Lantik 64 dari 94 Pencari Kerja, Kapolrestabes : Program Poliran Paling Diminati Warga Medan

Lantik 64 dari 94 Pencari Kerja, Kapolrestabes : Program Poliran Paling Diminati Warga Medan
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak saat menghadiri pelantikan 64 pencari kerja dan peresmian 30 pencari kerja di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan dalam rangka menindaklanjuti program Polisi Peduli Penga (Analisadaily/ yogi yuwasta)

Analisadaily.com, Medan - Implementasikan Program prioritas Kapolri, Jendral Pol Suyudi Ario Seto Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak mengunjungi Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan melantik 64 pencari kerja dan membuka pelatihan 30 pencari kerja.

“Persoalan besar yang kita hadapi adalah pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran. Dengan mengurangi pengangguran, kita berharap dapat menekan penyalahgunaan narkoba dan kejahatan jalanan,” ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak dalam sambutannya, Kamis (29/10/2026)

Lebih jauh, Polrestabes Medan telah memetakan pencari kerja melalui jajaran polsek. Pada 15 Oktober 2026, pihaknya mengundang Balai Latihan Kerja (BLK) dan BBPVP untuk melakukan pemetaan pencari kerja. Selanjutnya, pada 22 Oktober 2026, dilakukan penandatanganan kerja sama dengan BBPVP Medan dan Apindo Medan.

Setidaknya, ada sekitar 191 warga telah terdata dalam program tersebut. Dari jumlah itu, 94 orang mengikuti pelatihan, dengan 64 orang telah menyelesaikan pelatihan dan 30 orang masih melanjutkan pelatihan. Sementara itu, 97 orang lainnya menunggu giliran untuk mengikuti pelatihan.

Polrestabes Medan, sambung Kombes Calvijn, juga berencana merekrut kembali pencari kerja untuk mengikuti pelatihan berikutnya. Calvijn berharap program tersebut dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan keterampilan dan kesempatan kerja.

“Ke depan, kami juga akan membuka bursa kerja atau job fair. Harapannya, warga tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga memiliki akses untuk memperoleh pekerjaan,” katanya.

Program Poliran, sambung Kapolrestabes, merupakan bagian dari sejumlah program prioritas yang dijalankan Polrestabes Medan, di antaranya Polisi Peduli Pendidikan, Polisi Peduli Pangan, Polisi Peduli Lingkungan, Subuh Keliling, serta kegiatan sosial dan pendekatan kepada masyarakat.

Menurut Calvijn, pendekatan kepolisian tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga menyentuh persoalan sosial yang berpotensi memicu tindak kriminalitas.

Sementara itu, Kepala BBPVP Medan Amran, ST, mengatakan pelatihan vokasi tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga membangun sikap kerja dan kemampuan nonteknis (soft skill).

Ia menjelaskan, peserta harus mengikuti seluruh tahapan pelatihan sejak hari pertama hingga selesai agar memiliki peluang lebih besar untuk lulus dan memperoleh sertifikasi kompetensi.

Menurutnya, pelatihan dapat dilaksanakan di BBPVP, melibatkan keluarga, maupun langsung di tengah masyarakat sesuai kebutuhan. Jenis keterampilan yang diberikan juga harus mempertimbangkan peluang kerja dan kebutuhan pasar.

“Pelatihan sebaiknya tidak hanya berdasarkan keinginan peserta, tetapi juga disesuaikan dengan peluang dan kebutuhan pasar kerja. Setelah pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikasi,” ujarnya.

Amran menambahkan, lulusan pelatihan dapat mencari pekerjaan secara mandiri atau memanfaatkan jaringan BBPVP dan Apindo. Pihaknya juga berencana menggelar pelatihan mekanik bekerja sama dengan Indako.

Pelatihan vokasi tersebut turut diarahkan untuk membantu warga yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), baik di Kota Medan maupun wilayah Sumatera Utara.

Seperti diketahui di BBVPP Medan ada beberapa kejuruan yang masing-masing kejuruan memiliki program pelatihan. Beberapa kejuruan yang tersedia di BBPVP Medan antara lain, Kejuruan Pariwisata yang memiliki 9 program pelatihan yakni, barista, restaurant attendant, comercial cookery, commis pastry, bakery, housekeeping, front office, spa and therapist dan tour guide. Untuk kejuruan bangunan ada 8 program pelatihan yakni, surveyor, Autocad, skectchup, cabinet marker, kriya kayu, archicad, revit dan finishing kayu. Sedangkan untuk kejuruan pendukung lainnya terdapat 6 program pelatihan yakni, service sepeda motor konvensional, digital marketing, pengelasan, listrik, Hinode dan operator forklift.

(YY)

Baca Juga

Rekomendasi