Sofyan Tan: Pangan Organik, Selamatkan Bumi dan Manusia

Sofyan Tan: Pangan Organik, Selamatkan Bumi dan Manusia
Sofyan Tan (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Medan - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menegaskan pentingnya penerapan budidaya tanaman pangan berbasis organik demi menjaga kesehatan bumi sekaligus keberlanjutan hidup masyarakat. Komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan nasional harus terus diperkuat melalui langkah-langkah strategis berbasis penelitian.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Bimbingan Teknis Budidaya Tanaman Pangan Berbasis Organik yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Djonny Taslim, Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka, Medan, pada Senin (21/9).

?Dalam pemaparannya, Sofyan Tan menekankan bahwa makna kelestarian bumi tidak hanya sebatas keberadaan fisik lingkungan, melainkan juga kesehatan seluruh penghuninya, termasuk manusia serta flora dan fauna. Menurutnya, menciptakan masyarakat yang sehat harus dimulai dari konsumsi makanan yang sehat dan bebas dari bahan-bahan kimia berbahaya.

Ia menilai, peran perguruan tinggi seperti Universitas ST Bhinneka sangat krusial dalam membentuk identitas dan keahlian di bidang pertanian serta pangan. Hal ini sejalan dengan visi besar untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.

?"Seseorang yang tidak mendapat kecukupan pangan dapat mengalami kesulitan, bahkan ketidakstabilan sosial bisa dipicu oleh rasa lapar. Oleh karena itu, kita tidak boleh menjadi lembaga atau bangsa yang hanya memiliki nama besar tanpa praktik nyata. Kita harus fokus pada pengembangan pangan organik agar produktivitas dan kualitasnya meningkat," terang legislator dari Dapil Sumatera Utara 1 itu.

Ia juga membagikan pengalaman nyata terkait keberhasilan pendampingan petani kopi organik hingga mampu menembus pasar internasional. Dimana dalam proses tanamnya tanpa bergantung pada penggunaan pupuk kimia yang merusak unsur hara tanah.

?Selain menyoroti aspek ekologi dan ekonomi, Sofyan Tan menyampaikan gagasan inovatif berupa penggabungan pusat riset pertanian organik dengan fasilitas pendidikan inklusif, seperti Sekolah Luar Biasa (SLB).

Rencana terpadu ini diharapkan mampu memberdayakan anak-anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan autisme, agar dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pertanian terarah. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan produk pertanian bernilai tinggi, tetapi juga memberikan dampak sosial serta kemanusiaan yang nyata.

?Acara bimbingan teknis ini menghadirkan Peneliti Ahli Madya BRIN, Indarti Puji Lestari, SP., M.Si., sebagai narasumber utama. Turut hadir mendampingi kegiatan tersebut jajaran Tenaga Ahli DPR RI, yaitu Finche Kosmanto, Lisnawati Ginting, dan Pandapotan Tamba.

Melalui kolaborasi antara DPR RI, BRIN, dan akademisi ini, diharapkan masyarakat tani di Sumatera Utara dapat menyerap teknik budidaya organik secara optimal guna menunjang kemandirian pangan daerah.

(REL/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi