kepala KSP Dudung Abdurachman memberikan nasi tumpeng kepada Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito pada kegiatan HUT BPJS Kesehatan di Jakarta, Rabu (15/7/2026). (Analisadaily/istimewa )
Analisadaily.com, Kisaran - BPJS Kesehatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 pada, Rabu (15/7/2026). Peringatan ini sekaligus menjadi momentum refleksi perjalanan panjang jaminan kesehatan di Indonesia yang dimulai sejak 15 Juli 1968 dengan pembentukan Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK).
Seiring waktu, lembaga tersebut mengalami transformasi menjadi Perum Husada Bakti, PT Askes, hingga resmi menjadi BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014. Saat ini BPJS Kesehatan mengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan jumlah peserta mencapai 285 juta jiwa Persero
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan selama 58 tahun penyelenggaraan jaminan kesehatan terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Program JKN sendiri telah berjalan selama 13 tahun.
"Selama 58 tahun, penyelenggaraan jaminan kesehatan beradaptasi mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Perjalanan tersebut mengantarkan kita pada penyelenggaraan Program JKN yang kini telah memasuki tahun ke-13," kata Pujo dalam Sarasehan HUT ke-58 BPJS Kesehatan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan.
Pujo menyampaikan salah satu tantangan utama saat ini adalah keberlanjutan finansial program. Ia menyebut rasio klaim Program JKN telah mencapai 108 persen. "Saat ini rasio klaim Program JKN telah mencapai 108 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan pembiayaan kesehatan semakin besar. Kami berharap dukungan kebijakan melalui regulasi baru dapat memperkuat keberlanjutan Program JKN sehingga manfaatnya tetap dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang," ujarnya.
Untuk menjaga keberlanjutan, BPJS Kesehatan menyusun rencana strategis yang berfokus pada peningkatan kepesertaan, penguatan pendanaan, dan transformasi layanan. Salah satunya melalui integrasi kepesertaan JKN dengan layanan publik serta pengembangan layanan non tatap muka berbasis teknologi digital.
Kepala Staf Kepresidenan RI, Dudung Abdurachman, dalam kesempatan yang sama mengapresiasi peran BPJS Kesehatan dalam memperkuat sistem perlindungan sosial nasional. Ia menyebut Program JKN sejalan dengan visi pembangunan kesehatan nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Kami juga mengapresiasi berbagai program BPJS Kesehatan yang memberi perhatian pada empat program kolaboratif prioritas pemerintah. Mulai dari pemantau kesehatan siswa dan petugas SPPG melalui P-Care Makan Bergizi Gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan di 3 sekolah rakyat, pengembangan Desa Sehat JKN bersama Koperasi Desa Merah Putih, serta Program JKN 3T melalui kerja sama dengan kapal bantu rumah sakit TNI AL," kata Dudung.
Dudung juga mengingatkan adanya tantangan seperti keberlanjutan pendanaan, kepatuhan peserta, dan sinergi dengan fasilitas kesehatan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan masyarakat.
Pada puncak HUT ke-58, BPJS Kesehatan juga menerima Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001 untuk Fungsi Pengadaan dan Fungsi Investasi, serta Sertifikasi Sistem Manajemen Kepatuhan ISO 37301.
(ARI/DEL)