Kepala BNNK Tapsel Basten Simamora: Perang Melawan Narkoba Butuh Sinergi Seluruh Elemen Bangsa (Istimewa)
Analisadaily.com, Tapanuli Selatan - Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapanuli Selatan, Basten Simamora, S.H., M.H., menegaskan bahwa perang melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika tidak dapat dilakukan oleh BNN atau aparat penegak hukum semata.
Menurutnya, keberhasilan memutus mata rantai peredaran narkoba membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat.
"Narkoba adalah musuh bersama. Karena itu, pemberantasannya harus melibatkan pemerintah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha hingga insan pers. Kita semua memiliki tanggung jawab menyelamatkan generasi bangsa," ujar Basten, Selasa (30/6/).
Ia menjelaskan, jaringan narkotika kini semakin kompleks dan menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia, profesi, maupun status sosial. Kondisi tersebut menjadi peringatan agar semua pihak meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam melindungi generasi muda.
Sebagai langkah konkret, BNNK Tapanuli Selatan akan terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada pelajar, mahasiswa, aparatur pemerintah, komunitas masyarakat, hingga sektor swasta. BNNK juga akan memperkuat kemitraan dengan kepala desa, lurah, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kepemudaan, dan berbagai unsur masyarakat.
"Keluarga harus menjadi benteng pertama pencegahan narkoba. Setelah itu sekolah, kampus, tempat kerja, dan lingkungan masyarakat harus ikut berperan aktif," katanya.
Selain pencegahan, BNNK Tapsel juga akan memperkuat pemberantasan melalui operasi dan pengawasan di wilayah yang terindikasi rawan peredaran narkotika dengan berkoordinasi bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Basten juga mengajak mahasiswa menjadi pelopor gerakan anti narkoba, serta menilai media massa sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan edukasi kepada masyarakat.
"Wartawan memiliki peran penting membangun kesadaran publik. Sinergi dengan media akan terus kami perkuat agar pesan bahaya narkoba semakin luas diterima masyarakat," ujarnya.
Berpengalaman di Bidang Pemberantasan Narkoba
Basten Simamora merupakan aparatur BNN yang telah mengabdi sejak 1 Desember 2012. Lulusan Sarjana Hukum dan Magister Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak ini telah menempati berbagai jabatan strategis di bidang penyidikan dan intelijen, mulai dari BNN Provinsi Kalimantan Barat hingga BNN Provinsi Sumatera Utara.
Sebelum menjabat Kepala BNNK Tapanuli Selatan pada 2026, ia juga pernah dipercaya sebagai Pelaksana Harian Kepala BNN Kabupaten Asahan.
Dengan pengalaman lebih dari satu dekade, Basten mengusung pendekatan kolaboratif dan humanis dalam memimpin BNNK Tapanuli Selatan, yang membawahi wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Padangsidimpuan, Sibolga, Padang Lawas Utara, dan Padang Lawas.
"Mari kita lawan narkoba dan selamatkan generasi bangsa. Ini bukan hanya tugas BNN atau aparat penegak hukum, tetapi tugas kita bersama. Dengan kebersamaan, saya yakin peredaran narkoba dapat ditekan demi masa depan Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.
(IAN/BR)