PT AR Resmikan Taman Ecobrick, Serap 2,5 Ton Sampah Plastik

PT AR Resmikan Taman Ecobrick, Serap 2,5 Ton Sampah Plastik
PT AR Resmikan Taman Ecobrick, Serap 2,5 Ton Sampah Plastik (HIH)

Analisadaily.com, Batang Toru - PT Agincourt Resources (AR) selaku pengelola Tambang Emas Martabe meresmikan pemanfaatan 10.000 ecobrick melalui pembangunan Taman Ecobrick di kawasan Martabe Cocoa, Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (30/6).

Senior Manager Processing PT AR, Altur Tambun, mengatakan 10.000 botol ecobrick tersebut berhasil dikumpulkan oleh Bank Sampah Yamantab bersama empat bank sampah di Batang Toru, yakni Gocap, Satahi, Naposo Hamubaon, dan Rap Hita Paias melalui program "Aksi Bikin Ecobrick Dari Hati Untuk Bumi" yang berlangsung sejak Juli hingga Desember 2025.

"Dari program tersebut, sebanyak 2,5 ton sampah plastik berhasil diserap dan dimanfaatkan kembali menjadi ecobrick," ujarnya.

Menurut Altur, ecobrick yang terkumpul dimanfaatkan untuk membangun Taman Ecobrick di kawasan Sopo Daganak, sekaligus sebagai penanda visual (signage) Martabe Cocoa dan Martabe Farm.

Peresmian taman ini katanya, menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan dengan konsep ekonomi sirkular.

Ia menjelaskan, Bank Sampah Yamantab berperan sebagai tim teknis pelaksana yang bertanggung jawab atas sosialisasi, penyerapan ecobrick hingga pencapaian target 10.000 botol. Sementara PT AR memberikan dukungan berupa pendanaan, pendampingan intensif, dan sosialisasi guna mendorong partisipasi masyarakat.

"Program ecobrick tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dari membuang sampah plastik menjadi menyimpan, mengolah, dan mengubahnya menjadi ecobrick yang bernilai guna," katanya.

Menurutnya, kolaborasi PT AR bersama Bank Sampah Yamantab dan bank sampah lokal menghadirkan solusi dalam mengurangi sampah plastik bernilai rendah sekaligus menciptakan manfaat ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar tambang.

Perwakilan Bank Sampah Yamantab, Sri Wahyuni, mengaku program tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Setelah mengikuti pelatihan, ia mampu memproduksi sekitar 100 botol ecobrick setiap hari.

"Saat ini kami juga sudah bisa membuat berbagai produk dari limbah plastik, seperti tas, gantungan kunci, dan berbagai kerajinan lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Guru SMP Negeri 1 Batang Toru, Adi Zulkarnaen, mengatakan sekolahnya telah mengenal konsep ecobrick sejak 2022 dan pernah memanfaatkannya untuk membuat papan nama sekolah dengan melibatkan sekitar 700 siswa.

"Ketika PT AR meluncurkan program ecobrick pada 2025, kami langsung menyambut baik dan mengikuti workshop. Program ini kemudian kami integrasikan ke dalam pengelolaan sampah di sekolah melalui tim pengelola sampah kelas dan tim piket pengelolaan sampah," katanya.

(HIH/BR)

Baca Juga

Rekomendasi