Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo (Analisadaily/Dede Harison)
Analisadaily.com, Kualasimpang — Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda bersama masyarakat berhasil merampungkan pembangunan 270 unit jembatan perintis dan infrastruktur penunjang dari total target 341 unit pada tahap pertama pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh.
Salah satu infrastruktur yang baru saja diresmikan yakni jembatan perintis yang menghubungkan akses di Desa Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo menuturkan bahwa penanganan infrastruktur tersebut dilakukan secara bergotong royong guna memulihkan konektivitas antarwilayah.
"Melalui kebersamaan dan gotong royong, pembangunan jembatan perintis di Desa Bandar Mahligai ini sudah diselesaikan," ujar Mayjen TNI Joko Hadi Susilo di Aceh Tamiang, Rabu (26/8).
Joko memaparkan, 270 jembatan Garuda yang telah selesai dikerjakan terdiri atas 136 jembatan Aramco, 47 jembatan Bailey, 60 jembatan perintis, dan 27 jembatan beton.
Saat ini, terdapat 71 titik jembatan tersisa yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Aceh dan masih dalam proses pengerjaan. Pihaknya menargetkan seluruh proyek jembatan tahap pertama tersebut rampung pada akhir September 2026.
Menurut Joko, pemulihan jembatan-jembatan perintis ini krusial untuk mendorong percepatan aktivitas ekonomi warga serta mempermudah akses anak-anak menuju fasilitas pendidikan. Jembatan Perintis Garuda di Desa Bandar Mahligai, Aceh Tamiang ini merupakan yang terpanjang se Indonesia yakni mencapai 240 meter.
Selain perbaikan jembatan, Kodam IM juga memfokuskan program pascabencana pada penyediaan kebutuhan dasar warga terdampak, seperti pembuatan sumur bor dan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) umum.
Pangdam mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama merawat dan menjaga infrastruktur yang telah terbangun agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian lokal.
(DHS/RZD)