YSBK Terima Kunjungan Ahli Bahasa Tiongkok

YSBK Terima Kunjungan Ahli Bahasa Tiongkok
YSBK diabadikan saat menerima Kunjungan Ahli Bahasa Tiongkok (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Yayasan Sumber Bina Kasih (Hok Kian Hwe Kuan) Medan menerima kunjungan silaturahmi sekaligus kunjungan akademis dari seorang ahli bahasa asal Tiongkok, Madame Profesor Chen Man Jun dari Universitas Jimei, Xiamen, pada Jumat (14/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan penting untuk berdiskusi mengenai perjalanan, perkembangan, serta penggunaan Bahasa Hok Kian yang telah berkembang di berbagai wilayah Asia Tenggara, khususnya di tengah komunitas Tionghoa di Kota Medan.

Profesor Chen Man Jun datang didampingi Rusli Sumarkho serta dua pengurus dari Mitsu, yakni Evi Cendrawan dan Tjong Djeh Lik. Kedatangan rombongan disambut hangat jajaran pengurus Yayasan Sumber Bina Kasih (Hok Kian Hwe Kuan) Medan.

Dalam kunjungan tersebut, Profesor Chen secara khusus mempelajari perjalanan Bahasa Hok Kian dari Tiongkok hingga penyebarannya ke berbagai wilayah di Asia Tenggara. Penelitian tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek bahasa secara akademis, tetapi juga bagaimana bahasa tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh komunitas Tionghoa di berbagai daerah.

Sebelum tiba di Medan, Profesor Chen Man Jun telah melakukan kunjungan ke Palembang. Di Medan, ia melanjutkan perjalanannya dengan menemui sejumlah komunitas Tionghoa untuk mendapatkan gambaran yang lebih dekat mengenai penggunaan Bahasa Hok Kian dalam percakapan sehari-hari.

Pengamatan tersebut mencakup penggunaan bahasa antarsesama warga Tionghoa, termasuk dialek yang digunakan dalam lingkungan keluarga, komunitas, maupun dalam interaksi sosial sehari-hari.

“Pertemuan di Yayasan Sumber Bina Kasih berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Rombongan Profesor Chen kami sambut secara langsung,” ujar Ketua Pembina YSBK Medan, Leman Boediman didampingi Anggota Pembina, Supandi Kusuma, Anggota Penasehat Alexander Effendy, Anggota Pengawas Victor Wijaya, serta Ketua Harian Usman Anwar.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut juga pengurus Hadi Japardi, Sumanto.

Dalam sesi temu wicara, Profesor Chen berdiskusi dengan Supandi Kusuma, Usman Anwar dan Leman Boediman.

Pembicaraan berlangsung hangat dan menjadi ruang bertukar informasi mengenai keberadaan Bahasa Hok Kian di Medan, termasuk penggunaannya dalam kehidupan masyarakat.

“Dari pertemuan juga memberikan gambaran mengenai bagaimana sebuah bahasa dapat terus hidup dan berkembang ketika digunakan dalam lingkungan komunitas. Bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah, kebudayaan dan identitas masyarakat yang menggunakannya,” ujarnya.

Bagi Profesor Chen, pertemuan dengan komunitas secara langsung menjadi bagian penting dalam memahami perkembangan Bahasa Hok Kian di luar Tiongkok. Penggunaan bahasa dalam percakapan sehari-hari di tengah masyarakat dapat memberikan informasi yang berbeda dibandingkan hanya mempelajarinya melalui literatur atau sumber-sumber tertulis.

Sementara bagi Yayasan Sumber Bina Kasih, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan serta membuka ruang pertukaran pengetahuan dan kebudayaan antara masyarakat Indonesia, khususnya komunitas Tionghoa di Medan, dengan kalangan akademisi dari Tiongkok.

Temu wicara berlangsung sekitar satu setengah jam hingga pukul 12.00 WIB.

Kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan informasi bagi penelitian Profesor Chen mengenai perjalanan Bahasa Hok Kian dari Tiongkok ke Asia Tenggara, sekaligus memperlihatkan bagaimana bahasa tersebut tetap digunakan dan diwariskan dalam kehidupan komunitas Tionghoa di berbagai daerah. (rel/ns)

Baca Juga

Rekomendasi