Jembatani Keterbatasan Akses, PT Agincourt Resources Bawa Dokter Spesialis ke Pelosok Desa Siuhom (Irfan Azhari Nasution)
Analisadaily.com, Tapanuli Selatan - Bagi warga di pelosok Desa Siuhom, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), berobat ke dokter spesialis selama ini bukan sekadar masalah biaya, melainkan tantangan logistik. Kondisi medan yang sulit dan jarak tempuh yang jauh ke pusat layanan kesehatan sering kali menjadi penghalang utama bagi masyarakat untuk mendapatkan penanganan medis tingkat lanjut.
Namun, kesenjangan akses tersebut mulai terjawab melalui inisiatif PT Agincourt Resources (PTAR), operator Tambang Emas Martabe. Pada Rabu (16/09), perusahaan kembali menggelar program bakti sosial bertajuk “Dokter Spesialis Masuk Desa” yang menyasar empat dusun terpencil: Dusun Paten, Tangga Batu, Aek Martolu, dan Tapalan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari itu disambut antusias oleh ratusan warga. PTAR menghadirkan tiga dokter spesialis unggulan untuk melayani konsultasi gratis, yakni:
dr. Syahreza Hasibuan, Sp.A (Spesialis Anak)
dr. Ryan Andrian, Sp.OG (Spesialis Kandungan)
dr. Abdus Somad Harahap, Sp.PD (Spesialis Penyakit Dalam)
Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan dan RSUD Tapanuli Selatan, tim medis berhasil melayani 150 pasien yang terdiri dari ibu hamil, balita, lansia, hingga warga usia produktif. Tidak hanya memberikan diagnosa, para dokter juga menyediakan obat-obatan secara cuma-cuma sesuai resep.
Saipul Basri Pasaribu, salah satu warga Dusun Paten, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran layanan ini. Ia mengaku sempat khawatir dengan keluhan kesehatan yang dialaminya sebelum akhirnya mendapatkan kepastian dari ahli.
"Selama ini saya sering mengalami susah buang air besar dan kram perut, tapi bingung harus periksa ke mana karena jauh. Berkat program ini, saya bisa konsultasi langsung dengan dokter spesialis. Saya jadi paham akar masalahnya, dapat saran pengobatan, dan merasa jauh lebih tenang," ujar Saipul dengan lega.
Program ini bukan sekadar aktivitas sekali jalan, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang PTAR dalam mendukung sektor kesehatan daerah. Manager Community Development PT Agincourt Resources, Rohani Simbolon, menjelaskan bahwa program ini telah berjalan konsisten selama tiga tahun terakhir sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan di wilayah operasionalnya.
"Kami menyadari bahwa desa-desa di sekitar tambang memiliki kerentanan terhadap akses kesehatan rumah sakit. Melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat, kami ingin memastikan bahwa warga tidak perlu menempuh perjalanan berat hanya untuk pemeriksaan dasar oleh spesialis," jelas Rohani.
Ia menambahkan, meskipun target awal adalah 150 pasien, tim medis tetap bersikap fleksibel dan terbuka melayani warga lain yang datang, didukung oleh tenaga medis dari Puskesmas yang turut serta dalam kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan, dr. Sri Khairunnisa, mengapresiasi langkah proaktif PTAR. Menurutnya, program "Dokter Spesialis Masuk Desa" merupakan evolusi positif dari pelayanan kesehatan primer di Puskesmas.
"Gagasan ini lahir dari kebutuhan nyata. Ada desa-desa tertentu yang secara geografis sulit dijangkau. Dengan mendekatkan dokter spesialis langsung ke titik-titik tersebut, kita memangkas hambatan akses secara signifikan. Kemitraan dengan PTAR sangat membantu kami memperluas cakupan pelayanan publik tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan," ungkap dr. Sri.
Ia mencatat bahwa model kolaborasi seperti ini telah berjalan efektif selama lima hingga enam tahun terakhir dan direncanakan akan terus dikembangkan ke desa-desa lain yang membutuhkan.
Keberhasilan kegiatan di Desa Siuhom ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dapat menciptakan solusi konkret bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil.
(IAN/BR)