Menembus Batas Terisolir, Bupati Putra Mahkota Kunjungi Desa Aek Hayuara (analisadaily/istimewa)
Analisadaily com,Padanglawas - Matahari baru saja beranjak naik ketika deru mobil rombongan bupati Putra Mahkota Alam Hasibuan memecah keheningan Desa Aek Hayuara atau Desa Martona Kecamatan Ulu Barumun.
Desa yang berada di dataran tinggi perbukitan ini, sudah puluhan tahun minim sentuhan pembangunan. Namun hari itu suasana tampak berbeda. Puluhan warga Aek Hayuara berkumpul dengan wajah sumringah menyambut kedatangan orang nomor satu di Padanglawas di desa mereka.
Bupati Padanglawas Putra Mahkota Alam Hasibuan tidak canggung dan langsung membaur begitu berdialog denganwarga. Sambil menyalami warga satu persatu ia mendengarkan keluh kesah masyarakat.
Mulai tentang anak-anak yang harus berjalan kaki berkilo-kilometer ke sekolah, tidak adanya aliran listrik, hingga sulitnya membawa hasil panen ke kota karena akses jalan rusak parah.
Kunjungan bupati ke desa Aek Hayuara bukan sekadar formalitas protokoler. Kunjungan Ini adalah janji nyata bahwa semua warga Padanglawas harus mendapatkan perhatian yang sama meskipun berada di wilayah terluar.
Kehadiran Bupati di desa tertinggal ini membawa pesan kuat. Mereka tidak sedang berjalan sendiri dalam ketinggalan dan keterbelakangan, namun pemerintah hadir untuk memberi harapan nyata.
Meskipun medan yang ditempuh cukup berat dan memakan waktu jarak tempuh kurang lebih tiga jam dari ibu kota kecamatan Ulu Barumun, namun tidak menyurutkan bupati untuk menjumpai warga demi mendengar langsung aspirasi masyarakat.
"Kami datang ke sini untuk merasakan langsung denyut nadi kehidupan masyarakat. Pembangunan infrastruktur dan pemenuhan layanan dasar di desa ini akan menjadi prioritas anggaran. Sehingga ketimpangan wilayah segera teratasi," ujar Bupati.
Kehadiran Bupati bersama para rombongan disambut hangat dan gembira oleh masyarakat setempat.
Untuk pertama kalinya sepanjang berdirinya Desa Martona Aek Hayuara, Kecamatan Ulu Barumun, Bupati hadir bersilaturahmi ke desa yang termasuk salah satu desa tertua di Kabupaten Padanglawas itu.
Kedatangan Putra Mahkota Alam ke Aek Hayuara, bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi sekaligus membawa kehangatan dan kepedulian nyata dengan menyerahkan bantuan sembako berupa beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainya.
Langkah ini bukan hanya soal bantuan yang diberikan, tapi soal perhatian yang selama ini dinanti, bahwa desa-desa di pelosok pun tak luput dari perhatian pemerintah daerah.
Diketahui. Desa Aek Hayuara atau Desa Martona yang berada di puncak perbukitan Aek Nadenggan, merupakan desa tertua di Kecamatan Barumun di masa pemerintahaan daerah tingkat II Kabupaten Tapanuli Selatan ketika itu.Desa yang masuk dalam wilayah pemerintahaan Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padanglawas itu berada di kawasan yang berdekatan dengan Kecamatan Sosopan,. Informasi dari warga kini desa itu dihuni sekitar 56 KK yang masih bertahan bermukim di desa yang sangat terisolir dan terpencil itu.
Tetapi soal kearifan lokal dan budaya di sana masih sangat kental dan menjadi tradisi secara turun temurun sejak dahulu sampai sekarang.
Desa Aek Hayuara yang dididirikan tahun 1850 lalu memiliki historis sejarah sebagai kampung pertama di Kabupaten Padanglawas saat ini.
Pasalnya, kampung atau desa tersebut yang letaknya paling penghujung di atas perbukitan sangat sulit untuk dikunjungi. Sebab akses jalan menuju desa hanya mengandalkan jalan setapak yang berada di atas lereng perbukitan dan hanya dapat dilintasi pejalan kaki.
Hal inilah yang menyebabkan banyak masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan desa tersebut.
Miris memang kampung ini tanpa dilengkapi alat penerangan lampu PLN. Masyarakat di sana hanya mengandalkan lampu teplok dan sentir sebagai sumber penerangan di malam hari.
Lebih menyedihkan lagi, sarana sekolah di perkampungan di sana juga tidak ada. Begitupun juga dengan sarana Puskesmas pembantu (Pustu) untuk pelayanan kesehatan warga di sana. Sasana di desa itu serba kekuarangan fasilitas.
Desa Aek Hayuara tercatat sebagai desa pertama kali di Palas, dan kini nasibnya nyaris terlupakan serta luput dari perhatian pemerintah.
Menurut penuturan warga desa itu, kondisi desa Aek Hayuara dulunya ramai penduduknya. Kini warga berangsur meninggalkan desa dan berpindah tempat ke desa lain di daerah Sundol Julu dan Hasatan Julu.
" Banyak sudah warga yang pindah ke desa terdekat," kata pak Hasibuan.
Menurutnya sejarah kampung pertama yang didirikan sejak tahun 1850 silam kini hanya menunggu bubar jika tidak ada perhatian dari pemerintah.
" Bisa jadi nantinya desa ini tinggal kenangan dan catatan sejarah, " kata Hasibuan.
Ia berharap di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Alam Hasibuan, Desa Aek Hayuara bisa bergeliat kembali dengan menghadirkan pembangunan dan fasilitas di desa itu.
" Mudah mudahan desa Aek Hayuara bisa kembali seperti sebelumnya, warganya kembali datang ke desa ini (Aek Hayuara," harap Hasibuan
(ATS/NAI)