang-terangan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto. "Kalau ada masalah antara sekolah dan SPPG bisa dibicarakan dengan baik, jangan memutuskan hubungan penerimaan manfaat MBG secara sepihak," kecamnya.
"Dengan kepala sekolah bersikap seperti ini, ada 400-an siswa di sekolah tersebut tidak menerima manfaat dari MBG dan bakal terancam mengalami gizi buruk. Akibatnya yang rugi siswa, padahal seharusnya bisa menerima manfaat dari MBG," tambahnya dengan nada geram.
Konfirmasi mengejutkan juga datang dari internal sekolah. Wakil Kepala Sekolah MTsN 1 Asahan Bidang Kehumasan, Jumari, mengakui pihaknya sudah tidak menerima MBG lagi. "Udah tidak menerima MBG lagi, apa masalahnya saya kurang tau," ujar Jumari seraya mengatakan bahwa kepala MTsN 1 Asahan, Abdul Kadir Sinaga lagi ke luar.
Sementara itu Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Ka SPPG) 02 Rawang Lama, Gunawan, membenarkan pihaknya menerima surat pemutusan hubungan dari MTsN 1 Asahan pada 25 Juni 2026.
"Dalam surat yang kami terima, pemutusan hubungan penerimaan manfaat MBG itu dibuat oleh pihak sekolah dengan alasan yang tidak jelas atau mengada-ngada seperti mis komunikasi, menu tidak sesuai dan hubungan tidak harmonis," ungkap Gunawan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan dari Kepala MTsN 1 Asahan, Abdul Kadir Sinaga, terkait keputusan yang memutus hak gizi ratusan siswanya.
(ARI/DEL)